Pro Kontra Normalisasi Kali Ciliwung, Dikerjakan Ahok, Dihentikan Anies, Dilanjutkan Pramono
Pro Kontra Normalisasi Kali Ciliwung, Dikerjakan Ahok, Dihentikan Anies, Dilanjutkan Pramono-Disway/Cahyono-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyadari adanya pro dan kontra (Setuju-tidak setuju) terkait program penanggulangan banjir yakni normalisasi Kali Ciliwung.
Pro dan kontra yang dimaksud bukan hanya terjadi di akar rumput, namun juga di kalangan pemimpin pada periode sebelumnya.
BACA JUGA:ASEAN U-23 Mandiri Cup 2025: Indonesia Melaju ke Semifinal Usai Tahan Imbang Malaysia
BACA JUGA:Kamu Dapat Kredit Usaha Rakyat Bank Mandiri 2025, Berikut Syaratnya
Hal ini dinyatakan Pramono saat memberikan sambutan pada Diskusi Inspiratif Wartalks: Peta Strategis 5 Abad Jakarta Menuju Top 50 Global City 2029 di Ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 22 Juli 2025.
"Ini kan pro kontra dulu zaman Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) ada, tiba-tiba gak ada (Era Anies Abswedan)" kata Pramono.
Namun pro dan kontra itu tidak menyurutkan niat Pramono untuk mengeksekusi proyek normalisasi Kali Ciliwung.
Pasalnya kata Pramono, proyek normalisasi Kali Ciliwung tersebut dapat memberikan kontribusi 40 persen terhadap banjir di Jakarta.
BACA JUGA:Perangi Kecurangan Pangan, Prabowo dan Amran Luncurkan Program Antimafia Pangan
Pramono pun saat ini telah menandatangani 14 penerapan lokasi (Penlok) terkait pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Cliwung.
Desas-desus, setuju dan tidak setuju di tengah masyarakat pun terjadi terkait pembebasan lahan tersebut. Namun Pramono tidak mau ambil pusing soal itu.
"14 lokasi dari 14 sudah saya tandatangani dan kegiatan ini akan segera kami lakukan untuk menormalkan sungai-sungai Ciliwung," pungkas Pramono.
Pembebasan Lahan 4 Penlok Rampung Tahun Ini
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: