700 BUMN Bakal Ditutup hingga Desember 2026, Perusahaan Merugi Jadi Sasaran!

Jumat 23-10-2026,22:00 WIB
Reporter : Derry Sutardi
Editor : Derry Sutardi

Dengan demikian, konsolidasi BUMN menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperbaiki kinerja perusahaan negara. 

Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada pelaksanaan kebijakan, keterbukaan informasi, dan kemampuan pemerintah memastikan bahwa efisiensi tidak mengorbankan pelayanan publik.

Pemerintah Kaji Puluhan IUP untuk Memastikan Cadangan Sumber Daya Alam

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung upaya pemerintah menelusuri potensi cadangan sumber daya alam Indonesia.

Ia mengatakan kajian pemerintah tidak hanya berfokus pada lima izin usaha pertambangan (IUP) yang sebelumnya disebut memiliki cadangan bernilai besar. Pemerintah juga tengah mengejar kajian terhadap puluhan IUP lainnya.

Menurut Prabowo, studi internasional diperlukan untuk membantu memastikan besaran cadangan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

“Jadi ini contoh yang saya katakan, kita tadi saya hanya bicara 5 IUP, masih puluhan IUP yang sekarang kita sedang kejar untuk dapat apa, studi-studi internasional untuk meyakinkan cadangan kita berapa,” ujarnya.

Kajian tersebut dinilai penting karena informasi mengenai besaran cadangan dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan pengelolaan sumber daya alam.

BACA JUGA:Prabowo Akui Program MBG Masih Banyak Kekurangan, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat!

Data yang lebih terukur juga dapat membantu pemerintah mengevaluasi potensi ekonomi, penerimaan negara, dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan nasional.

Meski demikian, Prabowo belum merinci nama seluruh IUP yang sedang dikaji maupun hasil akhir studi internasional yang dimaksud.

Menutup pernyataannya mengenai arah pembangunan nasional, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki pengelolaan ekonomi di tengah berbagai tantangan.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia harus mampu menjaga kepentingan nasional sekaligus membangun hubungan persahabatan dengan negara-negara lain.

“Jadi Saudara-saudara terus-menerus kita perbaiki ekonomi kita. Banyak tantangan, banyak yang ganggu. Bangsa Indonesia dari dulu diganggu. Banyak yang nggak suka. Konsep Indonesia banyak yang nggak suka, dari sejak lahirnya kita,” kata Prabowo.

Presiden menambahkan bahwa Indonesia ingin menjalin hubungan baik dengan seluruh negara. Namun, sikap terbuka tersebut tetap harus diiringi kewaspadaan dalam menjaga kepentingan bangsa.

“Karena Indonesia ingin menjadi sahabat dari semua negara, ya. Tapi ya kita perlu waspada,” tuturnya. (*)

Kategori :