Harga Emas Dunia Terus Merosot, Dolar AS dan Minyak Jadi Biang Kerok

Senin 13-07-2026,14:34 WIB
Harga Emas Dunia Terus Merosot, Dolar AS dan Minyak Jadi Biang Kerok

Ilustrasi harga emas dunia terus merosot, dolar AS dan minyak jadi biang kerok.--Bianca Khairunnisa

JAKARTA, DISWAY.ID - Harga emas dunia terus merosot, dolar AS dan minyak jadi biang kerok.

Pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026, harga emas spot tercatat turun 1,6 persen hingga mendekati USD 4.050 per ons.

Pelemahan ini dipicu penguatan dolar Amerika Serikat dan lonjakan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang turut memicu kekhawatiran pasar terhadap prospek suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.

Dilansir dari data BCA Sekuritas, harga emas spot ambruk hingga sebesar 1,6 persen, menjadi mendekati USD 4.050 per ons. 

BACA JUGA:Harga Emas Antam Senin 13 Juli Turun Rp20.000 per Gram

Penurunan tersebut juga turut diikuti oleh penurunan harga perak, yang merosot sebanyak 2,9 persen menjadi USD 58,11 per ons. 

"Harga emas spot turun hingga 1,6 persen menjadi mendekati USD 4.050 per ons, setelah kehilangan 1,4 persen pada pekan yang berakhir 12 Juli," tulis data tersebut, pada Senin 13 Juli 2026. 

Dalam penuturannya, Analis Vantage Markets di Melbourne Hebe Chen menilai bahwa eskalasi pertempuran di Timur Tengah telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengusaha emas akan tingginya suku bunga dalam jangka waktu yang lebih lama untuk memerangi inflasi.

Pasalnya dalam hasil laporan The Fed bulan Juni yang dirilis pekan lalu, lembaga tersebut mengumumkan bahwa beberapa pembuat kebijakan melihat alasan untuk menaikkan suku bunga, meskipun pada akhirnya mereka mendukung keputusan untuk mempertahankannya.

BACA JUGA:Update Terbaru Harga Emas Antam Hari ini 13 Juli 2026 di Logam Mulia dan Pegadaian

"Ketegangan geopolitik yang diperbarui telah mengirimkan gelombang kejut lain melalui pasar emas yang sudah rapuh," ucap Chen.

Kendati begitu, Chen sendiri juga turut menambahkan bahwa harga emas sendiri masih memiliki kesempatan untuk kembali menguat.

Dalam hal ini, dirinya menilai bahwa meredanya pertempuran di sekitar Hormuz akan membuka lembaran baru bagi emas.

"Kecuali pertempuran di sekitar Hormuz mereda secara signifikan, harga minyak yang tinggi dan dolar yang lebih kuat dapat membuat emas tetap tertekan minggu ini," ucap Chen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: