Emas Internasional Hari Ini Menguat di Tengah Konflik Dagang dan Ekspektasi Penurunan Suku Bunga AS

Emas Internasional Hari Ini Menguat di Tengah Konflik Dagang dan Ekspektasi Penurunan Suku Bunga AS

emas akan naik 8%–15%, sementara perak diperkirakan bertambah 20%–35% hingga 2026.-Wirestcok-Freepik

JAKARTA, DISWAY.ID - Harga emas dunia (XAU/USD) kembali mencatatkan kenaikan signifikan dan kini berada di kisaran USD 4.040 per troy ounce pada awal perdagangan sesi Asia, Senin 13 Oktober 2025.

Penguatan logam mulia ini didorong oleh meningkatnya tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, yang membuat investor beralih ke aset aman (safe haven).

Mengutip laporan FXStreet, pelaku pasar kini menantikan kepastian mengenai kapan pemerintahan AS akan kembali beroperasi serta rilis data ekonomi penting yang akan memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).

BACA JUGA:RINGAN! Cara Beli Emas BSI Mulai 0,1 Gram, Langkah-Langkah Lewat Aplikasi BYOND

Reli harga emas kali ini semakin kuat setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif baru sebesar 100 persen terhadap impor asal Tiongkok mulai 1 November 2025.

Sebagai respons, Tiongkok memperingatkan akan melakukan tindakan balasan jika AS tidak menarik kebijakan tersebut.

“Memanasnya kembali perang dagang akan menekan nilai dolar AS dan memberikan keuntungan bagi aset safe haven seperti emas,” ujar Tai Wong, pedagang logam independen.

Selain faktor geopolitik, kenaikan harga emas juga dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed yang diperkirakan akan memangkas suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin (bp) pada Oktober dan Desember 2025.

BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian Stabil Hari Ini, Kabar Baik untuk Investasi Jangka Panjang

Menurut data dari CME FedWatch Tool, peluang The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 bp pada pertemuan Oktober mencapai 97 persen, sementara kemungkinan pemangkasan tambahan pada Desember berada di 92 persen.

Kebijakan suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung pergerakan harga emas karena menurunkan biaya peluang dalam memegang aset tanpa imbal hasil tersebut.

Ke depan, pelaku pasar akan menantikan rilis data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS pada Kamis mendatang.

Jika data inflasi menunjukkan kenaikan, dolar AS berpotensi menguat sehingga dapat menekan harga emas dalam jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads