Gara-Gara Abidzar Al Ghifari, Film A Business Proposal Terancam Diboikot, Sepi Penonton

Gara-Gara Abidzar Al Ghifari, Film A Business Proposal Terancam Diboikot, Sepi Penonton

Abidzar Dihujat Gegara Nggak Nonton Business Proposal yang diadaptasinya ke dalam versi Indonesia.--Instagram @abidzar73

JAKARTA, DISWAY.ID - Film adaptasi Indonesia A Business Proposal mengalami penurunan jumlah penonton sejak perilisannya pada 6 Februari 2025.

Selain kurangnya antusiasme dari pencinta film tanah air, gelombang seruan boikot semakin ramai setelah pemeran utama, Abidzar Al Ghifari, menyatakan himbauan untuk tidak menonton film tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun dari dijabarkan oleh akun X @cinepoint, film A Business Proposal jumlah penonton hanya berjumlah 6.900 saja di hari pertama penayangannya.

BACA JUGA:Falcon Pictures Buka Suara Usai Kontroversi Abidzar Soal Film A Business Proposal

"1270 pertunjukan, hunian kurang dari 4 persen. 6.900 tiket masuk hari pertama," tulis akun tersebut, dikutip Jumat 7 Februari 2025.

"Kalian tahu apa yang harus dilakukan. Pemotongan waktu tayang tidak dapat dihindari dan akan brutal," lanjutnya.

Abidzar, yang memerankan karakter Kang Tae Moo versi Indonesia, sebelumnya sempat menuai kritik karena mengaku tidak menonton versi asli drama Korea A Business Proposal .

BACA JUGA:Main Film Adaptasi, Abidzar Dihujat Gegara Nggak Nonton Business Proposal, Netizen: Pantesan Reza Rahadian Masih Laku

Belakangan, dalam sebuah wawancara, Abidzar kembali menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu menonton film ini jika memang tidak suka.

"Gak usah nonton, masih banyak orang lain selain kamu," ujar Abidzar.

Pernyataan tersebut memperkuat sentimen negatif terhadap film A Business Proposal versi Indonesia, yang sejak awal diragukan oleh banyak penggemar drama Korea.

BACA JUGA:Jadwal Tayang Serial Sekotengs Dibintangi Adipati Dolken hingga Abidzar, Kisah Geng Koas Penuh Candaan

Di media sosial, muncul berbagai tagar yang mendukung boikot film ini.

Sejumlah warganet menilai bahwa proyek adaptasi ini seharusnya dilakukan dengan lebih serius, terutama dalam hal pemahaman karakter dan referensi dari versi aslinya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads