Normalisasi Kali Ciliwung Berlanjut, Banjir Diharapkan Berkurang 40 Persen

Senin 27-07-2026,13:05 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Tri Broto

"Rumah saya juga kena. Beda-beda per meternya. Ya, kami sepakat daripada nggak dapat apa-apa," ujar Eka saat ditemui di lokasi.

Sebagian warga memilih tinggal sementara di rumah kerabat sambil menunggu hunian baru.

Menariknya, mayoritas warga tidak memilih relokasi ke rumah susun, melainkan mencari rumah tapak yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga.

BACA JUGA:Penjual Nasi Uduk Kena Imbas Dua Kelompok Warga Bentrok di Menteng, Begini Kronologinya!

Cerita lain datang dari Wati (55), warga RT15 yang rumahnya masih dalam tahap penaksiran harga.

Ia mengaku sudah ikhlas rumah yang telah ditempati selama puluhan tahun harus dibongkar.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Banjir yang rutin melanda menjadi faktor utama.

Wati mengungkapkan bahwa setiap lima tahun sekali, rumahnya bisa terendam hingga tiga meter akibat luapan Kali Ciliwung.

Kini, ia melihat normalisasi sebagai peluang untuk memulai kehidupan baru yang lebih aman. 

"Pengennya bisa buat usaha sama kayak di sini biar ada pemasukan," kata Wati yang membuka warung kelontong di lantai satu rumahnya.

BACA JUGA:Peremajaan Gedung Sekolah di Jakarta Terhambat Akibat Pemangkasan DBH

Kisah seperti Wati menjadi gambaran bahwa normalisasi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga tentang transformasi kehidupan masyarakat.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, menilai pendekatan humanis yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.

“Mudah-mudahan dengan cara seperti itu, beberapa tahun ke depan Ciliwung tuntas. Nah kalau tuntas ini menjadi pilot project untuk 13 aliran sungai yang ada di Jakarta,” kata Pantas.

Ia juga menegaskan jika normalisasi Kali Ciliwung rampung, maka setidaknya 40 persen persoalan banjir di Jakarta dapat teratasi.

"Lalu dapat dilanjutkan ke sungai-sungai lainnya," pungkasnya.

Kategori :