Bos BGN Copot Kepala SPPG Buntut Kejadian Fatal di Semarang

Selasa 04-08-2026,16:33 WIB
Reporter : Candra Pratama
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Bos atau Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono langsung melakukan peninjauan usai adanya kejadian fatal di Semarang, Jawa Tengah. Sejumlah kebijakan pun dikeluarkan sebagai wujud respons penanganan.

Mas Dar, sapaan karib Sudaryono, mengatakan pihaknya bakal mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) apabila ditemukan kejadian serupa.

BACA JUGA:Sudaryono: BGN Patuhi Putusan MK soal Anggaran MBG, Fokus Perluasan ke Daerah 3T

Dia bilang, ketegasan itu merupakan bentuk komitmen zero tolerance terhadap ketidaksesuaian prosedur hingga berdampak pada penerima manfaat.

"Setiap ada kasus keracunan, dapur atau SPPG langsung kami suspend. Kepala SPPG kami copot, kemudian kami investigasi apakah terjadi kelalaian atau ada unsur lain. Hasil investigasi itu menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya," ujar Mas Dar, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Mas Dar, kebijakan tersebut bukan semata-mata bertujuan memberikan hukuman. Melainkan membangun budaya kerja yang mengedepankan keselamatan penerima manfaat serta meningkatkan kedisiplinan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Program MBG.

BACA JUGA:BGN Laporkan 414 Dapur MBG ke Kejaksaan, Selidiki Unsur Dugaan Korupsi

"Zero tolerance terhadap kasus keracunan. Ini menyangkut nyawa, kondisi kesehatan, dan keamanan anak-anak kita, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita," lanjut Mas Dar.

Mas Dar menegaskan bahwa setiap kasus yang mengancam keselamatan penerima manfaat harus diperlakukan sebagai persoalan serius karena menyangkut nyawa dan kesehatan masyarakat.

"Sesuai dengan rapat tadi kami putuskan bahwa keracunan menjadi kejadian fatal. Ini menyangkut nyawa seseorang, kondisi kesehatan seseorang. Kami berharap ini menjadi kasus yang pertama dan terakhir semenjak saya menjadi Kepala Badan," ungkapnya.

BACA JUGA:BGN Kembalikan Rp311,2 Miliar ke Kas Negara, Temukan 414 SPPG Bermasalah

Setiap SPPG yang diduga menjadi sumber insiden keamanan pangan, lanjutnya, akan langsung dihentikan sementara operasionalnya (suspend) untuk dilakukan investigasi secara menyeluruh. 

Pemeriksaan meliputi hasil laboratorium, penerapan standar higiene dan sanitasi, kepatuhan terhadap prosedur operasional, hingga evaluasi terhadap personel yang bertanggung jawab dalam operasional dapur.

Kategori :