Profil dan Biodata Ebe Martono, Konten Kreator Viral Diduga Rekam Usher GIIAS Diam-Diam
Konten kreator Ebe Martono viral diduga rekam usher GIIAS 2026 diam-diam pakai kacamata kamera tersembunyi.--
JAKARTA, DISWAY.ID - Konten kreator Ebe Martono viral usai diduga rekam usher Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) secara diam-diam lalu dijadikan konten di media sosial.
Ebe Martono diduga merekam usher di pameran otomotif GIIAS 2026 dengan kacamata yang dilengkapi kamera tersembunyi.
Kasus ini bermula ketika seorang freelancer yang bekerja sebagai usher di GIIAS 2026 membagikan pengalaman saat menjadi obyek konten Ebe Martono tanpa sepengetahuan dan seizinnya.
BACA JUGA:Menkomdigi Kecam Influencer Rekam 'Usher' di GIIAS Tanpa Izin, Langgar Etika hingga UU Data Pribadi
Melalui akun Threads @leonnyluhendo, korban mengaku dirinya tidak mengetahui bahwa sedang direkam saat berinteraksi dengan konten kreator tersebut.
Ebe Martono menghampirinya ketika menjaga salah satu booth mobil di pameran otomotif tersebut.
Pembicaraan mereka awalnya hanya seputar kendaraan yang dipamerkan serta informasi produk.
Namun setelah mendapatkan penjelasan terkait kendaraan, Ebe kemudian bertanya ke ranah pribadi kepada korban seperti nama dan usia.
Hingga akhir percakapan dirinya baru mengetahui adanya kamera tersembunyi yang merekamnya selama berbincang.
BACA JUGA:Heboh Influencer Rekam Usher GIIAS Tanpa Izin, Menkomdigi Singgung Pelanggaran UU PDP
"Disaat aku mengobrol dengan mereka, aku sama sekali tidak tahu kala aku sedang divideo. Di akhir memang konten kreator ini menunjukkan kamera hp yg sedang merekam di belakang aku dan aku menoleh disaat itu aku kira dia hanya memvideo bagian belakang dan bagian mobil yang sedang aku jaga" tulisnya dikutip Senin, 3 Agustus 2026.
Lebih lanjut, korban yang tidak merasa nyaman dijadikan obyek konten media sosial tanpa izin meminta Ebe Martono untuk menghapus video yang diunggah.
Namun, Ebe Martono menghiraukan permintaan tersebut dengan alasan public space.
"Setelah aku DM untuk meminta takedown videonya, konten kreator ini tidak mau dengan alasan public space jadi bebas," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: