The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Emas Terancam Turun
Dilansir dari data BCA Sekuritas, harga emas dunia meningkat sebesar 0,1 persen menjadi USD 4.297,83. -Dok. Bianca/Disway.id-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Menyusul penandatanganan kesepakatan perdamaian sementara antara Iran dan Amerika Serikat (AS), harga emas dunia kembali mengalami penguatan tipis hingga 0,1 persen dari posisi USD 4.295 per ons setelah penurunan pada sesi sebelumnya.
Dilansir dari data BCA Sekuritas, harga emas dunia meningkat sebesar 0,1 persen menjadi USD 4.297,83.
Namun menurut Ahli Strategi Komoditas Senior di TD Securities, Ryan McKay, suku bunga yang masih tinggi pun dapat berpotensi untuk menghambat perkembangan emas, yang tidak memberikan bunga.
BACA JUGA:Pasar Nantikan Pengumuman MSCI, IHSG Terkoreksi Bertahan di 1,18 Persen
"Kecenderungan keseluruhan tetap bearish untuk logam kuning, menunjukkan bahwa perubahan signifikan dalam prospek Fed kemungkinan akan diperlukan untuk mengubah sentimen pasar yang mendasari logam mulia," tutur McKay, pada Kamis (18/06).
Sebelumnya, The Fed sendiri juga telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50-3,75 persen.
Dalam pernyataan resminya, The Fed menilai bahwa keputusan untuk menahan suku bunga acuan tersebut akan memberikan stabilitas harga.
"Para pedagang sekarang sepenuhnya memperkirakan pengetatan kebijakan moneter pada bulan Oktober," tulis The Fed.
BACA JUGA:Sosok Pemilik Hotel Sultan yang Lahannya Dieksekusi Hari Ini, Latar Belakangnya Bukan Kaleng-Kaleng
Sebelumnya, harga emas sendiri diperkirakan akan mulai kembali pulih usai pengumuman kesepakatan sementara AS-Iran diumumkan pada akhir pekan.
Dalam hal ini, kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz juga diperkirakan akan meringankan krisis energi yang telah menyebabkan inflasi melonjak dan mendorong banyak bank sentral untuk mempertahankan suku bunga atau bahkan menaikkannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: