Pemerintah Siap Impor BBM Kecuali Jenis Solar
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia saat memberi keterangan-dok Disway-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Washington, D.C., Amerika Serikat (AS) memperkuat ketahanan energi nasional melalui kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, kesepakatan tarif dagang itu telah ditandatangani Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Prabowo Subianto secara resmi dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.
BACA JUGA:Weight Loss Berhasil hingga 19 Kg Lewat Metode Cerdas dari LIGHTweight Challenge
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS.
Dalam perjanjian yang diberi judul "Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance" ini komoditas migas yang diimpor adalah minyak mentah atau crude, liquefied petroleum gas (LPG), dan produk BBM.
Kepentingan BBM menjadi salah satu bentuk kerjasama Indonesia dengan AS yang sudah disepakati. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto bersama dengan Menteri ESDM bagian dari tindaklanjut dari kesepakatan sebelumnya.
BACA JUGA:Kejagung Geledah Sejumlah Tempat Terkait Kasus Pome, Mobil Mewah Ikut Disita!
BACA JUGA:Kawan Indonesia: Tak Masalah TNI Dilibatkan di Berbagai Sektor, Prajurit Bukan Hanya Berperang!
"Sesuai dengan kesepakatan yang sudah dilakukan dengan Amerika Serikat, ini kan dalam rangka menyeimbangkan tarif perdagangan dua-dua pihak ya, dan akhirnya memang kita harus bersepakat untuk membeli BBM dari Amerika," ujar Dwi Anggia saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, upaya ini termasuk bentuk konsistensi dalam komitmen Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Salah satunya melalui penguatan bauran energi yang lebih beragam, efisien, dan berkelanjutan. Pemerintah memastikan bahwa setiap kebijakan dan kerja sama yang dibangun tetap mengedepankan kedaulatan energi serta kepentingan rakyat Indonesia.
BACA JUGA:Setelah UU HAM, Natalius Pigai Targetkan Revisi UU Pengadilan HAM Rampung 2027
BACA JUGA:Service Spesial Motor Tersayang, AHASS Beri Diskon Jasa Servis Motor Matik
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: