Bahaya Bakteri Staphylococcus Aureus dan Bacillus, Cemari MBG yang Dikonsumsi Febiola Sampai Hilang Ingatan

Rabu 09-09-2026,15:23 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Cleveland Clinic menyebut infeksi Bacillus cereus memang dapat terjadi di bagian tubuh lain di luar saluran pencernaan, termasuk mata, paru-paru, kulit, serta sistem saraf pusat yang mencakup otak dan sumsum tulang belakang.

Meski demikian, infeksi Bacillus cereus di luar saluran pencernaan tergolong jarang dan lebih mungkin terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Cleveland Clinic juga menyebut komplikasi berat keracunan Bacillus cereus tergolong jarang. Namun, muntah atau diare yang berat dapat menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa. Dalam kasus yang jarang, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan kerusakan organ.

Karena itu, temuan Bacillus cereus pada sampel nasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam investigasi kasus Berastagi.

Namun, temuan bakteri tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa Bacillus cereus menjadi penyebab langsung kejang atau hilangnya ingatan Febiola.

Hubungan antara hasil laboratorium makanan dan kondisi neurologis korban tetap membutuhkan pemeriksaan medis secara menyeluruh.

BACA JUGA:Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Sekolah, BGN: PJJ Diterapkan dan Operasional MBG Disesuaikan

Febiola kehilangan ingatan 70 persen

Febiola Br Purba merupakan salah satu korban yang mengalami kondisi berat setelah kasus dugaan keracunan MBG tersebut.

Siswi SMK Swasta Bersama Berastagi itu sebelumnya dikenal sebagai siswa berprestasi dan Wakil Ketua OSIS. Ia bahkan kerap meraih peringkat pertama di kelas.

Namun setelah mengalami dugaan keracunan, kondisi Febiola berubah drastis.

Ia dilaporkan mengalami pusing dan gatal-gatal sebelum kemudian mengalami kejang hebat dan kehilangan kesadaran.

Dokter kemudian menyatakan Febiola mengalami amnesia hingga sekitar 70 persen.

Ia bahkan disebut tidak lagi mengenali orang tua, guru maupun teman-temannya.

Kondisi tersebut membuat Febiola harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan diperkirakan membutuhkan terapi intensif dalam waktu panjang.

BACA JUGA:GAPEMBI Jambi Ingatkan Wacana MBG Berbasis Sekolah: Kapasitas Kantin Belum Tentu Siap

Keracunan makanan tidak selalu berhenti pada sakit perut

Kategori :