BRIN dan CEO Sepakat, Ekonomi Sirkular Jadi Penentu Net Zero 2060

BRIN dan CEO Sepakat, Ekonomi Sirkular Jadi Penentu Net Zero 2060

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama para pemimpin perusahaan nasional menegaskan bahwa ekonomi sirkular menjadi penentu keberhasilan Indonesia mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060.--istimewa

“Transisi menuju ekonomi sirkular bukan hanya agenda keberlanjutan, tetapi juga peluang strategis bagi dunia usaha. Melalui Executive Dialogue ini, kami mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara sektor bisnis dan pembuat kebijakan untuk mempercepat solusi sirkular yang berdampak dan dapat diskalakan di Indonesia," katanya. 

BACA JUGA:Beam Mobility Dukung Target Ekonomi Sirkular 2025-2045, Pelanggan Langsung Naik 10 Kali Lipat

Dialog ini menghadirkan paparan dari Reo Kawamura, Director of the Environmental Policy Regional Knowledge Centre for Marine Plastic Debris (RKC-MPD) ERIA, serta sesi pengantar kebijakan oleh Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas.

Kedua sesi tersebut memberikan gambaran mengenai tren global dan regional, sekaligus arah kebijakan nasional Indonesia dalam mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular ke dalam perencanaan pembangunan.

Leonardo A. A. Teguh Sambodo Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup, Bappenas menekankan bahwa kebijakan dan regulasi tidak akan berdampak tanpa implementasi yang konsisten dan kolaboratif.

“Kebijakan dan regulasi hanyalah tumpukan dokumen jika tidak diikuti dengan implementasi yang konsisten dan kolaboratif. Di sinilah peran sektor swasta menjadi kunci. Pemerintah akan berperan sebagai fasilitator melalui penyediaan ekosistem pembiayaan hijau dan insentif. Namun, kami membutuhkan swasta untuk berani melakukan pilot project, berkolaborasi dan mengadopsi riset dari BRIN, serta meningkatkan kapasitas SDM internal untuk menghadapi transformasi menuju model bisnis berkelanjutan,” ungkapannya. 

BACA JUGA:Beam Mobility Dukung Target Ekonomi Sirkular 2025-2045, Pelanggan Langsung Naik 10 Kali Lipat

Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN Dr. R. Hendrian, M.Sc. juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Indonesia Global Compact Network (IGCN) dan Bappenas atas kolaborasi penyelenggaraan kegiatan ini.

"Dalam konteks global, ekonomi sirkuler telah menjadi bagian penting dari strategi dan karbonisasi dan sustainable growth. Dalam konteks nasional, ekonomi sirkuler merupakan instrumen penting untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045—yakni Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan," jelasnya. 

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah peluncuran resmi IGCN Circular Economy Working Group (CE-WG). Kelompok kerja ini dirancang sebagai platform kolaboratif bagi perusahaan dan mitra untuk mendorong inovasi, dialog kebijakan, proyek percontohan, serta aksi nyata yang selaras dengan Sepuluh Prinsip UN Global Compact dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui Circular Economy Executive Dialogue 2026, IGCN berharap dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan pemahaman mengenai nilai bisnis dari ekonomi sirkular, serta mendorong aksi kolektif yang berkelanjutan melalui IGCN Circular Economy Working Group.

Hasil dialog nantinya diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan, inovasi bisnis, dan upaya bersama menuju ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads