Petir Agrinas

Petir Agrinas

Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Saya dikirimi satu lembar diagram. Sifatnya rahasia. "Tolong jangan share ke siapa pun," ujar pengirimnya.

Pengirimnya: petir.

Bukan petir. Ia adalah Joao Angelo de Sousa Mota –dirut PT Agrinas Pangan Nusantara yang mulai hari ini saya beri gelar Sang Petir.

Saya segera membaca diagram yang dikirim tanpa narasi satu kalimat pun itu. Dengan bentuk yang hanya diagram saya justru lebih paham isinya. Memang itu data mati tapi lebih jujur –tidak ada bumbu provokasinya. Data mati tapi penuh kehidupan di dalamnya.

Sebagian ini diagram itu, sehari kemudian, ternyata ia ungkapkan dalam wawancara eksklusif dengan Uni Lubis di IDN Times.

Uni adalah wartawan senior yang meski sudah jadi bos tapi tetap aktif melakukan wawancara sendiri.

Uni mengirim hasil wawancara itu ke saya kemarin sore. Lalu saya bandingkan isinya dengan diagram yang dikirim sehari sebelumnya.

Akhirnya saya tahu skenario di balik Petir India dan Petir Ngambek di Disway dua edisi yang terdahulu.

"Agrinas Pangan yang akan menjalankan operasional 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Joao kepada saya. "Selama dua tahun pertama," tambahnya. "Setelah semua ekosistem berjalan lancar kita serahkan ke pengurus koperasi," katanya.

Mendengar penjelasan itu saya serasa tersambar petir. Koperasi tapi dijalankan oleh Agrinas. Total. Sejak pembangunan kantor, gudang, dan gerainya, sampai ke penyediaan kendaraan operasional. Bahkan sekalian yang menjalankan koperasinya.

Tapi petir ketiga ini bukan lagi membuat saya pusing. Itu membuat saya terbangun: saya harus bisa melihat sisi baiknya. Bahwa Koperasi Desa Merah Putih ini bukan coba-coba. Ini serius banget. All out. Kilat. Masif.

All out karena anggaran jumbo bengkaknya sudah disediakan –lewat pinjaman bank BUMN. Cicilannya dibayar dari dana desa.

Kredit itu sudah mulai benar-benar dicairkan. Uang membangun kantor, gudang, dan gerai. Juga untuk uang muka mobil India. Kilat. Tahun ini sudah harus jalan.

Bahwa pengurus koperasi desa belum ada yang siap tidak jadi hambatan. Koperasi dijalankan dulu oleh Agrinas Pangan. Jalan pintas. Whoosh!

Ini sangat masif karena yang ditangani hulu-hilir. Termasuk distribusi dan logistiknya.

Setelah mendengar penjelasan itu saya tidak mampu lagi menyusun daftar pertanyaan. Saya hanya kirim doa kepada Joao: "Semoga Tuhan memberkati Pak Joao sekeluarga. Aamiin".

Rupanya Joao menangkap keraguan saya di balik doa itu. Maka ia perlu meyakinkan saya. "Sesuai SOP dan sistem yang kami siapkan, koperasi ini akan berjalan dengan semi autopilot," katanya. Maksudnya: pakai sistem modern ber-AI.

Bahwa seluruh bangunan ditangani Agrinas Pangan saya tidak terlalu kaget. Agrinas Pangan adalah penjelmaan dari Yodya Karya –yang punya keahlian pekerjaan sipil dan ME. Ketika masih Yodya sudah biasa punya banyak proyek di pelosok-pelosok.

Tapi bahwa akan mengoperasikan seluruh 80.000 koperasi, dari mana kemampuannya? Sebagian, itu tadi, diselesaikan lewat sistem. Berarti kini sedang disiapkan sistem besar dengan melibatkan artificial intelligence. Agrinas punya war room. Berarti Agrinas Pangan akan seperti Alfamart atau Indomaret tapi di desa-desa.

Joao sendiri kepada Uni mengatakan, "Ini koperasi plus plus". Disebut plus plus karena punya gerai eceran. Punya marketplace juga. Gerai itu termasuk akan menjual kue produksi ibu-ibu di desa. Yang utama tentu menyalurkan barang-barang bersubsidi seperti gas 3 kg dan pupuk.

Itu yang membuat koperasi direncanakan pasti untung. Dan karena itu tidak takut punya pinjaman besar, termasuk untuk membeli kendaraan: satu koperasi beli satu pikap, dua motor gerobak roda tiga, dan satu truk enam roda.

Agrinas yang membelikan semua kendaraan itu. Ternyata tidak semua dari India. Yang 105.000 dari India, yang 45.000 dari dalam negeri (Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi).

Yang sudah mendapat uang muka adalah yang India. Itu karena pabrikan di sana harus mengubah sistem produksi agar bisa mencapai target. India minta kepastian –dibuktikan lewat pembayaran uang muka. Jangan sampai telanjur mengubah pabrik pesanan batal.

Maka ini akan seperti Makan Bergizi Gratis. Begitu ada aba-aba ''Siaaaaaap!'' langsung ada yang ''graaak!'' Artinya, biar pun jutaan anjing riuh menggonggong, MBG harus berlalu. Pun Agrinas ini. Berarti Joao juga harus siap-siap mendapat Bintang Mahaputera.

Joao sendiri sudah punya pengalaman mengelola pertanian di perdesaan di pedalaman NTT. Istrinya juga punya pengalaman menjadi distributor. Rupanya Joao ingin menjadikan apa yang ia lakukan di NTT ke skala nasional. Ditambah plus plus.

Rupanya Joao sudah lama memendam pemikiran itu. Jangan-jangan sudah sejak lama pula dimatangkan dalam pembicaraan pribadi dengan Prabowo. Sejak sama-sama berjuang memikirkan ekonomi petani di desa. Joao sahabat dekat Prabowo. Sampai sekarang. Dalam sidang-sidang di Istana Joao sering ikut serta –tidak mungkin itu hanya sebagai dirut cucu perusahaan Danantara.

Rupanya konsep besar itu pula yang pernah diajukannya ke Danantara. Yakni setelah Joao ditunjuk sebagai dirut Agrinas Pangan Nusantara.

Maka enteng saja ia ngambek minta berhenti ketika Danantara tidak kunjung menyetujuinya.

Kini konsep itu sudah disetujui –tidak penting lagi disetujui oleh siapa pun. Joao langsung berlari cepat. Otaknya sudah penuh dengan rencana. Ia bukan dirut yang baru mengadakan rapat perencanaan setelah dilantik. Ia sudah punya konsep matang sejak Agrinas Pangan belum ada.

Ini proyek besar. Pekerjaan besar. Kalau ini sukses, memang akan jadi petir beneran: petir menghidupkan ekonomi di desa. Kalau gagal ia akan jadi petir untuk perekonomian nasional.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 28 Maret 2026: Imlek Banteng

Johannes Kitono

Cap Go Meh.

CGM tahun 2026 ini jatuh pada hari Selasa 3 Maret. Wamen Irene Umar dan juragan Disway bisa berkunjung ke Singkawang. Di kota toleransi inilah Festival CGM dirayakan dengan meriah. Naga, Barongsai dan ratusan Ta Tung berparade pamer kesaktiannya. Barongsai bersalto sambil menangkap Angpao. Pemegang Mutiara Naga meliuk liukmenggoda dekat kepala Naga. Para Tatung yang duduk diujung golok tajam sambil ditandu. Diiringi bunyi tambur dan kebasan air keramat pengusung. Pipi di tembus jarum tajam jari jari ban sepeda. Aneh, tidak terlihat keluar darah. Para Tatung yang kesurupan tubuhnya bergetar dengan mata merah. Tatung tidak semuanya laki laki. Ada juga cewek cantik yang duduk diatas golok bunga teratai. Mewakili Dewi Kwan Im. Para Tatung harus bersojarespek pada Kwan Im yang welas Asih. Kalah hirarki. Kalau tidak bisa kualat dan pantat ditembus golok. Terkadang ada Tatung etnis Dayak. Dipanggil Datok dan dengan sadis gigit leher anak anjing. Menteri HAM Pigai tidak bisa protes karena itu bukan manusia. Sebaiknya adegan gigit anak anjing didelete saja. Pada hari penutupan Imlek ini hotel hotel di Singkawang penuh. Jauh hari sudah dibooking turis lokal dan mancanegara. WalikotaTjhai Chui Mie pasti kasih karpet merah kalau Wamen dan Juragan Disway. Mau ikut merayakan CGM di sana. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Juve Zhang

@Liam then ....solar panel Made in Indonesia kena Tariff 104% sama saja dilarang masuk Amerika.....cuma akal bulus dikerjain trumpet..... Suruh beli jagung bakar....nasi mahal kebuli...kedelai tahu.... LPG minyak mentah....dll....cuma Amerika yg jualan model negara preman dan negara gak laku....negara miskin..... Tiongkok jualan gak ada main paksa ....pembeli antrian....semua pemimpin Macron merzh Jerman...Mark Kanada datang jualan tapi gakmain paksa....kanselir Jerman sekarang di Beijing senang 150 Airbus laku dibeli Beijing....makanya semua Kow Tow ke suhu Xi Jin Ping yg Kaya Raya banyak Duit....mereka jualan yg T memang mau dan perlu.....

Kujang Amburadul

Buat bapak2 yg hobi nanya2 ke AI dan merusuh melalui pikiran AI.

Kayaknya kita belum pernah mendapat komentar AI langsung atas tulisan Abah di CHDI

Jadi tolong dikopikan tulisan Abah satu episode ini plek blek, trus minta AI untuk mengomentari.

Kalau komentar AI atas tulisan harian Abah DI itu kita nilai lucu (entah apa definisi lucu jawaban/komentar AI ini).

Bolehlah dia kita jadikan anggota dng status perusuh kehormatan dan Abah kasih kartu anggota khusus.

Terimakasih.

Liam Then

Sekilas atmosfer Imlek dari Pontianak.

Ada yang baru di perayaan Imlek tahun ini.

Di sepanjang jalan Gajah Mada, yang setiap tahun menjelang imlek sampai Cap Goh Meh yang selalu penuh bergantung lampion merah, tahun ini disanding lampion ketupat warna hijau pupus.

Trus terang , waktu pertama kali lihat senang sekali rasanya. Ini kejadian langka. Imlek 2026 jatuh tepat sehari sebelum masuk bulan Ramadhan.

Waktu malam peralihan imleknya, sepanjang jalan Gajah Mada, tumplek blek ribuan orang, nikmati ledakan kembang api, yang waktu peralihan tahun baru 2026 direm oleh Pemda karena kondisi bencana banjir di Sumatera. Tukang parkir di Pontianak, dapat angpau rutin istimewa malam itu. Bayangkan saja, Rp.5000/motor.

Dua tiga tahun kedepan, pemandangan istimewa lampion merah dan lampion ketupat hijau pupus bersanding di Jalan Gajah Mada, masih akan jadi pemandangan.

Tahun 2027 Imlek 6 Februari, awal Ramadhan kira-kira 8-9 Februari.

2028 lebih dekat lagi, Imlek 26 Februari, Awal Ramadhan 26 Februari.

Paling istimewa 2029, Imlek 13 Februari, Idul Fitri 15 Februari , ketemu. Kejadian langka 30 tahun sekali. Khusus 2029 Imlek , hari Valentine, Idul Fitri, berturut-turut tiba. Sungguh istimewa.

Semoga kondisi ekonomi RI 2029 nanti juga istimewa, bukan kejadian langka. Sehingga semua orang makin gembira.

Lagarenze 1301

Dari Waterloo, jadi Lapangan Singa, kemudian Lapangan Banteng. Next jadi Lapangan Gajah.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TAMAN BANTENG,

LAPANGAN IKADA..

Zaman Belanda, namanya Waterlooplein. Lapangan militer. Tegas. Dibentuk pada era Herman Willem Daendels. Sepatu bot lebih akrab dari bangku taman. Orang datang untuk baris-berbaris. Santai? Itu belum jadi kebiasaan.

Masuk zaman Jepang, kawasan ini dikenal sebagai Lapangan Ikada. Singkatan dari Ikatan Atletik Djakarta. Nama sipil. Rasa tetap militer. Upacara, komando, dan sunyi yang disiplin. Publik hadir, tapi suasana seperti menahan napas.

Awal kemerdekaan, nama berubah lagi. Menjadi Lapangan Banteng. Makna ikut longgar. Dari barak ke ruang kota. Dari diperintah ke diundang. Orang jogging. Anak-anak berlari. Sejarah masih berdiri, tapi tidak lagi galak. Nama boleh berganti. Fungsi boleh berubah. Yang penting, kini lapangannya memberi ruang untuk napas panjang. Kadang, kemerdekaan terasa paling nyata saat rumput boleh diinjak tanpa izin.

Johannes Kitono

Reuni Durian. Ini kedua kalinya alumni ( 65-68 ) SMP Bruder Singkawang reuni. Kali ini di rumah bro Yustinus di Bogor. Yus dan Mery isterinya sudah siapkan Durian Musangking dari kebun didepan rumah. Usman bawa Cukiok dan ayam Nanking.Martinus bawa Mimi, isterinya yang Durian maniak. Sun Tjen, juragan Sak Kok bawa kartu Flazz dan selaipisan.Hendra Djong bawa doa dari isteri yang jaga Apart. Jeka dengan Fortuner bawa mereka langsung ke Bogor. Usman copilot ke TKP. Walakin KTP Bogor tapi masih tetap nyasar juga.Ogah pakai Google map,cuma andalkan instink Pramuka. Cerita sambil makan penuh nostalgia. Yustinus kerja di Barito 30 th yang shio Naga dengan ramah melayani tamunya. Saat Mery dan Yus nikah di Surabaya Usman jadi saksinya. Dr Philip ( alm ) abang Mery seangkatan dengan Dr Hubertus KH ( alm) dan Dr Frans Barlianto , jawara Pingpong. Sun Tjen mantu Guru Lo Kim Lin ( alm ), God Father jeka. Beliau punya buku katekismus tri bahasa, Indonesia, Holland dan Hakka. Buku itu di bakar pasca G 30 S,takut. Sambil guyon cerita bahwa guru LKL punya 10 orang anak perempuan. Siang malam berdoa minta dikasih anak laki. Lahirlah Lo Djan Sian ( alm ) , anak bungsu seangkatan dengan yang reuni. LDS adalah Fotografer top yang hasil jepretnya sering dimuat di harian Kompas. LDS juga yang pertama kali ajak jeka merokok dibawah pohon kelapa. Sun Tjenmasih ingat saat susah. Makan nasi putih Cu Kong dan Abon Usman,tidak usah pulang Sak Kok.Musangking enak apalagi petik dari depan rumah. SSHB

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

"SAYA BUKA

SELURUH KANCING BAJU"..

Begitu tlis pak Dahlan di CHDI hari ini.

###

Waduh.

Jadi membayangkan yang enggak-enggak..

Padahal konteksnya cuma biar santai di rumput.

Tapi kalimatnya memang “berani”.

Pak Dahlan itu kadang seperti sengaja menulis satu kalimat yang bikin pembaca berhenti, lalu senyum sendiri.

