Prabowo Akui Program MBG Masih Banyak Kekurangan, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat!

Jumat 23-10-2026,21:24 WIB
Prabowo Akui Program MBG Masih Banyak Kekurangan, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat!

ILUSTRASI Mengawal Kebijakan MBG Prabowo: Kritik, Tata Kelola, dan Masa Depan Bangsa.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi banyak kekurangan. 

Ia meminta pengawasan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang bermasalah diperketat agar program unggulan pemerintah tersebut berjalan sesuai tujuan, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.

Prabowo menegaskan, MBG merupakan program strategis yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda. Karena itu, berbagai persoalan dalam pelaksanaannya harus dievaluasi dan ditangani secara serius.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang membahas dua tahun pemerintahan pada Rabu, 21 Oktober 2026, Prabowo memaparkan sejumlah langkah penindakan yang telah dilakukan terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran dalam program MBG.

BACA JUGA:KLH Gandeng MUI Perkuat Gerakan Tobat Ekologis, Perusahaan Perusak Lingkungan Terancam Pidana

Menurut Prabowo, sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, 203 orang telah diperiksa oleh Kejaksaan Agung, sedangkan 353 orang diberhentikan dengan tidak hormat.

“MBG strategis, MBG vital, banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Kita akui. 13 orang sudah ditetapkan tersangka, 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung. Sudah diberhentikan dengan tidak hormat 353 orang,” kata Prabowo, dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang menjangkau kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. 

Namun, Prabowo menekankan bahwa upaya pembenahan tidak boleh berhenti pada pemeriksaan yang sudah berjalan.

Selain pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung, Prabowo mengungkapkan bahwa sebanyak 2.600 orang masih menjalani proses pemeriksaan oleh Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia meminta jajaran terkait bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran. Menurutnya, pembenahan harus dilakukan agar pihak yang bertanggung jawab atas persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat ditindak sesuai ketentuan.

“Dalam proses diperiksa Inspektorat BGN 2.600 orang. Jangan ragu-ragu ya. Pecat, bersihkan sampai bersih ya. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengawasan menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menjalankan program MBG. 

Pemeriksaan terhadap ribuan orang di lingkungan pelaksana program juga menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap tata kelola dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: