Hasyim: Prabowo Tegaskan Kapal Pertamina Harus Dibuat di Dalam Negeri
Ketua Dewan Pembina Kadin Indonesia, Hasyim Djojohadikusumo, menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa seluruh kapal milik PT Pertamina harus dibangun di galangan kapal dalam negeri-Istimewa-
Anita juga menyoroti masalah perizinan berlapis. Menurut dia, dalam operasional galangan kapal, satu izin kerap memicu rangkaian izin lanjutan yang jumlahnya bisa mencapai belasan, termasuk izin pengerukan untuk pemeliharaan sedimentasi.
Padahal pengerukan tersebut bersifat rutin dan krusial untuk menjaga fasilitas galangan tetap berfungsi.
“Kami bahkan harus mengurus izin pengerukan hanya untuk maintenance. Ini berat sekali bagi industri, padahal tujuannya agar galangan bisa tetap hidup,” jelasnya.
BACA JUGA:Ngakak! Pengacara Jambret Kecewa Gak Diundang Rapat DPR: Klien Kami Mati, Si Hogi Ditahan Aja Gak!
Para pemilik galangan kapal, katanya, masih menghadapi lamanya proses impor barang dan peralatan, yang bisa memakan waktu hingga dua hingga tiga bulan. Proses yang melibatkan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, hingga Bea Cukai dinilai belum terintegrasi dengan baik.
Perbedaan persepsi klasifikasi HS Code antar instansi juga disebut menjadi persoalan serius karena berdampak langsung pada biaya logistik, termasuk tingginya beban demurrage yang harus ditanggung pelaku usaha.
Lebih lanjut, Anita turut menyinggung adanya kesenjangan insentif fiskal bagi industri pelayaran dan galangan kapal Indonesia dibandingkan negara lain seperti Tiongkok, yang memberikan dukungan luas tidak hanya dalam bentuk perpajakan, tetapi juga berbagai insentif industri lainnya.
"Pemerintah kami harapkan memberi insentif kepada perusahaan pelayaran yang membangun kapal di dalam negeri, termasuk insentif bebas PPN," katanya.
Dia tidak lupa mengapresiasi perusahaan pelayaran nasional yang telah memercayakan pembangunan kapalnya pada galangan dalam negeri dan berharap semakin banyak perusahaan pelayaran yang membangun kapal di galangan nasional.
BACA JUGA:Pengamat: APBN 2026 Jadi Kunci Pengelolaan dan Kemandirian Industri Pertahanan
Anita juga menyampaikan terima kasih kepada Kadin Indonesia, khususnya Ketua Dewan Pembina Kadin Indonesia Hasyim Djojohadikusumo yang memprakarsai dialog pemberdayaan industri kapal dan pelayaran serta mendukung pengembangan industri perkapalan nasional.
Anita berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret melalui penataan regulasi, percepatan perizinan, harmonisasi kebijakan impor, serta pemberian insentif yang kompetitif demi memperkuat daya saing industri galangan dan pelayaran nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: