Ketika Salah Bikin Salah, Liverpool Gagal di Community Shield
Mohamed Salah Dapat Peringatan dari Liverpool Pasca Kalah dari Crystal Palace-Liverpool-
Tak berhenti di situ. Eksekusi tendangan penaltinya kini dinilai menjadi kebiasan baru yang buruk.
BACA JUGA:Wonderkid Chelsea Masuk Nominasi Kopa Tropy 2025, Estevao Senjata Rahasia Enzo Maresca
"Tapi sekarang dia juga punya kebiasaan baru menendang penalti melambung tinggi," tukas The Inside Liverpool.
Liverpool Kalah Efektif
Statistik kedua tim berbicara banyak di pertandingan tersebut.
Palace tercatat memiliki 14 kesempatan peluang, dengan 4 peluang mengarah ke gawang dan dua di antaranya menjadi gol.
Sementara Liverpool tercatat lebih unggul di segala sektor.
Mereka punya 12 kali kesempatan mencetak gol. Dua dari lima peluang emas, berhasil dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, penguasaan bola Liverpool unggul 60 persen daripada Palace yang hanya 40 persen menguasai bola.
Liverpool juga lebih kreatif di mana mereka mencatatkan 536 operan, dengan tingkat akurasi 85 persen.
Hanya saja, Liverpool justru kalah efektif dari semua peluang yang ada.
Palace, di atas kertas yang hanya membuat 359 operan, di mana 78 persen akurat, terbukti lebih klinis ketika di depan gawang.
Dua gol penyama kedudukan Palace membuat perubahan besar dalam pertandingan ini.
Secara psikologis Liverpool lebih capek. Dampaknya, tekanan besar terjadi di babak adu penalti. Dan tiga penendang penalti mereka gagal semua.
Sementara Palace yang lebih minim tekanan, membuat mereka nothing to lose. Para penendang mereka lebih siap dan fokus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: