Bank Raya Dorong Program ESG Lewat Penanaman 3.500 Pohon Mangrove, Serap 2,3 Ton Karbon CO2
Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya, terus memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) melalu berbagai inisiatif berkelanjutan.-dok disway-
Upaya itu dilakukan lewat pengurangan penggunaan kertas dan peningkatan literasi keuangan digital masyarakat, termasuk sosialisasi pemanfaatan QRIS dan e-wallet.
"Di mana kami sudah meminimalisir menggunakan kertas, memberikan literasi keuangan digital kepada masyarakat, bagaimana memanfaatkan transaksi digital untuk kebutuhan sehari-hari seperti QRIS, penggunaan e-wallet, dan transaksi digital lainnya, dengan demikian tentunya bisa memberikan dampak maksimal kepada masyarakat di lingkungan sekitar," jelasnya.
Mengenai respon publik, Danar menyebut tanggapan nasabah terhadap program tersebut sejauh ini cukup positif.
Untuk jangka panjang, Bank Raya berencana memperluas kolaborasi CSR serupa ke wilayah lain di Indonesia.
BACA JUGA:BNI dan Badan Bank Tanah Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Percepatan Pembangunan Nasional
"Bakaumu juga memiliki area jangkauan kegiatan pelestarian lingkungan yang tersebar di beberapa wilayah. Jadi mungkin bukan hanya berbicara mengenai bakau, tapi juga pohon-pohon yang lain, dan tentunya kami berharap bahwa di program-program berikutnya, setelah masa kerjasama Bank Raya dengan BakauMu untuk penanaman bakau selesai, kita bisa berlanjut ke program lain untuk memperluas manfaat pelestarian lingkungan ke beberapa wilayah lainnya," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bakaumu, Muhammad Nasir, menambahkan bahwa manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat.
"Masyarakat mendapatkan imbal jasa dari kegiatan penanaman dan perawatan. Secara jangka panjang, ekosistem mangrove memberikan manfaat biologis dia sebagai tempat bertelurnya hewan-hewan di laut. Misalkan kepiting, ikan, menjadikan area sekitar mangrove jadi tempat bertelurnya dan juga tempat mencari makannya," kata Nasir.
BACA JUGA:Papua Jadi Priotitas, Menko AHY Gas Pol Pembangunan Kawasan Timur Indonesia
BACA JUGA:Kemensos dan PT Pos Indonesia Sinkronisasi Data 35 Juta Penerima BLT Tambahan
Selain itu, warga juga mengembangkan produk turunan dari mangrove sebagai usaha rumahan seperti sirup, keripik, teh, dan kopi mangrove. Produk-produk tersebut kini menjadi bagian dari usaha ekonomi kreatif masyarakat pesisir.
"Kami juga rutin melakukan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat sekitar bersama dengan Bank Raya. Harapannya, mereka tak hanya menjaga lingkungan, tapi juga mendapatkan manfaat ekonomi berkelanjutan," tutup Nasir.
Melalui sinergi tersebut, Bank Raya dan Yayasan Bakaumu berharap program ESG berbasis lingkungan dapat menjadi contoh kolaborasi berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi kelestarian ekosistem pesisir pantai dan kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: