JAKARTA, DISWAY.ID – Tekanan global kembali memukul pasar saham tanah air. Setelah dibuka terpuruk 1,51 persen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan Jumat (11/9/2026) dengan melemah 98,43 poin atau 1,49 persen ke level 6.490,91.
Indeks LQ45 ikut ambruk. Kelompok 45 saham unggulan itu turun 9,36 poin atau 1,43 persen ke level 646,62.
Menurut data BRI Danareksa Sekuritas, tekanan terutama datang dari sentimen global, khususnya memanasnya konflik AS–Iran. Eskalasi tersebut mendorong harga minyak hingga sekitar USD 100 per barel, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mempersempit ruang pelonggaran moneter.
BACA JUGA:IHSG Dibuka Melemah 1,51 Persen ke 6.489,55 di Perdagangan Jumat
Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren, menilai perkembangan ini berpotensi memberikan sentimen negatif bagi nilai tukar rupiah maupun IHSG.
“Selanjutnya, market menanti rilis data inflasi indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada Jumat (11/9) waktu setempat,” ujar Chandren.
Adapun sejumlah rekomendasi saham dari para analis yang menarik dicermati antara lain:
- MEDC– SELL ON STRENGTH
Resistance: 1.590–1.680 | Support: 1.490
- ENRG – SELL ON STRENGTH
Resistance: 1.540–1.610 | Support: 1.385
- ASII – BUY ON WEAKNESS
Resistance: 5.025–5.175 | Support: 4.480 | Stoploss: 4.470 | Target: 5.475