Diroasting Cuma Lulusan Paket C, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Singgung Ramalan Prabowo Indonesia Bubar 2030

Diroasting Cuma Lulusan Paket C, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Singgung Ramalan Prabowo Indonesia Bubar 2030

Tiyo menceritakan awal mulanya ia adalah lulusan paket C dan memutuskan untuk ikut paket C saja daripada sekolah formal. --Instagram Tiyo Ardianto

Maka Tiyo bersama rekan-rekan merintis transformasi, dari sanggar Omah Dongeng Marwah, jadi PKBM.

“Homeschooling berbasis komunitas, yang metodologinya adalah dongeng. Kami menarasikan apapun secara dongeng, semua pelajaran. Sekolah itulah yang membentuk saya, yang waktu itu angkatan pertama saya hanya 5 orang. Gak ada guru, adanya fasilitator. Tidak boleh ada orang yang merasa lebih pintar dari yang lain, yang ada adalah tahu lebih dulu,” tuturnya. 

Selama 3 tahun di sana, ia banyak belajar banyak hal, seni, sastra kebudayaan, dan kadang politik juga.

“Sehingga ini terakumulasi pada keputusan selanjutnya, oke kita kuliah. Dan waktu itu saya hanya daftar 2 kampus. Karena kita punya mimpi maka ijazah itu menjadi penting kan satu-satunya alat yang diberikan oleh sekolah kan memang ijazah. Ya waktu itu ada dilema mau lanjut kuliah atau tidak,” tuturnya. 

BACA JUGA:Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Tanda Negara Darurat Sudah Banyak, Reformasi Jilid II Butuh Kesadaran Kolektif

Tiyo tak masalah dengan roasting netizen bahwa dirinya hanya tamatan paket C. 

Pikiran-pikiran kritis Tiyo itu membuatnya berani mengkritik Prabowo Subianto dengan menyebut narasi Presiden Bodoh dan mengirim surat ke UNICEF karena ada siswa yang bunuh diri karena tak bisa membeli buku.

“Ketika sebuah kebijakan itu keliru, kita harus cek suara hati kita. Rasanya MBG ini sudah terlalu jauh dari niat awal yang diucapkan presiden ketika jadi capres. Niatnya sederhana, ingin mengentaskan stunting, ingin memberi gizi anak-anak. Maka seluruh yang hari ini yang dilakukan sangat jauh sekali, justru lebih dekat pada korupsi yang tersistematis, korupsi yang dilegalkan,” ucapnya. 

Nah di sini, ia sadar kita berhadapan dengan rezim yang bermain begitu kasar. 

BACA JUGA:Istana Bantah Omongan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang Bilang Anggaran Pendidikan Dipotong karena MBG

Karena antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan sudah sangat jauh tapi juga tak mau memperbaiki, sama sekali.

“Sampai sekarang kan gak ada perubahan bermakna, bahkan selama 1 tahun berjalan gak ada laporan publik. padahal penting, ya sebab publik percaya oleh negara yang sedang dikelola oleh mereka. Rakyat ini gak pengen kok punya pemimpin yang dikritik, rakyat maunya punya pemimpin yang membanggakan tapi sayangnya punya pemimpin yang memalukan baik di level nasional dan internasional,” ungkap Tiyo.

BACA JUGA:Profil Uceng Guru Besar UGM yang Ajak Natalius Pigai Debat Terbuka Soal Kasus HAM di Indonesia

Indonesia Bubar pada 2030

Nah sebagai rakyat, Tiyo merasa memang perlu berstrategi, supaya bagaimana caranya kehancuran ini bisa dibatalkan.

Tiyo juga menyinggung soal pernyataan Prabowo yang sebelumnya meramalkan Indonesia bubar di 2030. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads