KSAD Santai Tanggapi WNI Gabung Militer AS: Peminat TNI Masih Melimpah!
KSAD menilai fenomena tersebut sebagai hal yang biasa. Menurutnya, minat masyarakat Indonesia untuk menjadi prajurit TNI AD juga masih sangat tinggi.-Disway/Anisha Aprilia -
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengaku tak mempermasalahkan keputusan warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan militer Amerika Serikat.
Menurutnya, hal itu merupakan hak pribadi masing-masing individu.
BACA JUGA:Menteri Imipas Agus Andrianto Targetkan Tiap Kabupaten/Kota Punya Kantor Imigrasi
BACA JUGA:Siapa Dion Markx? Ini Profil, Sepak Terjang, Hingga Pendidikan Pemain Baru Persib
“Kalau WNI mau jadi tentara di sana, itu hak pribadinya. Tidak ada masalah,” ujar Maruli saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senin, 26 Januari 2026.
KSAD menilai fenomena tersebut sebagai hal yang biasa. Menurutnya, minat masyarakat Indonesia untuk menjadi prajurit TNI AD juga masih sangat tinggi.
“Anggota prajurit kita yang mau jadi tentara di Indonesia masih banyak,” katanya.
Ia membenarkan jika proses rekrutmen TNI lebih ketat. Namun, hal itu bukan karena bayar.
BACA JUGA:Jadi Tersangka, Richard Lee Ajukan Praperadilan, Begini Penjelasan Polisi
"Ya kalau memang kita lihat kualitas seleksinya di kita seleksinya lebih ketat. Tapi bukan karena bayar. Kita cek semua kesehatannya, kemampuannya," imbuhnya.
Ia menyayangkan adanya pernyataan yang mengungkapkan bahwa masuk TNI bayar. Padahal, kata dia, proses rekrutmen TNI gratis.
"Cuma yg jadi masalah ko tega-teganya bilang harus bayar. Gimana bayarnya? Katanya masuk tentara disini bayar katanya, ga punya uang. Ya karena dia mau bayar kalau kita ga mau bayar mah ya ga bayar," jelas dia.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim pemeriksa untuk menelusuri kejadian tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: