Tebar Hewan Kurban 1446 H: Dompet Dhuafa Yogyakarta Jangkau 15.600 Penerima Manfaat
Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H, Dompet Dhuafa Yogyakarta kembali menggulirkan Program Tebar Hewan Kurban (THK)-Dok. Dompet Dhuafa-
Hal ini dilakukan melalui pengelolaan program peternakan domba yang didanai dari dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf, dengan memberdayakan peternak lokal yang berbasis pendekatan philantropreneur.
Dengan demikian, ibadah kurban tidak hanya sebatas penyembelihan hewan, tetapi juga menghadirkan aspek pemberdayaan masyarakat.
Semoga program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang merasakan keberkahan dari ibadah kurban”, ungkap Muhammad Zahron selaku pimpinan cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta.
BACA JUGA:Dompet Dhuafa Salurkan Daging Kurban hingga ke Kaki Gunung Lewotobi NTT
BACA JUGA:LKC Dompet Dhuafa Gelar Rangkaian Giat Sehat untuk Peringatan Hari Hipertensi Sedunia
Daerah sebaran THK salah satunya adalah Desa Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta. Merupakan salah satu desa pelosok Yogyakarta, dimana setiap tahun Idul Adha masih minim kurban.
Daerah dengan keadaan perbukitan yang mudah mengalami kekeringa disaat musim kemarau panjang.
Mayoritas warga setempat berprofesi sebagai petani, dengan kondisi ekonomi yang tergolong miskin, mereka sangat bergantung pada hasil pertanian yang seringkali tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari .
Salah satu wilayah penerima sebaran Tebar Hewan Kurban (THK) tahun ini adalah Desa Purwoharjo, yang terletak di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.
Ari Wibowo selaku kepala Desa Purwoharjo menjelaskan bahwa desa ini merupakan salah satu daerah pelosok Yogyakarta yang hingga kini masih minim kurban disetiap Idul Adha.
BACA JUGA:Dompet Dhuafa Siap Sebarkan 35.000 Hewan Kurban Jangkau Nusantara Hingga Palestina
BACA JUGA:Program Maggotin Dompet Dhuafa Bantu Warga Lampung Naikkan Omzet hingga Puluhan Juta
Terletak di kawasan perbukitan menjadikan desa ini cukup rentan mengalami kekeringan, terutama saat musim kemarau panjang.
Mayoritas warga Purwoharjo berprofesi sebagai petani.
Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, mereka sangat menggantungkan kehidupan sehari-hari dari hasil pertanian yang ada.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: