PGA LIV

PGA LIV

--

INILAH tulisan yang saya buat dengan malu-malu. Terutama malu kepada Robert Lai. Peristiwa ini besar sekali. Di kalangan pencinta golf. Saya harus menuliskannya. Tapi saya tidak mengerti: apa itu golf.

Anda sudah tahu: Piala Champions, di sepak bola, mau disaingi oleh Super Club. Klub-klub besar sepak bola dunia mau bersatu. Bikin pertandingan sendiri. Di luar Piala Champions.

Demikian pula di golf. Dominasi PGA Tour akan tersaingi oleh Liga LIV. Serius sekali. Sama dengan Piala Champions. PGA Tour melawan: pegolf yang ikut Liga LIV akan dicoret dari PGA Tour.

Uang besar, tokoh besar, moment besar. Semua terlibat di dalamnya. Seru sekali. Saya sudah minta Robert Lai menulis soal itu. Untuk Disway. Tulisan Robert bagus. Punya sisi filosofinya. Pengantar buku saya, Ganti Hati, contohnya. Ia yang menulis kata pengantar itu.

Apa jawab Robert?

"Saya tidak sampai hati melihat perpecahan itu. Saya terlalu emosional," ujar teman Singapura kelahiran Hong Kong itu. "Ini semua karena uang," katanya. "Uang telah membuat sisi sportivitas olahraga diabaikan," tambahnya. "Uang. Uang. Uang," tegasnya.

Saya pernah berhasil mengajak Robert pergi ke mana saja. Berdua. Kadang dengan istri kami masing-masing. Tapi saya gagal memintanya menulis perpecahan ini –saking cintanya pada golf.

Mungkin itu pembalasan. Ia tidak pernah berhasil mengajak, merayu, dan mengintimidasi saya untuk main golf.

Ke mana pun pergi ia selalu membawa majalah golf. Edisi terbaru. Kadang tertinggal di kamar saya –seperti sengaja ditinggal. Keesokan harinya ia seperti nge-tes saya. Ia ingin tahu apakah saya membuka majalah itu. Siapa tahu saya mulai tertarik salah satu artikelnya.

Ia kecewa. Pertanyaannya tidak ada yang bisa saya jawab.

Saya tahu: tidak ada gunanya saya membaca majalah itu. Ia pasti akan bercerita panjang mengenai isi bacaannya itu. Ia tidak peduli: saya tertarik atau tidak. Ia terus bercerita. Lama-lama, secara tidak sadar, saya hafal nama-nama pemain golf terkemuka. Saya juga hafal nama-nama lapangan golf hebat di dunia.

Beberapa cerita mengenai lokasi itu membuat saya penasaran. Saya sampai mampir ke lapangan golf Augusta di Georgia, Amerika Serikat. Saya juga datang ke lapangan golf St. Andrews, di utara Edinburgh, Skotlandia. Di situlah ia sekolah manajemen golf di masa mudanya.

Pak Ciputra, pemilik begitu banyak lapangan golf, juga gagal berdakwah golf di depan saya. Padahal beliau sampai kirim tas golf yang bulat-besar-panjang itu ke rumah saya. Isinya penuh dengan stik golf berbagai tipe. Untuk saya. Pasti mahal sekali.

Suatu saat Pak Ciputra bertanya: sudah main golf?

"Mohon maaf," jawab saya sangat lirih. Saya pun melihat raut wajahnya yang kecewa.

Kini ganti saya yang kecewa: Robert tidak mau menulis tentang pertengkaran dalam tubuh golf dunia. Kemarahan saya itu saya tuangkan hari ini: biar saja saya sendiri yang menulis. Biar saja jelek. Biar saja salah. Agar ia tahu saya lagi kecewa. Apalagi ia pasti membaca tulisan ini. Ia rajin bikin komentar. Ia selalu membaca Disway lewat google translate. Ia pasti kecewa pagi ini: kok Disway tidak bermutu.

Anda sudah tahu: dominasi PGA Tour, di dunia golf, memang sudah mirip Piala Champions di sepak bola. Setiap pertandingannya disiarkan langsung dengan penonton jutaan. Saya sering diajak nonton oleh Robert. Di kafe mana pun di perjalanan. Mula-mula merasa sangat membosankan. Tapi saya harus toleran. Saya kan pernah mengajaknya nonton siaran langsung sepak bola pada jam 02.00. Ia tampak ikhlas ketika berangkat. Tapi sebelum 10 menit saya lirik ia: sudah tertidur pulas di kursi.

Pesaing PGA Tour itu menyebut dirinya Liga LIV. Itu angka Romawi untuk 54. Pertandingan di Liga LIV memang selalu 54 holes. Sistem pertandingannya memang sedikit berbeda dengan yang di PGA Tour.

Yang juga beda: besarnya hadiah bagi pemenangnya.

Hadiah di PGA Tour Anda sudah tahu: tahun ini naik menjadi USD 1,5 juta. Sekitar Rp 15 miliar. Hanya untuk juaranya. Hanya sekali event. Setahun bisa 12 event.

PGA Tour harus menyediakan hadiah total USD 1,5 miliar setahun –hitung sendiri berapa rupiah. Itu bisa untuk membelikan kompor listrik induksi bagi seluruh orang miskin di Indonesia.

Meski begitu mahal, masih ada yang mau menyaingi. Uang sudah seperti uban di rambut.

Di Liga LIV hadiah itu dibuat hampir tiga kali lipatnya: USD 4 juta. Masuk 10 besar pun sudah dapat hadiah. Masuk 5 besar dapat hadiah lagi. Dan bila juara ada tambahan lagi yang sangat besar.

Bahkan untuk tahap awal ini, Liga LIV membayar siapa pun yang mau pindah dari PGA Tour. Memang Liga LIV mengincar juara-juara PGA. Termasuk ranking atasnya. Agar pindah semua ke Liga LIV.

Tiger Wood, yang Anda kenal itu, semula seperti anti Liga LIV. Belakangan ada media yang memberitakan: ia minta dibayar sebesar USD 700 sampai USD 800 juta. Hanya untuk mau main di Liga LIV.

Dari situ saya membayangkan berapa banyak uang yang diterima Presiden Donald Trump dari Liga LIV. Dari 14 seri pertandingan Liga LIV setiap tahunnya, yang dua kali dilaksanakan di lapangan golf milik Trump di Amerika. Termasuk pertandingan terakhirnya: di lapangan golf Trump yang di Florida.

Maka orang pun menelisik: siapa cukong yang mampu membiayai Liga LIV seperti itu. Dicarilah siapa orang terkaya yang sangat baik kepada Trump.

Ketemu: Mohamad bin Salman. Ia pangeran kerajaan Saudi Arabia yang praktis sudah sebagai raja de facto di sana.

Pangeran MbS menggunakan Public Investment Fund, bagian dari Saudi Sovereign Wealth Fund, sebagai investornya.

Liga LIV pun dianggap menjadi bagian dari usaha MbS untuk membersihkan namanya di dunia: dari kasus pembunuhan mengerikan atas wartawan Washington Post Gamal Kashoghi di Istanbul tiga tahun lalu.

PGA Tour pun seperti menemukan senjata untuk menyudutkan pesaingnya itu: pegolf yang ikut Liga LIV adalah mereka yang tidak peduli pada hak-hak asasi manusia.

Orang Barat sangat sensitif soal itu hak asasi manusia. Tapi Liga LIV banyak uangnya.

Untuk melawan serangan PGA Tour itu Liga LIV mengandalkan CEO-nya yang bukan sembarang orang: Greg Norman. Anda pun sudah tahu: ia juara dunia. Pernah 20 kali menjuarai PGA Tour. Begitu hebatnya ia sampai mendapat nama baru: The Great White Shark.

Dengan nama besarnya itu ia membangun banyak perusahaan. Termasuk perusahaan desain lapangan golf. Nirwana Golf di Bali adalah hasil desain perusahaannya. Juga ada di Batam. Dan beberapa lagi. Dan yang utama adalah perusahaan alat-alat golf, termasuk kaus, jaket, dan celana golf.

Ia orang Australia. Ia yang berhasil merayu 50 pegolf terkemuka dunia untuk gabung ke Liga LIV.

Greg kelihatannya akan terus menyerang PGA Tour. Minggu ini ia akan melobi anggota Kongres Amerika Serikat. Dari Republik dan dari Demokrat.

Secara hukum Greg juga akan mempersoalkan: PGA Tour telah melanggar UU Anti Monopoli. Buktinya: pegolf yang ikut Liga LIV dicoret dari PGA Tour.

Sebenarnya itu persaingan biasa saja. Kuat-kuatan uang. Dan yang seperti itu yang Robert tidak setuju.

Mestinya saya bisa minta Prof Dr Komaruddin Hidayat untuk menuliskannya. Biar Robert tahu bukan hanya ia yang gila golf. Apalagi intelektual Islam Indonesia itu pernah menulis buku tentang golf dari sisi spiritualnya. Tapi hari sudah terlalu malam. Biarlah tulisan jelek ini saja yang terbit hari ini. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 24 September 2022: Putusan Otak

Otong Sutisna

Jadi kepikiran...besok bah bahas tentang mas azrul dan persebaya, bonek dari posisi abah sebagai warga Surabaya. Walaupun saya orang jabar persebaya adalah klub favorit saya setelah persib bandung...yang di liga 1 Indonesia dua2nya jeblok, tapi sebagai suporter fanatik tetap saja masih sayang....

 

Arala Ziko

Terkadang memang ada mantan yg menyebalkan, seperti permen karet, sudah tidak berasa tapi melengket di sendal. Begitupula dengan beberapa mantan presiden di Negeri Pewayangan, wis tuo masih aja mau atur ini itu

 

Giyanto Cecep

saya baru saja mengikuti pengajia di mesjid ba'da shubuh dengan tema tauhid. salah satu yg sedikit dibahas adalah apakah Al Qur'an itu mahluk atau kalam. Al qur'an yang dicetak itu mahluk karena memang dibuat sedangkan Al Qur'an yang asli adalah " kalam Allah ". Tapi saya tidak mau menghubungkan putusan otak ala Trump karena kedua-duanya saya masih belum faham. Mungkin anda faham dan tahu. KPK membuat kejutan dengan menangkap dan mentersangkakan seorang " Hakim Agung MA " dengan sangkaan suap Rp. 800 milyar. andai saja hakim di AS sana yg sedang menangani kasusnya Trump itu bisa disuap dengan 800 M, entahlah apakah Trump akan menyuap atau tidak. Coba anda tebak. Demokrasi dan hukum dianalogikan sebagai roda mobil sungguh cukup tepat. sayangnya di negara kita ini menurut saya baik roda depan maupun roda belakang belum ada , pun velgnya. Jadi memang sudah mirip besi rongsokan. Apakah harga besi rongsokan masih tinggi Pak DI ?. Kalau masih tinggi bisa dijual untuk menutup APBN 2023 yang sepertinya mengkhawatirkan, paling tidak menurut teman saya yg mengerti ekonomi makro. Posisi hutang yang cukup mengkhawatirkan, harga crude oil yang naik lagi dan soal oversuplly listrik yang entah mau diapakan.

 

Kediri Sport

Ditaruh? Di daerah tempat saya sekarang tinggal, ditaruh itu bisa diartikan disapa Saya cari di KBBI online adanya taruhan

 

Budi Utomo

@DK. Kadang saya heran dengan fenomena di China vs di Indonesia. China konon atheis kata orang Indonesia pada umumnya tapi takut korupsi/maling duit rakyat. Sebaliknya Indonesia di mata kebanyakan orang China adalah orang yang theistic sekaligus koruptif. Sebenarnya para koruptor itu percaya Tuhan (theistic) atau tidak sih. Mulutnya percaya Tuhan tapi kelakuannya? Hhhhh. Lebih atheis (tidak percaya Tuhan) daripada orang yang mereka tuduh atheis. Mungkin karena dalam alam pemikiran kebanyakan orang Indonesia yang korup itu Tuhan bisa dinego? Ga pa pa korupsi toh sebagian duit haramnya dicuci dengan membangun mesjid, gereja, vihara, pure? Tuhan apaan tuh yang bisa disogok kayak gitu? Mempermalukan Tuhan dan Agama saja. Sudah selayaknya koruptor dihukum mati kayak di China. Supaya jera. Rakyat Indonesia itu tak takut Tuhan! Begitu kata Salim Said di ILC. Makanya negara ini selalu miskin dan tak pernah makmur!

 

Juve Zhang

Yg punya rumah di Amerika pusing .banyak yg buat tenda di depan rumah di trotoar .hidup disana .buang hajat berserakan.di dekat trotoar.dan tidak dapat diusir.mereka tinggal di lahan publik. Kadang ada show yg satu kencing kawannya menampung dengan mulutnya. "efisiensi penggunaan air limbah tingkat suhu" .akhirnya yg punya rumah jual dan pindah tempat.itu HAM dan tak bisa diusir. Yg kos gak bayar tak bisa diusir itu HAM. Boncoos yg punya kos. Yg punya kos lapor polisi. Jawab polisi selama dia tak berbuat mengancam jiwa pemilik kos tak bisa diusir. Super boncoos.

 

A fa

Habis baca CHD hari ini, Aku malah kebayangnya makan nasi samin pagi pagi lagi dingin dingin abis hujan gini uenak buanget pasti tokh !, pake lauk daging malbi plus sambel nanas..hmmm.

 

Alon Masz Eh

Pagi2 habis ndorong mobil mogok dan bannya gembos, laper. Makan di warung "nasi trump". Nasi apa ini buk? Nasi lauk belut kecemplung oli goreng kering sambel bawang. Lunyu2 pedes...

 

yoming AFuadi

Terima kasih, Abah sudah menjawab secara tidak langsung di kalimat pembuka tulisan ini, semoga saja ini bukan rasa ge-er kami yang berlebihan.

 

Jimmy Marta

Di saya bah malah berharap darah samin itu mengalir kesegenap rakyat negeri pewayangan beserta dalangnya. Terutama DNA jujur dan menghargai sesama.

 

Cahyo Nugroho

Luar biasa bagus tulisan Disway hari ini, sangat banyak informasi, pencerahan bidang hukum dan politik meskipun kasusnya di seberang benua sana. Indonesia harusnya menjunjung tinggi hukum sehingga semua tertib dan pasti buat warga negara, pengusaha dan penguasa. Sayangnya kita tahu pilar keadilan kita sedang tercoreng dengan ditangkapnya Hakim Agung oleh KPK. Menyedihkan dan memalukan atau biasa saja, jangan jangan kita sama sama tahu kejadian seperti ini jamak sudah menjadi cerita sehari hari, lagi sial saja ketangkep atau ada yang lapor. Kalau sudah seperti ini harus mulai memperbaiki darimana, itupun kalau memang ada niat ya. Lindungilah negeriku, bangsa Indonesia.

 

AnalisAsalAsalan

Demokrasi (Kedaulatan Rakyat) dan Nomokrasi (Kedaulatan Hukum) memang harus seimbang, seiring - sejalan. Namun, kelemahan demokrasi adalah calon yang diusung lebih diperhatikan yang popularitas terutama elektabilitas tinggi. Usul saya, di forum Disway ini hahahahaha, agar bakal calon yang diusung dalam pilkada/pilpres diuji kompetensi dulu oleh para ahli. Yang lolos, barulah ditingkatkan popularitas dan elektabilitas. Ini juga memenuhi azas keadilan, supaya tidak ada kesan "Presiden adalah orang Jawa." Bukankah semua mengaku Pancasilais? Buktikan dong!

 

EVMF

Don't you think people make their own choices in life? They do, but in many cases their choices are limited--unless they break the rules. (Fuminori Nakamura, Evil and the Mask) and you... Mr.Trump, you have done very well, although it looks very genius but it further proves the truth of the words of Mr.Einstein that "the difference between genius and stupidity is that genius has its limits".

 

Kang Sabarikhlas

"Cak, bangun! habis subuhan mesti tidur lagi"/.. "ini kan week end Dik"../ "ealaa pean ndak sadar tiap hari week end, nganggur!"/.." duh..jangan keras² Dik, malu didengar tetangga eh anu..pembaca"./ "Cak, aku pamit belanja dasteran, sana pean baca disway rokokan". Secepat cahaya saya dah duduk diteras, tangan kiri Rihlatul Ulfa

Betul sekali. iklan sekarang banyak banget di Disway, cie Abah cie. tapi ya iklannya jangan membuat para pembaca jadi kesel dong bah. betul itu saya juga jadi bingung pas baca jadi kepotong-kepotong. harus scroll dulu, melihat kalimat terakhir dulu, kalo engga, bacanya bisa gak nyambung karena penempatan iklan. juga udh diklik tanda X masih saja iklannya menghalangi tulisan. akhirnya keluar dulu. kan ribet bah. tolong dibuat lebih enak lagi penempatan iklannya. :)

cerita mobil ban depan vulkanisiran ban belakang radial.. yah..saya rakyat jelantah cuma pasrah, ibarat naik Bis bukan premium, sudah bayar penuh ke Jember kalau nanti diturunkan di Probolinggo disuruh ganti Bis lain dan bayar lagi, ya nasib, penumpang salah pilih Bis sopirnya ndablek...duh. Anu..besok mbok cerita yang romantis kayak asmarawan kho ping hoo, tentang polisi syantik kek, anu..kek...

 

Juve Zhang

Amerika itu One country 51 states. Nah PM Israel yg baru Yair Lapid di PBB bilang siap one country 2 states dengan Palestina. Sebuah terobosan yg mungkin akan ramai dengan banyak korban dulu sebelum terwujud. Bisa jadi dia mati ditembak kalau ada garis keras di Iseael sendiri.seperti PM Yitzhak Rabin yg dibunuh extrimis .ketika ingin mewujudkan damai dwngan Palestina.

 

yea aina

Di negeri pewayangan, Petruk bisa jadi ratu. Terserah "kepentingan" dalangnya. Penonton bersorak protespun, sia-sia belaka. Lakone nopo mbah dalang?

 

Rihlatul Ulfa

Betul sekali. iklan sekarang banyak banget di Disway, cie Abah cie. tapi ya iklannya jangan membuat para pembaca jadi kesel dong bah. betul itu saya juga jadi bingung pas baca jadi kepotong-kepotong. harus scroll dulu, melihat kalimat terakhir dulu, kalo engga, bacanya bisa gak nyambung karena penempatan iklan. juga udh diklik tanda X masih saja iklannya menghalangi tulisan. akhirnya keluar dulu. kan ribet bah. tolong dibuat lebih enak lagi penempatan iklannya. :)

 

Siswanto AJI

Iklan di Disway sudah lumayan enak ya hari ini.. Biasanya kadangkala suka aneh baca tulisane Abah.. kok gak nyambung gini.. begitu dilihat lagi ke atas, ternyata scrool jempol kebanteren, kecepeten. Lha wong gak salah juga, iklan - 2kalimat Abah- iklan lagi, 2kalimat ini yg terlewat, membuat tulisane Abah gak nyambung. Usul, Abah.. sekali-kali tampil beda (biasane Abah adalah pembeda, lalu yang lain ngikut). Iklan itu dimunculin di sepertiga samping, atau setengah samping. Asal text tulisane Abah selalu continue langsam. Kalo iklan full page side to side sekarang itu kayak kadang gak nyaman baca. Sudah hot-hotnya menggebu ngikuti tulisane Abah.. direm iklan.. menggebu lagi, di rem iklan.. kayak seni bercinta supaya tahan lama. He he he... atau aku saja yang merasakan ya... atau memang disengaja sama timnya Abah. Biar begitu. Sukses dan sehat terus, Abah DI..

 

Rihlatul Ulfa

Bisa-bisanya seorang Hakim Agung Sudrajad Dimyati tertangkap OTT KPK. sungguh memalukan. jadi apa tujuan anda sekolah tinggi-tinggi itu? apakah anda menilai para koruptor mungkin saja tidak bersalah? jadi anda bisa membuat itu menjadi ladang bisnis bagi anda? dengan menawarkan untuk 'sunat vonis?' apakah anda memang ingin memperkaya diri untuk anak dan 7 turunan anda? apakah ternyata jabatan anda yang Agung itu masih kurang untuk membuat anda hidup dengan sangat percaya diri? ternyata anda begitu anti sosial, hanya memikirkan keuntungan bagi anda dan masa bodo dengan kerugian yg ditanggung rakyat karena korupsi itu. sungguh berbeda dengan jabatan anda dalam sistem peradilan.

 

Akagami No Shanks

Ada Trump, dan US. Atau negara yang nyetak internet untuk pertama kali. Tapi apa tujuan pencetakan internet?. A. Seru-seruan B. Bagi-bagi donasi. C. Algoritma Internet. D. Penyadapan. Soal penyadapan ini rahasia umum. Dua kamera di ponsel, cukup jelas. Selain. Banyaknya aplikasi lain. Tapi algoritma. Ini kok mirip akuntansi M2M (Mark to Market) wkwk. Coba admin disway banting trafik lah, dari pada di protes terus soal iklan.

 

Yuli Triyono

Pergi belanja ke kota Tasik Jangan lupa membeli nangka Pak DI orang tua yang baik Selalu mendukung keputusan anaknya

 

Jimmy Marta

Disana polisi federal dituduh trump mau meniru polisi negeri pewayangan. Yang barbuknya dibawa dan seakan ditemukan di tkp. Disini penegak hukumnya sudah tepat diposisi lepas dari eksekutif. Tapi cenderungnya mau meniru sana. Ikut kekuasaan. Padahal kalau mau belajar, termasuk ilmu tiru meniru itu belajar nya mestinya ke cina. Hadis tuntut ilmu sampai kecina itu pastilah sangat visioner. Saat nya akan tiba cina dipuncak dunia. Saat itu tiba, sy gk bisa menerka negeri wayang sampai dimana. Mobilnya sarat masalah. Roda depan dan belakangnya ditambal dipompa gembos lagi dan lagi. Sedih dan prihatin. Sedih kalau ada saudara yg sakit. Sampai bolak balik ke singapura. Sakit kalau dah tersangka. Bertahun2, namun bisa terus pegang kuasa. Sudahlah, mari cari hiburan. Biar mas Azrul istirahat dari persebaya. Ada tontonan bola hebat hari ini. Timnas garuda lawan Curacso. Jangan sedih jk gk tahu itu negeri mana. Buku sejarah yg salah. Napa gk tertulis disitu. Aduh ini kemana mana. Maaf pemirsa. Mungkin ketularan abah, satu tulisan banyak topik. Jaka sembung nangkap makan duren. Sambung ra nyambung selamat week end..

 

Budi Utomo

@LBS. Tea Party itu bikin ideologi kedua partai saling tertukar. Wkwkwk. Republik itu pendukung globalisasi ekonomi dan/atau free market. Tapi di tangan Trump, USA malah jadi anti globalisasi ekonomi/ free market dan melancarkan perang dagang dengan China. Wkwkwk. Perang dagang ini diteruskan Biden. Bikin sengsara seluruh dunia. Trump malah maksa Uni Eropa agar menaikkan budget militer mereka. Maksudnya supaya industri militer USA dapat job order. Dibalas ketus sama Macron: ok tapi pake produk militer Uni Eropa (baca: Perancis) bukan USA. Wkwkwk. Trump marah sampai ke ubun-ubun mendengar ucapan Macron. Trump juga pasok senjata ke Saudi. Saudi dirayu beli senjata USA. Tak masalah harus nari-nari gaya Saudi. Silahkan lihat gaya Trump nari dengan para petinggi Saudi. Wkwkwk. Senjata untuk bunuh rakyat Yaman!

 

Lukman bin Saleh

Saya sekarang jd bingung menyikapi sikap Donald Trump. Dia memang urakan. Tp dia anti perang. Yg lain memang santun. Tp tukang bantai manusia. Seperti pembunuh berdarah dingin...

 

Ahmad Zuhri

Pendapat saya.. Mas Ulik ini udah kurang fokus di Persebaya, basket iya, gowes iya, yg terbaru pegang atletik juga. Dari semua itu, kelihatannya yg paling menonjol ya gowes nya.. entah kl saya yg salah mengamati. Masalah nya sepak bola ini yg paling sensitif, tapi kayaknya kurang mendapat perhatian lebih.. Maafkan, kl pendapat saya kurang tepat..

 

Mastok Hariyanto

Tulisan Trump,otak,Azrul,Samin,gk menarik ,baca bbrp baris...g dilanjut

 

Jimmy Marta

Bagaimana jika keruwetan dinegri pewayangan diserahkan ke Trump?. Mungkin ia bisa mengurainya. Tapi yg lebih mungkin ia akan membuat lebih rumit. Namun saya akui otak saya kalah jauh dari otak trump ini. Otaknya bisa dipakai buat muter2 bikin rumit. Pikirannya bisa mengolah untuk bikin ruwet. Lidahnya ringan, bisa membuat yg rumit menjadi ruwet. hehe... Untuk mengatasi yg rumit bin ruwet itu Trump sudah membuat putusan.

Sumber:

Komentar: 97

  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Impostor Among Us
    Impostor Among Us
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
  • Chei Samen
    Chei Samen
  • yohanes hansi
    yohanes hansi
  • WYG S2021
    WYG S2021
  • alasroban
    alasroban
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • doni wj
    doni wj
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
    • Chei Samen
      Chei Samen
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Chei Samen
      Chei Samen
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • yea aina
      yea aina
  • WYG S2021
    WYG S2021
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • yea aina
    yea aina
    • yea aina
      yea aina
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • Yuli Triyono
    Yuli Triyono
  • dabaik kuy
    dabaik kuy
  • dabaik kuy
    dabaik kuy
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • KEY
      KEY
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Kang Sabarikhlas
      Kang Sabarikhlas
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Sadewa Sadewa
    Sadewa Sadewa
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • AnalisAsalAsalan
    AnalisAsalAsalan
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • AnalisAsalAsalan
    AnalisAsalAsalan
  • Alon Masz Eh
    Alon Masz Eh
    • mahfud huda
      mahfud huda
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • EVMF
    EVMF
    • EVMF
      EVMF
    • Chei Samen
      Chei Samen
    • EVMF
      EVMF
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Wahyudi Kando
    Wahyudi Kando
  • herry isnurdono
    herry isnurdono
  • DeniK
    DeniK
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • rid kc
    rid kc
  • Chei Samen
    Chei Samen
  • Condro Mowo
    Condro Mowo
  • Chei Samen
    Chei Samen
    • Chei Samen
      Chei Samen
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
    • Chei Samen
      Chei Samen
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
  • Amat Kasela
    Amat Kasela
  • dabaik kuy
    dabaik kuy
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
  • Abi Kusno
    Abi Kusno
  • Mohammad Irbabullubab
    Mohammad Irbabullubab
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
  • alasroban
    alasroban
  • Cahyo Nugroho
    Cahyo Nugroho
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
  • alasroban
    alasroban
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman