JAKARTA, DISWAY.ID - Terik matahari dan kepadatan kendaraan menjadi tantangan tersendiri bagi personel Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang setiap hari berdiri di tengah jalan mengatur arus kendaraan. Selain panas, mesin kendaraan yang terus menyala, asap knalpot, debu, hingga kepadatan lalu lintas ikut menambah beban fisik petugas.
KBO Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengatakan paparan panas paling terasa ketika personel bertugas pada siang hari, terutama sekitar pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Sejumlah titik seperti kawasan Semanggi hingga sekitar Patung Kuda menjadi lokasi yang cukup terasa panas.
“Jam 10 sampai 3 sore, di sekitaran Semanggi, termasuk juga di dekat Patung Kuda,” katanya kepada Disway.id.
BACA JUGA:LPSK Jemput Bola Lindungi Keluarga Sutrimo, Koordinasi dengan Polda Metro Jaya
Kondisi semakin berat ketika terjadi perlambatan arus kendaraan. Keberadaan kendaraan yang berhenti lama, termasuk bus di pinggir jalan, membuat panas dan polusi semakin terasa.
Menghadapi situasi tersebut, kesehatan personel menjadi perhatian utama. Anggota yang merasa kondisi tubuhnya tidak memungkinkan menjalankan tugas diperbolehkan beristirahat atau menjalani pemeriksaan kesehatan. Robby rutin mengingatkan anggotanya agar tidak memaksakan diri.
“Saya selalu setiap pagi menyampaikan kepada anggota, kalau seandainya badan dalam kondisi yang tidak fit, sebaiknya menyampaikan untuk tidak masuk kantor, istirahat, dan berobat,” ungkapnya.
Menurutnya, tugas polisi lalu lintas membutuhkan aktivitas fisik yang cukup tinggi. Karena itu, kondisi kesehatan anggota tidak boleh diabaikan.
“Daripada dipaksakan karena kita polisi lalu lintas pasti punya kegiatan fisik yang cukup tinggi,” ujarnya.
BACA JUGA:Siaga Bencana, Polda Metro Jaya Kerahkan 233 Personel dan Peralatan Khusus
Salah satu cara yang diterapkan adalah menempatkan personel secara berkelompok di titik-titik pengaturan lalu lintas. Dengan begitu, anggota dapat bergantian ketika mulai kelelahan setelah berdiri cukup lama.
“Fungsinya adalah untuk membantu saling bergantian apabila yang satu berdiri capek, misalnya satu-dua jam sudah berdiri, dan bergantian dengan temannya,” ucapnya.
Sistem tersebut juga mempertimbangkan usia personel. Tidak semua anggota yang bertugas di lapangan masih berusia muda. Ada pula yang telah berusia di atas 45 bahkan 50 tahun.
Untuk menjaga kondisi tubuh, Robby membiasakan diri mengonsumsi sekitar dua liter air selama satu shift. Selain itu, Biddokkes Polda Metro Jaya secara berkala memberikan vitamin kepada personel lalu lintas.
“Vitamin selalu ada setiap satu bulan sekali dari Biddokkes. Ataupun setiap dua-tiga bulan sekali itu ada dari Biddokkes kepada Metro Jaya. Itu untuk anggota lantas,” tuturnya.