Gibran, He Is Still the Man

Rabu 07-10-2026,07:06 WIB
Oleh: Ahmad Sihabudin

Kalau begitu, kapan bekerja?

Di sinilah ketenangan seorang pejabat menjadi penting. Gibran boleh saja dikritik karena dianggap kurang banyak bicara. Tetapi dalam politik, terlalu banyak bicara juga bisa menjadi masalah.

Kita sudah sering melihat orang yang baru ditanya satu pertanyaan, jawabannya seperti seminar tiga SKS. Gibran justru cenderung singkat.

Mungkin orang menganggapnya planga-plongo. Atau mungkin ia sedang belajar satu seni komunikasi yang sudah lama dilupakan manusia modern: tidak semua hal harus dijawab.

BACA JUGA:Panggung yang Terlalu Lama: Penudaisme Maximus Jilid Kedua

He Is the Man?

Ketika dulu saya menulis “He Is the Man”, saya tentu tidak sedang mengatakan bahwa Gibran manusia sempurna. Tidak ada pemimpin yang sempurna.

Seorang pemimpin harus tumbuh melalui kritik, pengalaman, kesalahan, tekanan, dan bahkan ketidakpopuleran. Justru tekanan politik yang besar dapat menjadi sekolah kepemimpinan yang mahal.

Kalau seseorang mampu melewati tekanan tanpa kehilangan kesantunan, tidak mudah terpancing, dan tetap bekerja, maka tekanan itu pada akhirnya dapat berubah menjadi energi politik.

Besi menjadi kuat karena ditempa. Pohon menjadi kokoh karena diterpa angin. Dan seorang pemimpin mungkin menjadi matang karena berkali-kali diuji.

Karena itu saya melihat perjalanan Gibran bukan sebagai perjalanan yang selesai, melainkan perjalanan yang baru dimulai.

BACA JUGA:Di Balik Dinding

Hari ini ia Wakil Presiden. Besok sejarah akan menilai apa yang ia kerjakan. Bukan berdasarkan meme. Bukan berdasarkan komentar netizen. Bukan berdasarkan label “planga-plongo”. Bukan pula berdasarkan jumlah orang yang membencinya.

Tetapi berdasarkan kinerja, integritas, keberanian mengambil keputusan, kemampuan berkomunikasi, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Politik Jangan Kehilangan Akal Sehat

Kita boleh tidak suka kepada Gibran. Itu hak politik. Kita boleh mengkritiknya. Itu bagian dari demokrasi. Tetapi jangan sampai ketidaksukaan membuat kita kehilangan akal sehat.

Kategori :