JAKARTA, DISWAY.ID - Gunung api mana saja yang paling sering erupsi sepanjang 2026?
Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Semeru, hingga Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat masih menunjukkan aktivitas erupsi dengan intensitas yang berbeda-beda.
Berdasarkan data jumlah erupsi gunung api di Indonesia periode 1 Januari hingga 7 September 2026, Gunung Semeru menjadi gunung api yang paling sering mengalami erupsi dengan total mencapai 1.811 kali.
Tak hanya Semeru, Gunung Ibu juga tercatat mengalami erupsi sebanyak 1.501 kali, disusul Gunung Lewotobi Laki-laki dengan 859 kali erupsi dikutip dari Radar Cirebon.
Daftar Gunung Api Paling Sering Erupsi 2026
Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda tercatat mengalami erupsi menerus bertipe Strombolian sejak Sabtu, 5 September 2026 hingga Minggu, 6 September 2026.
Pengamatan instrumental merekam guncangan tremor secara berkelanjutan disertai lontaran lava pijar dan awan abu tebal yang membumbung tinggi dari atas kawah aktif.
Berdasarkan analisis citra satelit dan data BMKG, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teridentifikasi meluas melintasi ruang udara DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga menjangkau kawasan Lampung dan Sumatra Selatan.
PVMBG mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga), dengan rekomendasi jarak aman radius 5 kilometer dari kawah.
Gunung Anak Krakatau sendiri tercatat mengalami 124 kali erupsi sepanjang periode 1 Januari hingga 7 September 2026.
BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini, Sebaran Abu Vulkanik Mulai Menjauh
Gunung Ibu
Beranjak ke Maluku Utara, Gunung Ibu di Pulau Halmahera juga terus menunjukkan dinamika erupsi yang tinggi.
Gunung Ibu tercatat mengalami rentetan letusan yang terekam intensif pada Jumat, 4 September 2026 hingga Sabtu, 5 September 2026.
Rekaman pemantauan mencatat gunung ini berulang kali melontarkan kolom abu berwarna kelabu hingga hitam pekat dengan ketinggian mencapai ribuan meter di atas puncak.
Letusan Gunung Ibu kerap disertai dentuman kuat dan gemuruh yang terdengar hingga ke pos pengamatan gunung api.