Itu teknik lama: bikin adegan terasa dekat secara fisik.

Bukan soal baju.

Tapi soal suasana.

Dari pejabat, acara resmi, lampion… tiba-tiba jadi manusia biasa yang kepanasan dan ingin nyaman.

Imajinasi pembaca terlabju berlari, padahal realitasnya sederhana.

Duduk lesehan.

Dengar musik.

Selesai.

Kalau sampai kebayang yang aneh-aneh, berarti kalimatnya sukses.

Bukan membuka baju.

Tapi membuka ruang tafsir.

Dan pembaca ikut “terbuka” juga… minimal kancing imajinasinya..

Komentator Spesialis

Wawancara dengan si pembohong di sebuah stasiun TV :

Saat ini kapasitas produksinya baru 200 kendaraan per bulan. Sudah dipesan 6000. Jadi kalau mas Tomy beli sekarang, indent nya sekitar 5 tahun. Wkwkwk.....

Lalu mas Tomy nya didapuk jadi dubes.

Tiga Pelita Berlian

OOT ... Masih ttg Pak Joao .. saya kok jadi senang dgn cara beliau "menabok" para direktur marketing pabrik mobil dalam negeri dgn mobil india nya ya . Hehe .

Bahkan sekelas menteri perindustrian merasakan kerasnya "tabokan" tersebut sehingga bereaksi keras utk menangkis.. tapi sdh terlambat. Mantap Pak Joao

Seklangkong

Hendri Ma'ruf

Saya mesti mengritik pak Dahlan. Kebiasaan menulis "Anda belum lahir" hampir selalu ditemui setiap harinya. Hari ini ada di paragraf ini:

"Tentu saya punya kenangan khusus di Lapangan Banteng. Tahun 1975. Ketika Anda dan Anda belum lahir. Lapangan itu masih kumuh.Masih jadi pusat terminal bus kota Jakarta."

Memangnya kenapa pak kalau saya hari di 1980? (Btw Hendri Ma'ruf lahir 1955) Tolong ganti kata-kata "Ketika Anda belum lahir" itu dengan "Rasanya Anda belum sempat mengalami." Jadi itu lebih egalitar dan lebih nyaman dibaca.

Saya sampai tanya ke CoPilot (salah satu AI). Jenis tulisan apa sih yang seneng banget nulis frasa beberapa kata bahkan dua kata saja. Dijawab: "It sounds like the article you read leaned heavily on this device, which works well in moderation but can become grating when it's the dominant style. Personally, I think the best writers use these short burst sparingly--like seasoning--rather than as the main dish."

Murid SD Internasional

Saya pernah baca sebuah laporan wawancara ekslusif dari Business Insider di tahun 2007. Perihal kenapa orang-kaya / orang-berbakat-kaya / triliuner / konglomerat, rata-rata memilih wanita yang tidak terlalu cantik, untuk dijadikan istri.

Inteligensi.

Pertimbangan utamanya adalah itu.

Bahasa kasarnya: "this woman is MORE THAN USEFUL, and MAKES my life much EASIER, and I CAN TRUST her based on that trait only".

Lalu saya tanya kepada seorang Paman saya yang kaya-raya tapi tidak memilih istri yang cantik 7i tapi memilih yang... biasa-biasa saja. Begini jawaban Paman saya:

"Wanita kalau CUMA andalkan cantik fisik saja, dia akan menjadi LIABILITAS, bagi kamu. TIDAK BERGUNA saja sudah parah, lha ini, malah jadi LIABILITAS pula. Kami tidak pilih wanita model begitu untuk dijadikan partner hidup".

Jadi kalau saya boleh ikut menilai, kenapa Pak Dahlan Iskan jarang -- atau bahkan tidak pernah -- memuji kecantikan Galuh Banjar, bisa jadi area pujian Pak Dahlan Iskan bukan di ranah fisik, melainkan di ranah inteligensi Galuh Banjar, atau di ranah sifat keibuannyaGaluh Banjar, atau di ranah humornya Galuh Banjar, atau di ranah kebijaksanaannya GaluhBanjar, pokoknya bukan di ranah yang sifatnya superfisial seperti kecantikan fisik, yang bisa luntur seiring bertambahnya usia.

Leong Putu

Sadis...Brutal...

Sepanjang 3000an edisi CHD, sudah banyak kali dan sungai Pak Bos memuji wanita lain dengan 5i - 7i, tapi seingat saya tak sekalipun Pak Bos pernah memuji Galuh Banjar, walau hanya sebagai cameo saja.

Misal :"suatu ketika saat masih jadi wartawan magang kere di Samarinda, saya dapat tugas meliput suatu acara, waktu itu saya terpana dengan satu sosok, seorang gadis, i nya gakbanyak memang, pas-pasan tapi saat sesapuan pandang kami terpaut, feeling saya berkata: dia belahan jiwaku, akan kukejar sampai dia jadi istriku".

Nah, nulis gitu apa susahnya?

#wani_Pak Bos

Ardi Suhamto

Copet, tipu, bentak, tinju, teriak, tangis, lenguh

Bagian terakhirnya suspicious.. coba dulu dituliskan, yg ada abah ga jd sesuatu di Jawa Pos, tapi jd sesuatu di Lampu Merah. Hahaha

Tiga Pelita Berlian

Apakah Pak Soekarno layak disebut sebagai Bapak Patung Indonesia? Saking besarnya perhatian beliau thd seni patung . Jadi selain Bapak proklamator, sematkan pula predikat Bapak Patung Indonesia .

Seklangkong

Murid SD Internasional

Wooahh... ada Bu Wani Sabu pula? Luar biasa. SMA - S1 - S2 di Indonesia, tapi bisa meraih tampuk kursi EVP di Bank BCA. Berkiprah 30 tahun di Bank BCA. Pencetus dan penggagas Halo BCA, fasilitas / layanan superior yang membuat saya -- dan puluhan juta nasabah di Indonesia -- betah dengan Bank BCA.

Catatan penting: Komposisi pekerja perempuan di BCA mencapai 61%, dengan lebih dari 60% pejabat eksekutif -- termasuk posisi Executive Vice President seperti yang dipegang Bu Wani -- diisi oleh perempuan. Dengan itu, Bank BCA menjadi bank swasta nomor 1 di Indonesia. Semakin menguatkan thesis saya bahwa perempuan itu secara analytical lebih jenius dibanding laki-laki.

Tetangga saya sampai testimoni: "Saya pernah panik waktu m-Banking BCA saya trouble karena ganti nomor. Saat yang sama ada transaksi yang harus segera dilakukan. Dalam hitungan kurang dari 30 menit, semua urusan terselesaikan. Beda dengan salah satu bank pelat merah. Mau ganti nomor HP saja harus ke cabang dan ke ATM, dan m-Banking nyakena potong pulsa, nggak tanggung-tanggung potongnya gede banget. Halo BCA harus jadi role-model bagi seluruh perusahaan berbasis layanan".

Maka, andaikan - misalkan - umpama, saya bisa berkesempatan duduk bersantap makan semeja dengan Bu Wani Sabu selama 15 menit saja, saya hanya ingin bertanya polos: "Apa... the unspoken cost of excellence dari Halo BCA karya Anda? Dan apa... yang hilang dari diri Anda... di proses masif berdarah-darah tersebut?"

Taufik Hidayat

Abah DI cerita tentang kondisi Lapangan Bantengvyang pernah jadi terminal bus pada thn1970 an, saya juga jadi ingat pertama kali menginjakkan kaki di jakarta di tahun 1975. nah yang saya ingat adalah bukan hanya bis dalam kota, terminal lapangan Banteng juga melayani bus antar kota. Masih ingat naik bis ke Yogya tiketnya 2200 rupiah. Tidak lama kemudian kalau tidak salah thn 1976 atau 1977 . Terminal bus antar kota yang ke Jawa pindah ke Pulogadung . Tahun 1980 an Lapangan Banteng sudah menjadi taman kotak tapi konon kalau malam agak seram. TApi Hotel Borobudur memang sudah ada sejak 1975 dan Emilia Contessa pernah merayakan HUT di sana. Hotel ini punya kola renang yah ukuran olimpik, pernah ada Health centre Clark Hatch dan juga ada Musro di pokoknya. Kantor saya (kantor pusat) juga pernah di hotel ini..

hanya yotup

Dari kisah baju batik merah ini, kita dapat pelajaran: biasakan pakai kaus dalam. Warna loreng garis² pun boleh. Sehingga saat ada acara dadakan, bisa berguna sebagai pengganti baju utama. Terutama saat acara di lapangan berumput

Ima Lawaru

Kalau mau tahu apa yang sedang viral plus terupdate di dunia, jangan baca tulisan Abah. Tapi baca komentar peurusuh.

Saya bisa tahu booming-nya Pandji Pragiwaksono, itu karena komentar perusuh.

Saya kira kelak Abah akan nulis tentang Pandji, tapi nggak juga.

Padahal seorang Pandji bisa membuat se-Indonesia heboh lho.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SAYA IKUT IKUT PEMILU PERTAMA TAHUN 1977,

TAPI MELIPUT PEMILU SEJAK 1971..

Saya pertama kali ikut Pemilu tahun 1977, saat tinggal di Ambon

Tetapi saya sudah meliput Pemilu sejak 1971.

Berita tulisan saya tentang Pemilu 1971 dimuat di:

1). Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta.

(Tanpa nama saya).

2). Harian El Bahar Jakarta.

(Dengan kode saya sebagai koresponden:

DTY-66).

3). Majalah Semangat, terbitan Kanisius.

Berupa wawancara dengan Mochtar Lubis.

(Nama saya sebagai pewawancara ditulis lengkap).

###

Yang lama-lama saya ingat.

Bahkan nomor ujian saya saat SD, saya masih ingat.

Yaitu: J-7276.

Kalau sekarang, naruh kacamata, kunci dan HP - sudah sering lupa.

He he..

Sri Wasono Widodo

Pada Pemilu 1977 tiga propinsi "masih" dimenangkan oleh PPP yaitu DKI Jakarta, Kalsel dan Aceh. Tragedi perang batu antara massa Golkar dan massa PPP terjadi 18 Maret 1982. Pada Pemilu 1982 itu Golkar akhirnya berhasil memenangkan suara di DKI Jakarta dan Kalsel. Sedangkan Aceh tetap dimenangkan PPP.

Sri Wasono Widodo

Pada Pemilu 1977 tiga propinsi "masih" dimenangkan oleh PPP yaitu DKI Jakarta, Kalsel dan Aceh. Tragedi perang batu antara massa Golkar dan massa PPP terjadi 18 Maret 1982. Pada Pemilu 1982 itu Golkar akhirnya berhasil memenangkan suara di DKI Jakarta dan Kalsel. Sedangkan Aceh tetap dimenangkan PPP.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Saya beruntung pernah one-on-one dengan Irene Umar, sang wamen itu. Saya diberi kesempatan berkonsultasi langsung sambil makan bareng berdua saja di sebuah tempat makan di Jakarta.

Yang mengenalkan saya dengan Irene adalah teman di Surabaya yang bulan lalu saya maisong saat ayahnya meninggal dunia. Nama teman saya itu Kevin.

Kevin dan Irene sama-sama ada di sebuah organisasi bernama EO. Tentu itu bukan Event Organizer, tapi Entrepreneurs Organization. Sebuah organisasi para pengusaha kelas kakap. Saat itu saya heran kok anggotanya masih muda-muda padahal yang gabung EO harus punya omset minimal USD 1juta per bulan.

Ternyata kebanyakan yang ikut adalah putra-putrinya para pengusaha besar yang sudah mulai terlibat bisnis orang tuanya. Salah duanya adalah Kevin dan Irene itu.

Keduanya masih sangat muda tapi ilmu bisnisnya sudah di langit ke-6 karena diajarin langsung oleh ayah mereka yang ada di langit ke-7.

Sampai sekarang, ketika sudah jadi Wamen, Irene masih sangat humble. Masih membalas pesan saya ketika saya beri ucapan selamat karena telah menjadi wamen.

Ah, memang luar biasa wamen kita satu ini.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

LAPANGAN BANTENG

VS HELGA..

"Sekian tahun lagi kemudian saya dengar Lapangan Banteng dibenahi.

"Jadi taman kota. Di zaman gubernur DKI Anies Baswedan Lapangan Banteng dipercantik.

'Tapi saya tidak tahu apakah bisa secantik Helga.

"Akhirnya saya tahu. Malam itu. Baru malam itu. Kamis malam lalu. Bersama Helga saya ke Lapangan Banteng. Mobil berhenti di depan gerbang depan Hotel Borobudur.

"Saya terpana.

"Sepanjang jalan depan hotel itu dihias. Gemerlap. Penuh lampion. "Kita buat seperti Orchard Road," ujar Helga. Maksudnyi: Orchard Road Singapura di waktu malam di waktu Imlek".

##

Di atas adalah komentar pak Dahlan atas Lapangan Banteng malam itu.

Yang sama cantiknya ama Helga.

Sampai pak Dahlan terpana.

Karena itu pak Dahlan sampai kehabisan huruf "i".

Saat melihat Lapangan Banteng dan Helga..

(((Dugaan saya Helga dan Lapangan Banteng

Malam itu secantik "10i".

Minimal..))).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 123

  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • yea aina
    yea aina
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • yea aina
    yea aina
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Johan
    Johan
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Liam Then
    Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
    • Liam Then
      Liam Then
  • Edi Susanto
    Edi Susanto
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Em Ha
      Em Ha
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • David Kurniawan
    David Kurniawan
    • Liam Then
      Liam Then
  • riansyah harun
    riansyah harun
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Liam Then
      Liam Then
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
    • sinung nugroho
      sinung nugroho
  • Abu Syafiq
    Abu Syafiq
    • Abu Syafiq
      Abu Syafiq
    • Abu Syafiq
      Abu Syafiq
    • Abu Syafiq
      Abu Syafiq
    • Abu Syafiq
      Abu Syafiq
    • Abu Syafiq
      Abu Syafiq
    • Liam Then
      Liam Then
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Vikagora Prayogi
    Vikagora Prayogi
    • Muhammed Khurmen
      Muhammed Khurmen
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Fahmi Zainal Fathani
    Fahmi Zainal Fathani
  • Ima Lawaru
    Ima Lawaru
    • Liam Then
      Liam Then
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Em Ha
    Em Ha
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Wahyudi Kando
    Wahyudi Kando
  • Produk IT&Umum 2023
    Produk IT&Umum 2023
  • Vikagora Prayogi
    Vikagora Prayogi
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Ciga Sama
    Ciga Sama
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Kurniawan Roziq
    Kurniawan Roziq
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
    • dabudiarto71
      dabudiarto71
  • DeniK
    DeniK
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
    • dabudiarto71
      dabudiarto71
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Herry Isnurdono
    Herry Isnurdono
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
  • Ja'far Syahidan
    Ja'far Syahidan
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Thamrin Dahlan YPTD
      Thamrin Dahlan YPTD
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Fuad Nurhadi
    Fuad Nurhadi
  • alasroban
    alasroban
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