Iran Rusuh! 500 Korban Tewas Berjatuhan, Tuding AS dan Israel Dalang Kerusuhan

Iran Rusuh! 500 Korban Tewas Berjatuhan, Tuding AS dan Israel Dalang Kerusuhan

Situasi di Iran memanas, sebanyak 500 korban tewas diperkirakan berjatuhan. --PBS

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, dalam pidatonya di parlemen pada 11 Januari, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan “salah perhitungan”.

Protes dimulai pada 28 Desember sebagai respons terhadap melonjaknya harga, sebelum kemudian beralih menentang para penguasa ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Pihak berwenang menuduh AS dan Israel menghasut kerusuhan dan menyerukan unjuk rasa nasional pada 12 Januari untuk mengecam aksi terorisme yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel di Iran.

BACA JUGA:Kesepakatan Besar, Israel Setujui Ekspor Gas Alam ke Mesir Senilai Rp585 Triliun

Televisi pemerintah menayangkan puluhan kantong jenazah di kantor koroner Teheran, dengan mengatakan bahwa para korban tewas adalah akibat peristiwa yang disebabkan oleh “teroris bersenjata”, serta rekaman keluarga yang berkumpul di luar Pusat Kedokteran Forensik Kahrizak di Teheran menunggu untuk mengidentifikasi jenazah.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan ia terkejut dengan laporan kekerasan oleh otoritas Iran dan mendesak agar dilakukan penahanan diri semaksimal mungkin.

“Hak atas kebebasan berekspresi, berserikat, dan berkumpul secara damai harus sepenuhnya dihormati dan dilindungi,” katanya di platform media sosial X.

BACA JUGA:Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf Hizbullah, Benjamin Netanyahu Peringatkan Serangan Susulan!

Iran Kecam Perusuh dan Teroris

Meski otoritas Iran telah berhasil melewati protes-protes sebelumnya, gelombang terbaru ini terjadi ketika Teheran masih memulihkan diri dari perang 2025 dan posisi regionalnya melemah akibat pukulan terhadap sekutu-sekutunya seperti Hizbullah Lebanon sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Kerusuhan di Iran terjadi di saat Trump menunjukkan kekuatan AS di panggung dunia, setelah menyingkirkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, serta mengemukakan kemungkinan untuk memperoleh Greenland melalui pembelian atau kekuatan militer.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam wawancara televisi, mengatakan Israel dan AS adalah dalang destabilisasi dan bahwa musuh-musuh Iran telah membawa masuk teroris yang membakar masjid dan menyerang bank dan properti publik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads