Bukan Kaleng-Kaleng! Danantara Dongkrak Laba BUMN, Timah Melejit 804,7 Persen

Jumat 14-08-2026,21:50 WIB
Reporter : Dimas Rafi
Editor : M. Ichsan

Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengapresiasi kinerja positif Danantara dalam mereformasi BUMN.

BACA JUGA:Pendaftaran PCPM BI 2026 Ditutup Hari Ini, Kapan Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi?

"Itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses. Sukses bagaimana kita bermitra, saling dukung untuk membenahi BUMN-BUMN yang ada," ujar Andre.

Menurut dia, kemitraan tersebut mulai dari proses streamlining yang sedang dikerjakan oleh Danantara terkait pengurangan BUMN sehingga semakin efektif dan efisien.

"Yang ketiga, membenahi bagaimana meningkatkan kinerja. Dan ini dasarnya adalah perubahan undang-undang BUMN yang kita lakukan yang menghadirkan Danantara dan juga perubahan keduanya untuk lebih menyempurnakan kinerja. Saya sangat senang bahwa Presiden mengapresiasi kinerja Danantara yang bermitra dengan kami di Komisi VI DPR RI," kata Andre.

Dengan hadirnya Danantara, BUMN juga dinilai semakin fokus ke bisnis inti dan mengurangi aktivitas yang tidak menciptakan value.

BACA JUGA:Gagah di Atas Mobil Komando, Pihak OT Tegaskan Kasus Dugaan Penistaan Agama Telah Masuk ke Ranah Hukum

Streamlining membuat struktur, proses, dan biaya ditata ulang agar lebih ramping dan disiplin. Selain itu, aset negara di BUMN dioptimalkan agar menghasilkan return, bukan sekadar tercatat di neraca.

Dengan Danantara, sinergi antar-BUMN diperkuat untuk membuka peluang economies of scale dan economies of scope. 

Intinya, aset negara dinilai tidak cukup hanya dimiliki, tetapi harus menghasilkan value. Di sinilah peran Danantara dianggap menjadi penting.

"Reformasi BUMN merupakan langkah yang berani dan penting karena terlalu banyak perusahaan negara yang tidak produktif justru dapat membebani keuangan negara. BUMN harus diisi oleh perusahaan yang sehat, profesional, produktif dan mampu menciptakan nilai tambah. 

“Namun, restrukturisasi juga harus dijalankan secara transparan, akuntabel dan profesional agar tujuan akhirnya benar-benar meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian dan penerimaan negara," jelas anggota DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo.

Kategori :