JAKARTA, DISWAY.ID – Kerusuhan demo Albania meluas sejak digelar 6 hari lalu, namun Perdana Menteri tolak mundur.
Aksi protes yang dipimpin oleh mahasiswa di Albania ini menuntut agar Perdana Menteri Edi Rama mengundurkan diri.
Pihak Perdana Menteri menyampaikan jika dirinya tidak akan mundur dan demonstrasi ini bukan merupakan ancaman bagi pemerintah, melainkan ancaman terhadap ambisi Albania untuk bergabung dengan Uni Eropa.
"Bukan saya yang ditantang, bukan pula pemerintah, bukan pula mayoritas pemerintahan atau partai pemenang pemilu yang ditantang, melainkan sebuah jalan yang sedang ditantang, sebuah misi yang sedang ditantang," ujar Rama dilansir dari dw.com.
"Masyarakat Albania harus berpikir dengan sangat jernih, Apakah mereka menginginkan ini, menginginkan itu, atau apakah mereka menginginkan Uni Eropa?" tanya Rama.
BACA JUGA:Albania Tunjuk AI Jadi 'Menteri' Anti-Korupsi, Komdigi Soroti Peluang dan Risiko
Rama juga menegaskan jika dirinya tidak akan mundur dan menyebut bahwa protes tersebut merupakan ‘ulah pihak luar’.
Sebelumnya, Rama juga menyampaikan jika pergantian pemerintahan seharusnya dilakukan melalui pemilihan umum.
Diketahui jika aksi demonstrasi yang dipimpin oleh mahasiswa ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap dugaan korupsi pemerintah, pengangguran dan standar pendidikan yang buruk.
Bentrokan Berlanjut Antara Pengunjuk Rasa dan Polisi
Pada hari Minggu 18 Oktober, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan Kementerian Pendidikan, dan meneriakkan ‘Rama mundur!’.
Mereka juga melemparkan batu ke arah polisi antihuru-hara dan pihak kepolisian merespons dengan menembakan gas air mata, peluru karet serta menyiram demonstrasi menggunakan meriam air.
Protes ini terjadi di saat yang sulit bagi Albania, di mana negara tersebut termasuk dalam kelompok negara Balkan yang tengah berupaya untuk bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2030.
BACA JUGA:Pertama di Dunia! Albania Angkat 'Menteri AI' untuk Berantas Korupsi, Ini Detail Tugasnya
Sedangkan Komisi Eropa pada hari Minggu lalu mengutuk penggunaan kekerasan di Tirana maupun kota-kota lainnya.