Abu Vulkanik Gunung Api Menyebar! Ini 5 Cara Mengurangi Paparan dan Menjaga Kesehatan
Cara Aman Menghadapi Abu Vulkanik-JuliusH-Pixabay
JAKARTA, DISWAY.ID - Material yang keluar saat gunung api mengalami erupsi tidak hanya mengganggu jarak pandang atau kebersihan lingkungan.
Abu vulkanik yang terhirup juga dapat menimbulkan gangguan dan rasa tidak nyaman, bahkan berpotensi menyebabkan dampak kesehatan yang lebih serius pada sebagian orang.
Karena itu, mengurangi paparan abu vulkanik menjadi salah satu langkah penting, terutama ketika endapan abu mulai mencapai permukiman.
Kelompok yang memiliki risiko khusus, seperti anak-anak dan bayi, lansia, serta penderita penyakit pernapasan atau paru-paru dan penyakit kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah, sebaiknya mengurangi paparan terhadap abu vulkanik semaksimal mungkin.
Jika kondisi kesehatan sangat mengkhawatirkan, masyarakat disarankan meminta saran dari tenaga medis profesional.
BACA JUGA:BMKG Catat Dua Klaster Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ada yang Mengarah ke Jakarta
1. Berlindung di Tempat yang Bebas Abu
Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi paparan abu vulkanik adalah mencari perlindungan di tempat yang bebas abu.
Idealnya, masyarakat berada di dalam bangunan sehingga dapat tetap berada di dalam ruangan selama jangka waktu tertentu apabila kondisi mengharuskannya.
Selain melindungi diri dari paparan langsung, langkah berikutnya adalah mencegah abu vulkanik masuk ke dalam rumah.
2. Tutup Pintu dan Jendela
Ketika abu vulkanik berada di sekitar lingkungan, tutup pintu dan jendela jika memungkinkan.
Celah atau lubang berukuran besar yang mengarah langsung ke luar ruangan juga sebaiknya ditutup rapat.
Untuk sementara, masyarakat dapat menggunakan selotip dan lembaran plastik, maupun handuk yang digulung, untuk membantu menutup celah tersebut.
BACA JUGA:33 Penerbangan Terdampak, Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
3. Batasi Akses Keluar-Masuk
Jika memungkinkan, usahakan hanya menggunakan satu titik akses keluar-masuk bangunan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: