JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus melakukan pembenahan besar-besaran terhadap badan usaha milik negara (BUMN).
Hingga 22 Oktober 2026, pemerintah mengklaim telah mengonsolidasikan, menutup, atau merampingkan sekitar 364 BUMN dari total 1.074 perusahaan yang sebelumnya tercatat.
Langkah tersebut belum berhenti. Prabowo menargetkan jumlah BUMN yang ditutup atau dirampingkan mencapai 700 hingga Desember 2026.
Perusahaan yang menjadi perhatian utama adalah badan usaha yang dinilai tidak efisien, terus mengalami kerugian, atau diduga membuat laporan keuangan palsu.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pembuka dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurut Prabowo, penyederhanaan struktur BUMN merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan perusahaan negara memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Dari total 1.074 BUMN, pemerintah telah menyelesaikan konsolidasi dan perampingan terhadap sekitar 364 perusahaan. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat secara signifikan sebelum akhir tahun.
“Dari 1.074 BUMN kita sudah konsolidasi, sudah tutup, streamlining kurang lebih 364 ya, sampai tadi malam. Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 akan kita tutup,” ujar Prabowo.
BACA JUGA:PT TIMAH Kantongi Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri untuk Perkuat Likuiditas
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah ingin memusatkan pengelolaan BUMN pada perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Perusahaan yang terus merugi menjadi salah satu sasaran evaluasi. Pemerintah ingin menghindari pengelolaan badan usaha yang membebani keuangan negara tanpa memberikan hasil yang sepadan.
Presiden juga menyebut langkah efisiensi yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil. Menurutnya, terdapat sejumlah perusahaan yang sebelumnya kesulitan memperoleh keuntungan, tetapi kini mampu mencatatkan laba.
Bahkan, Prabowo menyebut kenaikan keuntungan sejumlah perusahaan mencapai ratusan persen.
“BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup. Yang tadinya tidak bisa untung sekarang sudah untung. Ada yang untung 900%, ada yang 200%, ada yang 300%. Kita bertekad sekarang untuk efisiensi,” katanya.
Meski demikian, Prabowo tidak menyebutkan secara terperinci nama perusahaan yang mengalami kenaikan keuntungan tersebut. Ia juga tidak menjelaskan dasar perhitungan persentase kenaikan laba yang disampaikan dalam sambutannya.