VJ Edgecombe Membawa Mentalitas Pemenang ke Panggung NBA Rising Stars 2026

VJ Edgecombe Membawa Mentalitas Pemenang ke Panggung NBA Rising Stars 2026

Tim Vince Carter mengangkat piala setelah memenangi game NBA Rising Star 2026.-Rocky Padila for Disway-

DISWAY -  Di bawah sorot lampu Halo Board yang megah di Intuit Dome, markas baru Los Angeles Clippers yang canggih, suasana Jumat malam (13/2) terasa berbeda dari sekadar laga eksibisi biasa.

NBA Rising Stars seringkali dikritik karena kurangnya intensitas defensif, namun tahun 2026 memberikan narasi yang berbeda. Dan di pusat narasi tersebut berdiri satu nama: VJ Edgecombe.

Rookie sensasional milik Philadelphia 76ers ini tidak datang ke Los Angeles untuk sekadar pamer dunk atau berswafoto. Ia datang dengan misi yang jelas, dan hasilnya adalah trofi MVP Castrol NBA Rising Stars yang diraihnya setelah membawa Team Vince (Vince Carter) menjadi juara dalam format turnamen yang sangat kompetitif.

Janji Kepada Sang Legenda

Cerita kemenangan ini sebenarnya dimulai dua minggu lalu saat sesi draft pemain. VJ Edgecombe, yang dipilih ke Team Vince, memberikan pesan singkat namun tegas kepada pelatihnya, Vince Carter: "Pilih saya jika Anda ingin menang."

Kata-kata itu bukan sekadar bualan. Sejak detik pertama semifinal melawan Team T-Mac (Tracy McGrady), Edgecombe menunjukkan tingkat usaha yang biasanya hanya terlihat di babak playoff. Sementara pemain lain mungkin masih mencari ritme, Edgecombe sudah melakukan diving untuk bola liar dan melakukan transisi secepat kilat.

Di semifinal, Team Vince menghadapi perlawanan sengit dari Team T-Mac. Saat skor mendekati angka target 40, Edgecombe mengambil alih kendali secara total. Ia mencetak 17 poin secara keseluruhan, tetapi yang paling mengesankan adalah bagaimana ia menutup laga: mencetak 10 poin terakhir secara beruntun untuk timnya. Puncaknya adalah sebuah step-back mid-range jumper yang memastikan kemenangan 41-36 bagi Team Vince.


Aksi dunk VK Edgecombe saat melakoni laga NBA Rising Star 2026.-Rocky Padila for Disway-

Final yang Menegangkan: 25-24 yang Bersejarah

Jika semifinal sudah menunjukkan kelasnya, babak final melawan Team Melo (Carmelo Anthony) adalah pembuktian sesungguhnya mengenai "seriusnya" Edgecombe malam ini. Laga final dimainkan dengan target skor 25, sebuah angka yang kecil namun terasa sangat jauh karena ketatnya pertahanan kedua tim.

Team Melo, yang diperkuat oleh duo San Antonio Spurs, Stephon Castle dan Dylan Harper, memberikan perlawanan fisik yang luar biasa. Dylan Harper, yang sebelumnya menjadi pahlawan dengan mengalahkan kakaknya sendiri, Ron Harper Jr., di semifinal pertama, tampak sangat bernafsu untuk mengawinkan gelar Rising Stars dengan gelar Rookie of the Year yang sedang ia incar.

Namun, Edgecombe adalah antitesis dari permainan santai. Ia terlihat beberapa kali memberikan instruksi defensif kepada rekan setimnya seperti Matas Buzelis dan Egor Demin. "Kami semua ingin berkompetisi, dan saya benar-benar ingin menang," ujar Edgecombe pasca pertandingan.

Pertandingan berjalan sangat alot. Tidak ada tim yang memimpin lebih dari empat poin. Saat skor menunjukkan angka 24-23 untuk keunggulan Team Melo—yang berarti mereka hanya butuh satu poin lagi (melalui layup atau tembakan bebas) untuk juara—terjadi sebuah momen yang mendefinisikan effort tinggi Edgecombe.

Dalam transisi cepat, Edgecombe menggiring bola langsung ke arah jantung pertahanan lawan. Ia menabrak Clingan, memaksa wasit meniup peluit: foul.


Aksi Derek Queen di laga NBA Rising Star 2026.-Rocky Padila for Disway-

Ketenangan di Garis Tembakan Bebas

Dalam format target skor, jika seorang pemain dilanggar dalam posisi menembak saat timnya butuh poin penentu, ia harus mengeksekusi tembakan bebas tersebut dengan tekanan yang luar biasa. Intuit Dome seketika sunyi. VJ Edgecombe berdiri di garis free throw dengan napas yang teratur namun tatapan mata yang tajam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads