Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering
Potensi terjadinya karhutla meningkat akibat kemarau yang lebih cepat--freepik.com
Sifat kemarau tahun ini pun diproyeksikan Bawah Normal (lebih kering dari biasanya) di 64,5% wilayah Indonesia. Dengan kata lain, durasi kemarau kali ini akan terasa lebih panjang dan menusuk.
Menghadapi durasi kering yang lebih panjang, BMKG menekankan pentingnya mengubah "Peringatan Dini" (Early Warning) menjadi "Aksi Nyata" (Early Action).
BACA JUGA:Genjot Revitalisasi 60 Ribu Sekolah, Pemerintah Siapkan Dana Tambahan Rp89,49 Triliun
"Petani perlu segera menyesuaikan jadwal tanam dengan memilih varietas yang lebih hemat air dan tahan kekeringan," tegas Faisal.
Selain urusan perut, manajemen air pada waduk dan bendungan harus diperketat demi menjaga pasokan air domestik serta operasional PLTA.
Pemerintah daerah juga diminta bersiaga penuh terhadap penurunan kualitas udara dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap mengintai saat kondisi lahan mengering secara ekstrem.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: