Sofyano Zakaria Minta Pelindo Serius Optimalkan Tol Cibitung–Cilincing

Sofyano Zakaria Minta Pelindo Serius Optimalkan Tol Cibitung–Cilincing

Tol Cibitung–Cilincing Sepi Peminat? Sofyano Zakaria Minta Pelindo Turunkan Tarif Tol---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, meminta Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) segera mengambil langkah konkret agar Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kendaraan angkutan logistik.

Menurut Sofyano, keberadaan Tol Cibitung–Cilincing yang terhubung langsung ke kawasan Pelabuhan Tanjung Priok seharusnya menjadi solusi utama kelancaran distribusi barang dari kawasan industri Cikarang, Bekasi, hingga Karawang menuju pelabuhan.

Namun hingga kini, tingkat penggunaannya saat ini sekitar 8.000 unit kendaraan dinilai masih relatif sangat  rendah dibandingkan kapasitas yang tersedia.

“Direktur Utama dan jajaran direksi Pelindo perlu berupaya serius mencarikan solusi agar Tol JTCC benar-benar menjadi jalur utama logistik. Salah satu persoalan utama adalah tarif yang dinilai masih mahal, sekitar Rp70.000 per unit kendaraan untuk golongan tertentu. Ini membuat banyak operator logistik memilih jalur lain,” ujar Sofyano dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 28 Februari 2026.

BACA JUGA:Sofyano Zakaria: Masa Depan Ekonomi Kalbar Ditentukan Pelabuhan Kijing

Ia menegaskan, Pelindo memiliki kepemilikan saham pada ruas tol JTCC tersebut sehingga memiliki kepentingan langsung untuk mendorong optimalisasi pemanfaatannya.

Oleh karena itu, manajemen Pelindo didorong untuk mengupayakan adanya pemberlakuan tarif terintegrasi dengan jaringan tol lainnya agar biaya yang ditanggung pengusaha angkutan menjadi lebih efisien.

“Ini perlu dibicarakan serius dengan pihak Pemerintah dan juga pihak terkait sehingga soal tarif ini bisa dipecahkan.Keberhasilan mengatasi “masalah” yang ada yakni terkait Tarif yang dinilai mahal, akan sangat di apresiasi publik” tambah Sofyano. 

Sofyano juga menyebutkan, selama ini jumlah pengguna harian JTCC masih jauh dari potensi maksimalnya. Kondisi sepinya pengguna JTCC, lanjutnya, berdampak pada semakin padatnya ruas Tol Cikampek dan Tol Cakung–Cilincing (Cacing) Cikarang yang tetap menjadi pilihan utama kendaraan logistik.

BACA JUGA:Rokok Ilegal Senilai Rp399 Miliar Disita di Pekanbaru, Sofyano Zakaria: Negara Tak Boleh Kalah

“Akibatnya terjadi penumpukan kendaraan di jalur-jalur tersebut, waktu tempuh menjadi lebih lama, konsumsi bahan bakar meningkat, dan biaya logistik semakin tinggi,” jelasnya.

Ia menilai, kemacetan yang berlarut-larut tidak hanya merugikan pelaku usaha, tetapi juga berdampak pada perekonomian nasional. Biaya logistik yang tinggi akan berujung pada naiknya harga barang, menurunnya daya saing industri, serta terhambatnya arus distribusi ekspor-impor, tegas Sofyano lagi.

Sofyano menegaskan, integrasi tarif Tol JTCC menjadi langkah strategis untuk mendorong pemerataan arus kendaraan, mengurangi kemacetan, serta menekan biaya logistik nasional.

"Pemerintah dan juga Pelindo harus melihat ini sebagai investasi jangka panjang untuk efisiensi dan daya saing ekonomi nasional,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads