Breaking! Dolar AS Tembus Rp18.119, Rupiah Kian Tertekan

Senin 13-07-2026,10:03 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin pagi, 13 Juli 2026, kurs USD/IDR menyentuh level Rp18.119 per dolar AS, atau menguat 54 poin (0,30 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Angka tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan dolar AS masih bertahan di atas level psikologis Rp18.100.

BACA JUGA:Isi Brankas Tersembunyi di Kafe de'Clan Cipete, dari Uang Dolar sampai Dokumen Penting

Kondisi ini membuat nilai tukar rupiah semakin melemah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Sementara itu, berdasarkan e-Rate BCA yang diperbarui pada pukul 09.50 WIB, kurs beli dolar AS berada di level Rp18.108, sedangkan kurs jual mencapai Rp18.128 per dolar AS.

Perbedaan kurs Bloomberg dengan kurs perbankan merupakan hal yang wajar. Bloomberg menampilkan kurs referensi pasar, sedangkan bank menetapkan kurs jual dan beli yang digunakan untuk transaksi nasabah.

BACA JUGA:Fakta Baru Terungkap dari Penggeledahan di Cafe de'CLAN, Ada Brankas Berisi Dolar AS dan Dolar Singapura

Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor berbagai komoditas dan bahan baku, sekaligus membuat masyarakat yang berencana membeli dolar AS untuk kebutuhan perjalanan, pendidikan, maupun investasi harus merogoh kocek lebih dalam.

Pelaku pasar kini mencermati sejumlah sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan ekonomi global, hingga arus modal asing di pasar keuangan domestik.

BACA JUGA:Harga Oli Makin Mahal, Ternyata Bukan Cuma Soal Rupiah dan Dolar AS

Pergerakan rupiah diperkirakan masih akan berfluktuasi mengikuti perkembangan sentimen tersebut dalam beberapa waktu ke depan.

Kategori :