Harga Emas Dunia Bertahan, Pasar Cermati Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed
Stabilnya harga emas ini sendiri juga turut dipengaruhi risiko inflasi yang berasal dari eskalasi militer Amerika Serikat (AS) dan Iran baru-baru ini di Timur Tengah, dengan ekspektasi kenaikan suku bunga yang diperbarui menempatkan logam mulia ini pada j-Dok. Pinterest-
JAKARTA, DISWAY.ID - Setelah menurun selama dua hari berturut-turut, harga emas dunia pada Jumat 10 Juli 2026 ini terpantau berada dalam posisi yang stabil.
Dilansir dari data BCA Sekuritas, harga emas spot telah bertahan di posisi USD 4.122,09 per ons, dengan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,2 persen menjadi USD 4.131,50.
"Jumlah tersebut sendiri juga menuju penurunan mingguan lebih dari 1 persen," tulis data tersebut, pada Jumat 10 Juli 2026.
Stabilnya harga emas ini sendiri juga turut dipengaruhi risiko inflasi yang berasal dari eskalasi militer Amerika Serikat (AS) dan Iran baru-baru ini di Timur Tengah, dengan ekspektasi kenaikan suku bunga yang diperbarui menempatkan logam mulia ini pada jalur penurunan mingguan.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp22.000
Tidak hanya itu, dilansir dari hasil pertemuan Fed bulan Juni yang dirilis awal pekan ini, terdapat peningkatan kekhawatiran di antara para pembuat kebijakan tentang inflasi yang tinggi, dengan beberapa peserta melihat alasan untuk menaikkan suku bunga.
"Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga acuan (rake) pada bulan September sebesar 64 persen, naik dari sekitar 54 persen seminggu sebelumnya," tulis data tersebut.
Di sisi lain, Asia kini terpantau telah menjadi pusat gravitasi baru bagi pasar emas global.
Dilansir dari data BCA Sekuritas, keunggulan Asia dalam menopang permintaan regional telah menjadi seiring dengan penguatan infrastruktur perdagangan emas di Singapura dan Hong Kong.
Dalam hal ini, salah satu indikator yang menjadi bukti dari data tersebut adalah dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) emas yang didukung secara fisik.
Asia memimpin arus masuk global ke ETF yang didukung emas pada paruh pertama tahun ini, berdasarkan laporan World Gold Council (WGC) yang diterbitkan pada hari Rabu 8 Juli 2026, di mana Asia menambahkan rekor USD 12 miliar selama periode tersebut, dan Eropa, USD 3,2 miliar.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini Merosot ke Rp2,6 Jutaan, Saatnya Beli dan Investasi
Selain itu menurut Ahli Strategi Emas Asia-Pasifik di State Street Investment Management, Robin Tsui, keberhasilan akan lebih bergantung pada likuiditas dan partisipasi pasar daripada pada tingkat harga emas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: