Pasar Elektronik RI Ramai Merek China, Aucma Ungkap Strategi Hadapi Persaingan dan Daya Beli

Senin 19-10-2026,21:33 WIB
Pasar Elektronik RI Ramai Merek China, Aucma Ungkap Strategi Hadapi Persaingan dan Daya Beli

Aucma memilih melihat besarnya potensi pasar Indonesia sebagai peluang bisnis jangka panjang.--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID – Persaingan pasar elektronik rumah tangga di Indonesia semakin ramai dengan masuknya berbagai merek asal China.

Di tengah kondisi tersebut, Aucma memilih melihat besarnya potensi pasar Indonesia sebagai peluang bisnis jangka panjang.

Sales Director PT Aucma Indonesia Electrical sekaligus Deputy GM Aucma Industry, Lucien Tong, mengatakan Aucma sebenarnya telah hadir di Indonesia sejak era 2000-an.

Namun, selama ini bisnisnya lebih berfokus pada produk pendingin komersial yang dipasarkan melalui mitra bisnis.

"Aucma sebenarnya sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2000-an, tetapi kami lebih berfokus menjual produk untuk kebutuhan komersial," ujar Lucien saat ditemui di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

BACA JUGA:Cari Kulkas atau AC? Aucma Produsen Elektronik Asal China Mulai Bidik Pasar Rumah Tangga Indonesia

Produk Aucma selama ini dipasok melalui jaringan mitra ke supermarket dan minimarket, terutama untuk kategori showcase cooler, showcase freezer, dan chest freezer.

Sebagian produk juga diproduksi di pabrik Aucma di China untuk kemudian dipasarkan menggunakan merek lokal milik mitra bisnis.

Kini, perusahaan mulai membuka jalur distribusi baru melalui jaringan toko elektronik ritel. Langkah tersebut sekaligus menandai upaya Aucma memperluas pasar dari segmen business-to-business (B2B) menuju business-to-consumer (B2C).

BACA JUGA:Hasil Kajian Internasional Telusuri Hubungan Rokok Elektronik dan Diabetes

Indonesia Jadi Pasar Potensial

Lucien menjelaskan, salah satu pertimbangan perusahaan memperluas bisnis di Indonesia adalah besarnya populasi dan potensi pasar di Tanah Air.

Menurut dia, Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi perusahaan elektronik yang ingin mengembangkan bisnis di kawasan Asia Tenggara.

Pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri makanan, serta bisnis makanan beku juga dinilai membuka peluang bagi produk pendingin komersial.

"Indonesia memiliki populasi dan pasar yang besar, terutama di kawasan Asia Tenggara. Potensinya juga cukup baik. Itu menjadi salah satu alasan kami masuk ke pasar Indonesia," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait