MERINDING! Penyanyi Thailand Juga Diselamatkan Kursi 11A dalam Kecelakaan Pesawat 1998, Persis Seperti Kisah Penumpang Air India
Dia adalah aktor-Penyanyi Thailand Ruangsak Loychusak yang selamat dalam kecelakaan pesawat tahun 1998 silam.--Facebook Ruangsak Loychusak/AFP/Straits Times
JAKARTA, DISWAY.ID - Entah kebetulan atau ada penjelasan ilmiah, kursi 11A ternyata sempat menyelamatkan penumpang lain di pesawat.
Dia adalah aktor-Penyanyi Thailand Ruangsak Loychusak yang selamat dalam kecelakaan pesawat tahun 1998 silam.
Saat ia melihat berita tentang kecelakaan pesawat Air India pada 12 Juni, satu detail membuatnya merinding.
Satu-satunya penumpang yang selamat duduk di kursi 11A – nomor kursi yang sama dengan yang ia duduki saat selamat dari kecelakaan maut hampir 27 tahun lalu.
"Korban selamat dari kecelakaan pesawat di India. Dia duduk di kursi yang sama dengan saya. 11A," tulis Ruangsak di Facebook mengenai kebetulan yang kini menyita perhatian dunia maya dilansir dari Straits Times.
Pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI171 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad pada 12 Juni. Dari 242 orang di dalam pesawat Boeing 787-8 Dreamliner tersebut, hanya satu orang – Vishwash Kumar Ramesh, warga negara Inggris – yang selamat.
Terlempar dari pesawat saat benturan, pria berusia 40 tahun itu mengalami banyak luka, namun berhasil berjalan menjauh dari reruntuhan dan masuk ke ambulans yang menunggunya.
Berbicara dari rumah sakit, Vishwash mengatakan kepada media India:
"Untuk beberapa saat, saya pikir saya juga akan mati. Tapi ketika saya membuka mata, saya sadar masih hidup dan saya mencoba melepaskan sabuk pengaman dan melarikan diri dari tempat yang saya bisa."
Kembali ke Desember 1998, Ruangsak yang saat itu baru berusia 20 tahun, selamat dari kecelakaan Thai Airways penerbangan TG261 yang jatuh saat mencoba mendarat di Bandara Surat Thani, Thailand selatan.
Pesawat jatuh ke rawa dan menewaskan 101 dari 146 orang di dalamnya.
Ruangsak selamat, dan selama bertahun-tahun ia berbicara terbuka tentang trauma serta rasa bersalah sebagai penyintas yang ia rasakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: