Tidak Mati

Tidak Mati

--

MODEL komunikasi Presiden Prabowo terlihat baru: sehari setelah mencopot Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, sebuah acara besar diadakan di gedung pertemuan besar dan mewah di Sentul. Yang dihadirkan para pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gedung berkapasitas 10.000 orang itu penuh sesak: mereka adalah penggerak dan pelaksana dapur MBG.

Jelaslah bahwa MBG tidak akan dibatalkan. Masyarakat pun kelihatannya terpuaskan oleh pemecatan dan penangkapan kepala BGN beserta dua wakilnya. Banyak yang usul diberikan hukuman tambahan kepada mereka: kepala mereka dipukuli dengan panci dan wajan.


Presiden Prabowo Subianto menunjuk potongan ayam di depan emak-emak pengelola SPPG di acara Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis di Sentul, Bogor.-Tim Media Kepresidenan-

Bahwa biayanya sangat besar, Presiden Prabowo sedang berusaha cari uang: menyatukan ekspor batu bara dan sawit lewat satu pintunya Danantara Sumberdaya Indonesia. Bagi rakyat, yang penting, kelihatannya, jangan jadikan uang besar itu sebagai barang jarahan para pimpinan BGN/MBG. Soal uangnya dari mana bukan tugas rakyat untuk memikirkannya.

Satu per satu mulai ditemukan cara kontrol sederhana atas mutu MBG. Setidaknya sudah dua jenis makanan yang ditemukan cara kontrolnya: telur dan ayam. Telur tidak boleh didadar. Harus direbus. "Kalau didadar bisa dicampuri macam-macam," ujar presiden di acara di Sentul itu. "Campuran tepungnya bisa lebih banyak," ujar presiden, yang disambut teriakan serentak dari sebagian besar yang hadir: "betuuuuuul....".

Telur itu juga tidak boleh dipotong dua atau tiga. Harus satu butir telur. "Kalau perlu difoto," ujar presiden. Maksudnya kalau di sajian menu ditemukan telur dadar dan telur yang tidak utuh bisa dilaporkan.

Juklak kedua: untuk menu ayam, ayamnya dipotong berapa. Di dekat podium presiden ada sajian dua piring ayam goreng yang dipotong-potong. Di piring yang kanan satu ayam dipotong 14. Di piring kiri satu ayam dipotong 8. Presiden minta agar kamera media menampilkan potongan ayam itu dari atas, agar jelas. Lalu emak-emak dari dapur MBG diminta naik panggung. Mereka berebut ke podium, menyaksikan potongan ayam itu dari dekat. Presiden pun mengajak emak-emak itu untuk membicarakan potongan itu.

Akhirnya satu "kesepakatan" diambil: dipotong 14 terlalu kecil, dipotong delapan terlalu besar. Maka sebaiknya satu ayam dipotong antara 10 sampai 12 potong tergantung besar-kecil ayamnya. Ayam yang dijual di pasar selama ini beratnya antara 1 sampai 1,2 kg (setara dengan ayam hidup antara 1,2 kg sampai 1,5 kg).


Potongan ayam yang dijadikan contoh oleh Presiden Prabowo Subianto untuk standar MBG.-Tim Media Kepresidenan-

Di panggung itu presiden seperti seorang penyuluh dapur MBG. Yang hadir pun terlihat antusias. Kepentingan dapur MBG adalah agar anggaran satu porsi yang ditentukan pemerintah jangan banyak berkurang di proses pengurusannya.

Menurut ilmu gizi, untuk anak SD, kebutuhan proteinnya sekitar 35-50 gram sehari. Berarti satu ayam dipotong 10 sampai 12 masih cukup. Asal, ada tambahan protein dari telur, tempe atau tahu. Dan susu.

Rasanya enam bulan ke depan fokus pimpinan baru BGN ke soal telur yang jangan didadar dan ayam yang jangan jadi 14 potong. Tapi tahun depan harus lebih maju lagi: bagaimana MBG menjadi pendorong bergeraknya ekonomi di desa. Agar biaya yang besar dari APBN itu tidak habis begitu saja. 

Memang sampai sekarang belum ada juklaknya: siapa penanggung jawab pengaitan MBG dengan perputaran ekonomi di desa. Kalau itu diserahkan ke BGN terlalu jauh. Kalau diserahkan ke menteri pertanian terlalu detail. Diserahkan ke bupati setempat? Apakah ada bupati yang mau berpikir teknokratis dan manajerial seperti itu?

Sebenarnya ideal sekali ada koordinasi di satu kabupaten: berapa telur dan ayam dibutuhkan oleh seluruh dapur MBG di satu kabupaten itu. Lalu perlu sayur apa saja dan berapa banyak. Apakah sudah ada peternak telur dan daging ayam di kabupaten itu. Bagaimana pula mengatur distribusinya. Ini pekerjaan mulia tapi njelimet. Pasti bisa. Asal mau.

MBG terlihat akan jalan terus. Anggaran yang dibelanjakan sudah terlalu besar. Ekosistem sudah mulai terbentuk meski masih di tahap awalnya. Perbaikan terus dilakukan. 

Kalau keputusan sudah dibuat, kalau dikritik seperti apa pun tidak juga dibatalkan, maka pilihannya hanya satu: harus all out, termasuk mencari jalan bagaimana kian efisien. Kuncinya: efisien atau mati. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 4 Juni 2026: Agus Deyang

Bahtiar HS

Bicara soal teman jadi ingat quote terkenal ini: A friend in need is a friend indeed. Teman yg datang mengulurkan tangan menyingsingkan lengan ketika diperlukan adalah sebenar2 teman. Teman yg rela membantu ketika kau dalam masalah itulah teman sejati. Sementara teman yg hanya memanfaatkanmu ketika di puncak, lalu meninggalkanmu ketika jatuh, itulah musuh yg mengaku teman. Bahkan ia akan tega mengaku bukan temanmu saat kesulitan menerpamu. Maka pandai2lah berteman.

Johannes Kitono

Reuni FEB-UI. Pagi ini terima wa tentang Reuni FEB-UI. Reuni alumni tsb akan diadakan pada hari Kamis, 18 Juni 2026 di Sopo Del Tower jalan Mega Kuningan Jakarta.Temanya Sejuta cerita satu almamater. Reuni yang bertepatan pada saat Ekonomi NKRI sedang terpuruk tentu menarik. Para alumni FEB UI adalah cucu murid Prof Sumitro. Seorang King Maker yang melahirkan Mafia Berkeley. Seorang Begawan Ekonomi yang meletakkan fondasi ekonomi NKRI sejak awal kemerdekaan dan Orde Baru. Beberapa mahasiswanya seperti Prof Emil Salim, Prof Dorodjatun tentu diharapkan hadir. Chatib Basri dan Arwin Rasyid yang pernah jadi asisten mata kuliah Ekonomi Pembangunan tentu diharapkan adil. Tidak jelas apakah Presiden Prabowo juga diundang ke reuni. Ke FEB - UI yang didirikan oleh ayah kandungnya. Kalau beliau berani hadir, bisa dirujak habis habisan oleh alumni. Mempertanyakan policy ekonomi Presiden Prabowo yang menurut Tempo 70 % menyimpang dari pemikiran Prof Sumitro. Hasil MBG, Kopdes MP dan DSI, now sudah dituai. Bursa terjun bebas dan dollar tembus 20 rb. Kepada para alumni FEB- UI. Mari ikut hadir meramaikan malam Sejuta Cerita almamater kita. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Linggar Baero

'Nulung, kepenthung.'. Di antara kita (para perusuh) pasti banyak yang suka menolong kawan. Saya yakin, kalau pertolongan itu berupa uang (pinjaman), 70-80% sulit baliknya. Paribasane: nulung, (malah) kepenthung! Kalau hal seperti ini terjadi dalam skala pribadi sih ga masalah, kita sudah bisa bayangkan/kalkulasi risikonya. Tapi kalau sudah urusan negara, mestinya tidak semudah itu hanya sekedar menolong teman. Terlalu mahal harganya untuk menyerahkan urusan negara kepada seseorang yang bukan ahlinya, apalagi orang yang nir-rintegritas. Oya, soal 'penthung', jadi ingat tokoh Tulung Agung yang punya pabrik rokok tjap Reco Penthung yang legendaris. Lahul fatihah...

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KORUPSI BESAR PERTAMA YANG MENGGUNCANG REPUBLIK.. Tentang korupsi besar pertama yang benar-benar menghebohkan Indonesia modern, banyak sejarawan menunjuk Peristiwa Pertamina tahun 1975. Saat itu Pertamina dipimpin Ibnu Sutowo. Perusahaan berkembang sangat agresif. Membeli kapal, hotel, rumah sakit, bahkan membiayai banyak proyek di luar bisnis inti. Ketika harga minyak bergejolak, utang Pertamina tiba-tiba terungkap: sekitar US$10 miliar. Angka yang luar biasa besar untuk ukuran Indonesia saat itu. Publik terkejut. Negara juga. Nilainya setara puluhan persen APBN kala itu. Investigasi menemukan tata kelola yang lemah, pengawasan minim, dan penggunaan dana yang sulit dipertanggungjawabkan. Kasus ini terungkap bukan karena operasi tangkap tangan. Melainkan karena utang yang sudah tidak bisa lagi disembunyikan. Gunung es muncul ke permukaan karena lautnya surut. Yang menarik, tidak pernah ada proses peradilan korupsi besar terhadap Ibnu Sutowo. Tidak ada vonis. Tidak ada hukuman penjara. Ia hanya diberhentikan dari jabatan. Di situlah letak pelajaran sejarahnya. Korupsi besar tidak selalu dimulai dari niat jahat. Kadang dimulai dari kekuasaan yang terlalu besar dan pengawasan yang terlalu kecil. Dan sejak saat itu, republik ini terus belajar satu hal: kekuasaan tanpa kontrol hampir selalu merasa dirinya tidak mungkin salah.

nico gunawan huang

mohon bapak presiden belajar Proses karena pencapaian besar tidak bisa instan ,meritokrasi lah dan mintalah bantuan tim ahli jangan hanya dikelilingi tim sukses yang hanya memberi laporan asal bapak senang karena presiden pun manusia bukan orang paling pintar segala hal. andai lah ada yang berani menegur presiden

Bayung Lembayung

saya gak paham, yang di kasih jabatan baru.... pada kamarku alias serakah.... baru jabat 1-2 tahun, sudah korupsi... padahal ya tahan dulu, sampai mau akhir jabatan.... keliatan mereka gak kurang makan, wong ngurusin dapur se Indonesia.... sekarang kan kasihan anak, cucu, keluarga besar, pasti jadi olok2... di sekolah nya, tersangka korupsi dari makan duit untuk anak-anak Indonesia...

Udin Salemo

teman udin: "setiap orang kena musibah saya ikut prihatin dan doakan yang terbaik. tapi untuk kasus sibotak ini saya merasa lega akhirnya ndese dan dua wakilnya dicopot dan "dicokot" kejaksaan agung. udin: "hmmm..." teman udin: "coba dipikir, deh, dalam web lembaga yang ndese pimpin masih banyak titik dapur mbg yang perlu dibangun. tapi kenyataannya di lapangan titik dapur itu sudah dibooking oknum. kalau mau dapat harus bayar kata berita online." udin: "hmmm..." teman udin: "kamu, hmmm, hmmm, aja din. gak ada komentar tentang kepala dan wakil kepala bgn yang dijadikan tersangka?" udin: "saya ikut prihatin, semoga mendapat balasan setimpal." teman udin: "hanya itu komentarmu?" udin: "US dolar, tuh, yang semakin menggila. hari ini sudah tembus 18 ribu." teman udin: "orang desa tak pakai dolar kata presiden. dan saham menyerupai judi. kamu kan orang desa, ngapain musingin dolar segala." udin: "*&^%##@@%**^%...."

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja Sepertinya, tidak habis-habisnya cerita mengenai per-korupsi-an..... Buku "Thinking about Bribery : Neuroscience, Moral Cognition and the Psychology of Bribery ; oleh Philip M. Nichols dan Diana C. Robertson (Cambridge University, 2017)..... Mungkin, bisa sedikit menyingkap tabir ke-misterius-an masalah per-korupsi-an. Buku ini sangat menarik, karena menganalisis masalah per-suap-an (korupsi) dengan pendekatan berbagai disiplin ilmu. Oh, iya..... National Geographic edisi 5 September 2025 sempat menurunkan tulisan terkait dengan Buku "Thinking about Bribery : Neuroscience, Moral Cognition and the Psychology of Bribery tersebut..... Dari artikel National Geographic di bawah ini, meski hanya berupa resensi dari Buku tersebut..... tetapi sedikit-banyak dapat memberi wawasan mengenai latar-belakang per-korupsi-an..... menurut pendapat saya pribadi, relevansi-nya sangat logical..... [1/6]

Beny Arifin

Deyang termasuk die hard nya Prabowo. Publik tentu masih ingat dia nangis2 di media waktu wajah Ratna Sarumpaet babak belur dihajar orang padahal habis oplas. Belum lama juga nangis2 lagi waktu marak kasus keracunan MBG. Dengan masa lalu nya yang seperti itu mudah2 an jadi taubat nasuha dan motivasi untuk membenahi MBG. Walaupun masyarakat maunya MBG di stop, revolusi total buat siswa tak mampu saja, bukan bakar2 uang seperti sekarang.

Er Gham 2

Pak Prabowo pasti punya banyak teman dekat. Yang dahulunya mungkin masih jujur dan polos. Sedikit lugu juga.. Hehehe. Masih kuat menahan berbagai godaan duniawi. Namun setelah mereka diberi jabatan, semakin besar godaannya. Nggak ku ku. Pengen juga dibilang sukses oleh keluarga besar dan tetangganya. Juga oleh rekan sesama alumni nya. Lumayan buat tenang masa pensiun juga. Ongkang ongkang kaki sambil duduk gendong cucu di atas koper besar isi uang miliaran.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TEMAN PRESIDEN PUN PUNYA MASA EVALUASI.. Tulisan Pak Dahlan mengingatkan saya pada satu hukum alam birokrasi: Tidak ada kursi yang benar-benar empuk. Ada yang tampak empuk, tetapi ternyata di bawahnya ada pegas evaluasi. Dulu banyak orang percaya bahwa menjadi teman pemimpin adalah asuransi jabatan paling mahal. Kini tampaknya polis itu tetap berlaku, tetapi harus diperpanjang dengan kinerja. Dadan diganti. Agus Sutomo diganti. Keduanya bukan orang jauh. Justru orang dekat. Pesannya sederhana. Dekat dengan Presiden mungkin bisa mempercepat masuk lift. Tetapi setelah sampai lantai atas, yang diperiksa bukan kartu pertemanan. Yang diperiksa laporan hasil kerja. Ini kabar baik bagi mereka yang tidak punya akses ke ruang VIP. Setidaknya masih ada harapan bahwa rapor kerja lebih penting daripada foto bersama. Bagi para pejabat, ada pelajaran yang layak dicatat. Jangan terlalu sibuk merawat kedekatan. Rawatlah kinerja. Sebab sejarah menunjukkan, yang membuat jabatan berumur panjang bukanlah frekuensi makan siang dengan atasan. Melainkan kemampuan membuat atasan tidak perlu menjelaskan kepada publik mengapa Anda masih dipertahankan.

Mbah Mars

Nanik Sudaryati Deyang: Nanik S. Deyang. Revalina Sayuti Temat: Revalina S. Temat. Vino Geovani Bastian: Vino G. Bastian Ebiet Ghofar Ade: Ebiet G. Ade. Anne Junita Cotto: Anne J. Cotto. Imam Sunaryo Arifin: Imam S. Arifin Nggun Cipta Sasmi: Anggun C. Sasmi Dengan menyingkat nama tengah memang lebih gaya. Itu bagian dari branding diri.

Em Ha

Anda sudah tahu. Dadan beserta istri naik haji di Kloter 27 JKS. Terbang tanggal 20 Mei 2026. Haji reguler, menunggu 12 tahun baru berangkat. Bukan ONH Plus. Bukan juga Haji Abidin (Atas Biaya Dinas). Dadan belum sempat berkunjung ke Kampung Rasulullah. Dadan termasuk dalam keberangkatan gelombang kedua. Pesawat mendarat di Jeddah. Untuk menyelesaikan prosesi Haji dahulu. Sejatinya setelah 32 hari di Makkah, Dadan bertolak ke Madinah. Untuk beribadah di Masjid Nabawi. 8 hari full sholat berjamaah di Raudah dan sekitarnya. Namun Beliau ambil skema 'Tanazul'. Kenapa Tanazul?. Seharusnya Dadan pulang ke Tanah Air tgl 2 Juli. Tahun baru-an 1448H dulu di Makkah. Pulangnya dipercepat. Tidak sesuai jadwal. Yang bisa ambil skema ini hanya dua alasan. Kondisi Medis atau Pengajuan Tertulis. Anda sudah tahu artinya 'Tanazul'. Turun, berpindah tempat, melepaskan hak. Bos BGN-MBG itu setelah Naik Haji, Turun Haji dipercepat, mendadak Turun Jabatan. Omon-omon. Ada teman kita. Sesama Perusuh. Yang Naik Haji tahun ini loh. Beliau bos percetakan kitab kuning. Orang Mojokerto. Setiap rabu rajin kasih makan gratis. Rajin komentar CHD. Rajin kasih masukan ke Abah. Saya merasa kehilangan. Kenapa senyap aja belakangan ini. Tetiba lewat di beranda IGku. Postingan biro haji. Ada gambarnya.

Waris Muljono

Pak DIS nulis CHD ini pasti blm update, bahwa pak Dadan yg menurut pak DIS adl teman dekat presiden, selain diberhentikan juga langsung di follow up kejagung : tersangka dan ditahan. Dalam pidatonya semalam di SICC sentul dlm acara yg diadakan BGN dan dihadiri para pelaku MBG , presiden secara terbuka bilang tdk bisa menutupi kesedihannya atas apa yg menimpa pak Dadan. Dia bilang : orang ini saya angkat, saya beri jabatan saya beri bintang. Berat bagi saya. Tapi saya teringat pesan almarhum ayah saya. Ketika kau ragu-ragu dlm mengambil keputusan maka berpihaklah pada rakyat.

rakhmat sutopo

Pak DI biasanya (selalu) menyebut tokoh yg ditulisnya lengkap dengan almamaternya: lulusan universitas anu ... Tapi universitas di mana Nanik S Deyang kuliah blas ra disebut. Atau beliau menganggap: ANDA sudah tahu??

Lekas Jaya

CHDI kali ini memberikan study case yang menarik tentang merit system dalam tata kelola institusi. Penggantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dan pucuk pimpinan perusahaan negara, menunjukkan sinyal tegas: kedekatan personal tidak bisa menjadi perisai bagi kinerja yang underperform. ​Karakter Deyang yang 'militan' dan berorientasi pada eksekusi lapangan (langsung turun mengecek dapur MBG) memang profil yang lebih relevan untuk meredam krisis operasional dan komunikasi di fase awal. Dalam kacamata manajemen, pergeseran ini menuntut agile leadership. Memercayakan posisi kepada kolega seperjuangan memang lumrah, namun ketegasan untuk mencopot 'teman baik' demi menyelamatkan akuntabilitas program skala nasional adalah bukti decisiveness. Sehebat apapun niat membantu teman, pada akhirnya metrik kinerja yang harus selalu menjadi panglima.

Taufik Hidayat

judul artikel abah DI kali ini nama nama tokoh di sekeliling Prabowo yag dipecat dan diangkat. Sebenarnya biasa biasa saja. Bicara tentang MBG cuma ingat sering melihat fasilitas di sekitar dan juga kendaraan SPPG. Ada rumah yang tadinya kosong tiba tiba direnov dan jadibfasilitas MBG . Banyak kendaraan relatif bagus-bagus bertuliskan Yayasan tertentu dan ada logo BGN. Tapi yang unik pernah lihat kendaraan SPOG berstiker halal karena tidak bawa barang haram he he he …

dabudiarto71

Abah kok sering dekat dgn orang yg "salah"

xiaomi fiveplus

yg pertama tahu deyang setelah menjabat wakil kepala BGN, tulisan ini tidak mengubah pandangan yg terlanjur terbentuk saat deyang akting menangis ketika tahu ada siswa keracunan.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 65

  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
    • MULYADI PEGE
      MULYADI PEGE
  • Liam Then
    Liam Then
  • Arif Kurniawan
    Arif Kurniawan
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • Arief Gunawan
    Arief Gunawan
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • heru pujihastono
    heru pujihastono
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Liam Then
    Liam Then
  • Lekas Jaya
    Lekas Jaya
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Eko Darwiyanto
    Eko Darwiyanto
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Liam Then
    Liam Then
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Liam Then
    Liam Then
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • DeniK
    DeniK
  • Liam Then
    Liam Then
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • Liam Then
      Liam Then
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • rid kc
    rid kc
    • DeniK
      DeniK
    • siti asiyah
      siti asiyah
  • alasroban
    alasroban
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Sugi
    Sugi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Lekas Jaya
      Lekas Jaya
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • Maman Lagi
      Maman Lagi