Harga Minyak Menurun, OJK Soroti Pemulihan Pasokan Energi

Selasa 07-07-2026,19:54 WIB
Harga Minyak Menurun, OJK Soroti Pemulihan Pasokan Energi

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kendati kondisi global masih kian diselimuti oleh ketidakpastian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa stabilitas perekonomian di Indonesia masih berada dalam kondisi yang tetap terjaga lewat bauran kebijakan fiskal dan moneter yang digelontorkan oleh Pemerintah.

Hal tersebut sendiri disampaikan secara langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam penyelenggaraan Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, yang digelar secara daring, pada Selasa (07/07) ini.

BACA JUGA:WALHI Bongkar Bahaya di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin, Air Lindi Beracun Ancam Permukiman

Dalam penuturannya, Friderica menjelaskan bahwa stabilitas ini turut didukung oleh harga minyak yang kembali mendekati ke level sebelum konflik, sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.

"Indikator perekonomian global di atas ekspektasi pasar, namun mengalami divergensi antara negara di tengah tekanan inflasi yang meningkat," tutur Friderica dalam pemaparannya.

Dalam hal ini, Friderica menambahkan bahwa adanya potensi perkembangan konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), ketegangan dan tekanan di pasar energi global pun kini juga turut berkurang.

BACA JUGA:Awali Roadshow Nasional di Bali, Dunlop Hadirkan Program Blue Response Fair

"Perkembangan terkini ketegangan geopolitik di kawasan timur-tengah turut mengurangi tekanan di pasar energi global. Kendati demikian, risiko geopolitik masih perlu dicermati mengingat stabilitas kawasan masih rentan terhadap potensi eskalasi baru," ucap Friderica.

Dilansir dari data yang dirilis oleh Stockbit, harga minyak dunia terpantau sedikit menurun pada Senin (06/07), usai OPEC+ sepakat untuk meningkatkan target produksi lebih lanjut mulai Agustus.

Diketahui, kontrak minyak mentah Brent turun 24 sen, atau 0,33 persen, menjadi $71,88 per barel pada pukul 0010 GMT setelah ditutup 0,45 persen lebih tinggi pada hari Jumat. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di USD 68,58 per barel, turun 11 sen, atau 0,16 persen.

BACA JUGA:6 Daftar Negara Lolos 8 Besar Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Didepak

Kendati begitu, analis pasar IG Tony Sycamore juga menyampaikan bahwa penurunan tersebut sebagian besar hanya tetap di atas kertas karena perang AS-Israel dengan Iran, yang menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas tanker bagi produsen OPEC utama, termasuk Arab Saudi, Kuwait, dan Irak.

"Dengan keluarnya UEA dan ketika kuota mungkin masih belum terpenuhi karena produksi masih meningkat setelah konflik - saya tidak yakin itu berarti banyak saat ini," tutur Tony.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: