Kolaborasi PARFI 56 dan Dompet Dhuafa dalam Meradjoet Sendja, Persembahan Cinta Untuk Republik
Diproduseri dan disutradarai oleh aktris serta seniman Olivia Zalianty, pertunjukan ini adalah persembahan monumental yang meradjoet kembali benang-benang perjuangan para pendiri bangsa dan nilai-nilai kebangsaan untuk diwariskan kepada generasi penerus. --Dompet Dhuafa
JAKARTA, DISWAY.ID - Senja bukanlah akhir, melainkan peralihan menuju fajar baru.
Semangat inilah yang diusung oleh orkestrasi kebangsaan spesial "Meradjoet Sendja", yang digelar sebagai puncak program Bakti Seniman Nusantara.
Diproduseri dan disutradarai oleh aktris serta seniman Olivia Zalianty, pertunjukan ini adalah persembahan monumental yang meradjoet kembali benang-benang perjuangan para pendiri bangsa dan nilai-nilai kebangsaan untuk diwariskan kepada generasi penerus.
Olivia Zalianty, Sutradara dan Produser "meradjoet Sendja", mengungkapkan bahwa ini adalah panggilan hatinya untuk menyambungkan kembali benang-benang perjuangan yang terpisah.
"Saya ingin penonton merasakan bahwa nilai-nilai para pendiri bangsa dan seniman masih hidup dan perlu dibawa ke masa depan. Ini adalah persembahan cinta saya dan suami saya, KGPH Ndaru Kusumo, untuk Republik Indonesia," ujar Olivia.
BACA JUGA:Tijjani Reijnders Terancam Tinggalkan Manchester City, Nottingham Forest Buka Dompet Rp1,3 Triliun
Mengusung ejaan kuno "Sendja" bukan tanpa alasan.
Olivia Zalianty menjelaskan bahwa pemilihan ejaan ini secara artistik membawa nuansa visual dan emosional ke era awal kemerdekaan, memperkuat makna bahwa senja adalah masa peralihan di mana cahaya mungkin meredup, namun warisan tetap abadi.
"Meradjoet" dimaknai sebagai upaya menyambungkan kembali benang-benang pemikiran yang terpisah, sementara "Sendja" memiliki dua lapis makna: fase penghujung kehidupan para tokoh dan seniman, serta senja sebagai pintu menuju hari baru.
Judul ini secara keseluruhan bermakna meradjoet kembali ingatan, gagasan, dan perjuangan agar tidak tenggelam bersama senja, tetapi diteruskan kepada generasi berikutnya.
BACA JUGA:Kemarau Panjang, Dompet Dhuafa Distribusi Air Bersih Sasar 370 Warga Boyolali dan Grobogan
Selain sebagai sebuah gugatan cinta dan refleksi mendalam tentang keberanian mencintai Indonesia, ‘Meradjoet Sendja’ yang akan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) juga sekaligus menjadi titik puncak dari program Bakti Seniman Nusantara – Social Funds of Art & Culture, yang didukung penuh oleh PARFI 56 dan bekerja sama dengan Dompet Dhuafa.
Adapun Marcella Zalianty, selaku Produser Eksekutif sekaligus Ketua Umum PARFI 56, menegaskan bahwa "meradjoet Sendja" adalah perwujudan dari visi PARFI dalam menghadirkan program Bakti Seniman Nusantara melalui kolaborasi dengan Dompet Dhuafa.
“PARFI hadir bukan hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai penggerak utama untuk memastikan bahwa seniman dan pekerja film—baik yang senior maupun yang muda—memiliki ruang untuk berkarya dan dihormati. 'meradjoet Sendja' adalah bukti bahwa cinta pada profesi dan bangsa harus diperjuangkan bersama, tidak sendiri-sendiri. Kami ingin mempersatukan semua unsur film dan seni dalam semangat kebangsaan,” ujar Marcella.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: