Penyaluran Saldo Dana KJP Plus 2025 Tahap I Dinanti Masyarakat, Syarat Nilai Rapor Gimana?

Penyaluran Saldo Dana KJP Plus 2025 Tahap I Dinanti Masyarakat, Syarat Nilai Rapor Gimana?

Saldo dana Bansos KJP plus 2025-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID – Penyaluran saldo dana KJP Plus 2025 tahap I terus dinantikan oleh masyarakat.

Apalagi sejumlah penerima mempertanyakan mengapa status mereka dibatalkan.

Belakangan juga muncul wacana penambahan syarat baru yakni nilai rapor.

BACA JUGA:Alot! Syarat Nilai Rapor KJP Plus 2025 Berlaku Mulai Kapan? Cek Jadwal Pencairan

Syarat Nilai Rapor KJP Plus 2025

Dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta Dinas Pendidikan (Disdik) tak membuat syarat baru bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

Pasalnya, syarat nilai minimal harus 70 yang menjadi usulan berpotensi mengaburkan sasaran awal dari program tersebut.

“Sejak awal, sasaran dari KJP Plus adalah anak didik yang keluarganya tidak mampu secara ekonomi. Bukan didasarkan pada nilai akademk anak didik,” ujar Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian, beberapa waktu lalu.

Wakil rakyat dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengingatkan, setiap anak mempunyai prestasi di bidang masing-masing termasuk di lingkup hidup bermasyarakat.

BACA JUGA:Mantan PM Inggris Tony Blair Jadi Dewan Pengawas Danantara

Dengan nilai minimal justru akan membuat anak didik yang tidak mampu dengan nilai akademik rendh akan putus sekolah lantaran pencabutan KJP Plus.

“Ingat. Kecerdasan, potensi, minat dan bakat masing-masing anak itu berbeda-beda. Jangan sampai anak-anak putus sekolah karena KJP Plus-nya dicabut,” tegas dia.

Berdasarkan data Sistem Pendataan Nilai Raport (Sidanira) DKI Jakarta 2024, menurut Justin, sebanyak 3.507 penerima KJP Plus memiliki nilai raport di bawah 70.

Artinya, jika kebijakan itu diterapkan, ada ribuan anak didik yang terancam pencabutan KJP Plus.

“Bagaimana nanti kelipatannya sampai dengan ledakan demografi kita di tahun 2045? Jangan sampai anak-anak ini berebut jaga lahan parkir di tahun 2045 karena mereka tidak bisa sekolah,” tanda dia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads