Korban Keracunan MBG Bertambah, Menkes Budi Gunadi Beberkan Temuan Terbaru

Korban Keracunan MBG Bertambah, Menkes Budi Gunadi Beberkan Temuan Terbaru

Ilustrasi MBG; Menkes Budi Gunadi menyoroti bahwa temuan dan penanganan kasus tambahan ini dapat dilakukan dengan cepat berkat adanya layanan pengaduan yang terintegrasi dan melibatkan Dinas Kesehatan setempat.-Istimewa-

Sistem pelaporan yang terintegrasi, termasuk melalui hotline 119, memungkinkan Kementerian Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mencocokkan laporan publik dengan data medis di lapangan.

Hal ini penting untuk memastikan tindakan medis cepat diberikan dan langkah audit terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat segera dilakukan.

Perbaikan Tata Kelola MBG Terus Digenjot

Sejak kasus keracunan massal MBG menjadi perhatian publik, pemerintah telah menetapkan serangkaian langkah perbaikan tata kelola. 

BACA JUGA:LAGI! 12 Jenazah Ditemukan dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, 2 Santri Masih Hilang

BACA JUGA:Lirik Lagu The Life of a Showgirl - Taylor Swift feat. Sabrina Carpenter Lengkap Terjemahan Bahasa Indonesia

Salah satu fokus utama adalah mewajibkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh dapur SPPG.

Pemerintah juga kini mewajibkan dua sertifikasi tambahan, yaitu Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dan sertifikat halal, guna mencegah terulangnya kejadian keracunan yang disebabkan oleh cemaran bakteri, virus, maupun zat kimia.

Diharapkan dengan sistem pengaduan yang lebih baik dan pengetatan sertifikasi dapur, risiko keracunan dalam program MBG dapat ditekan secara maksimal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads