PNM Buktikan Pemberdayaan Buka Jalan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Lahir dari keluarga sederhana di pesisir, Tika Wulandari tumbuh dengan cerita hidup yang tak pernah jauh dari perjuangan-Dok.PNM-
PROBOLINGGO, DISWAY.ID - Lahir dari keluarga sederhana di pesisir, Tika Wulandari tumbuh dengan cerita hidup yang tak pernah jauh dari perjuangan.
Ayahnya seorang nelayan yang kerap pulang tanpa membawa hasil.
Ibunya, Siti Wartika, membesarkannya dengan kesabaran dan keyakinan bahwa hidup yang serba terbatas bukan alasan untuk berhenti bersyukur.
BACA JUGA:Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Jadi Ciri Khas PNM di Industri Keuangan
BACA JUGA: Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas, Strategi PNM Perkuat Gizi Masyarakat
Tika terbiasa hidup prihatin sejak kecil, namun orang tuanya mengajarkan bahwa nikmat keluarga yang sehat dan tempat berteduh, sekecil apa pun, adalah karunia yang patut dijaga.
Sejak kelas 4 SD hingga lulus SMP, sepulang sekolah Tika membantu tetangga yang mengolah pindang ikan demi menambah uang saku dan biaya makan.
Meski serba terbatas, pendidikan agama tetap menjadi prioritas orang tuanya. Bahkan setelah lulus SMP, Tika tetap disekolahkan di SMK pesantren hingga selesai.
Ujian datang ketika Tika duduk di bangku SMK kelas XI. Angin laut yang kencang membuat ayahnya melaut berhari-hari tanpa hasil. Beras di gentong habis, ibunya menangis, namun tetap tersenyum.
“Tidak apa-apa, yang penting Bapak selamat,” ujar sang ibu kala itu. Momen tersebut menjadi titik balik tekad Tika untuk membantu keluarganya.
Lulus SMK, Tika memilih tidak melanjutkan kuliah demi meringankan beban orang tua dan adiknya yang masih kecil.
BACA JUGA:PNM Perluas Pemberdayaan Perempuan di Maluku Utara
BACA JUGA:PNM Hadirkan Program RE3 dari Karyawan untuk Masyarakat
Ia mencari pekerjaan apa pun yang halal, hingga akhirnya pada tahun 2019, ia diterima sebagai Account Officer (AO) Mekaar Panarukan di PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: