FBAI Gugat Legalitas MMA Amatir, Siap Datangi Kemenpora: Kami Pendirinya

FBAI Gugat Legalitas MMA Amatir, Siap Datangi Kemenpora: Kami Pendirinya

Federasi Beladiri Amatir Indonesia (FBAI) yang diketuai Ki Kusumo berencana mendatangi Kemenpora di Jakarta.-ist-

JAKARTA, DISWAY.ID– Polemik soal induk olahraga Mixed Martial Arts (MMA) amatir di Indonesia makin panas. Federasi Beladiri Amatir Indonesia (FBAI) yang diketuai Ki Kusumo mempertanyakan keabsahan organisasi tandingan yang justru diakui untuk mengurus cabang MMA.

Sekjen FBAI Maurice Sihombing menegaskan, pihaknya akan segera mendatangi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk meminta kejelasan sekaligus menyerahkan berkas resmi.

“Agenda hari ini, Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah Khusus Jakarta FBAI mau mempertanyakan ke pemerintah, khususnya Kemenpora. Kami mau mengirimkan berkas. Tolong Menpora yang akan datang, ini diselesaikan,” tegas Maurice, Sabtu (14/9/2025) malam.

BACA JUGA:KPK Dalami Pengakuan Khalid Basamalah Berangkatkan Jamaah Furoda yang Berubah Jadi Haji Khusus

FBAI Klaim Punya Legalitas Lengkap

Maurice menegaskan bahwa FBAI sudah punya legalitas komplit mulai dari Kemenkumham RI, NPWP, hingga AD/ART.

Tak hanya itu, FBAI juga tercatat sebagai anggota Federasi MMA Internasional dengan bukti sertifikat resmi.

Selama ini FBAI juga aktif menggelar Kejuaraan Nasional MMA di Solo, Sumatera, dan Jakarta.

Namun, saat MMA dipertandingkan di SEA Games 2025 Bangkok, FBAI justru tak dilibatkan.

“Pertama kali MMA di Indonesia, itu FBAI yang membentuk. Kami daftar ke KONI Pusat, ditolak. Yang diterima malah wadah yang tidak punya legalitas internasional,” ujarnya heran.

BACA JUGA:Guyuran Dana Rp 200 Triliun, Menko Airlangga Apresiasi Langkah Menkeu Purbaya, Pasar Saham Merespons Positif

Maurice juga mengkritik adanya organisasi lain yang tiba-tiba muncul dan justru menyiapkan atlet MMA ke SEA Games.

“Ketika mau berangkat SEA Games, yang mempersiapkan malah wadah bukan di bawah KONI. Tiba-tiba nongol nama baru yang baru saja bikin kejuaraan di Banten. Kita jadi bingung, padahal FBAI pendirinya,” ucapnya.

Situasi ini, menurutnya, membuat atlet bingung karena adanya dualisme bahkan tigalisme organisasi MMA di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads