Sibuk Menoleh, Lupa Melangkah

Sibuk Menoleh, Lupa Melangkah

Sibuk Menoleh, Lupa Melangkah (Ilustrasi mengandung AI)--

"Membaca Al-Insyirah Ayat 7–8 di Tengah Politik yang Tak Mau Move On".

Ada nasihat Al-Qur’an yang pendek, tetapi daya tegurnya panjang. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Insyirah ayat 7:

Fa iżā faragta fanṣab.

BACA JUGA:Krisis Kosakata Membatasi Kecerdasan Bangsa

“Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain.”

Ayat berikutnya menyambung dengan pesan yang tidak kalah penting:

Wa ilā rabbika fargab.

“Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”

Dua ayat ini sesungguhnya mengajarkan seni menjalani kehidupan: menyelesaikan sesuatu, lalu melanjutkan perjalanan. Hidup bukan tempat untuk terus-menerus berdiri di depan pintu yang sudah tertutup.

BACA JUGA:Darah Muda, Darah Viral

Ada pintu lain yang perlu diketuk, ada pekerjaan yang menunggu diselesaikan, dan ada masa depan yang tidak mungkin dibangun dengan terus menoleh ke belakang.

Namun, dalam kehidupan politik kita, tampaknya masih ada sebagian pihak yang belum sepenuhnya menutup satu babak politik. Pilpres telah berlalu, pemerintahan telah berganti, tetapi suasana kompetisi seolah-olah belum benar-benar berakhir.

Kotak suara sudah ditutup, tetapi perdebatan masih terus berlangsung. Hasil pemilihan sudah menjadi bagian dari sejarah, tetapi sebagian pihak masih mengangkat kembali berbagai persoalan yang muncul selama kontestasi di ruang publik.

Ada  perbedaan mendasar antara kritik yang berorientasi pada perbaikan dan perdebatan yang terus berputar pada persoalan lama. Kritik bergerak menuju perbaikan, sedangkan perdebatan yang tidak produktif cenderung berhenti di tempat yang sama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait