Kelas Delcy
Presiden AS Donald Trump saat memberikan keterangan di Gedung Putih, Washington D.C. -The White House-
Perang Iran sudah mendekati akhir. Itulah perasaan Presiden Donald Trump. Persenjataan Iran sudah dilumpuhkan justru ketika masih di gudangnya. Basis senjata di berbagai tempat dan kota diihancurkan –lewat beribu kali serangan udara jarak jauh.
Kini Trump mulai beralih memikirkan masa depan Iran. Ia tidak lagi ngotot: pemerintah Iran harus digulingkan. Kini Trump sudah bisa menerima kenyataan: Iran harus dipimpin golongan ayatollah. Hanya saja ia minta jangan ayatollah yang memusuhi Amerika. Harus ayatollah yang pro Amerika.
"Saya harus terlibat dalam penentuan pemimpin tertinggi Iran," katanya di sosmed miliknya sendiri. Ia tidak setuju Mojtaba Hassan Khamenei yang terpilih. Putra kedua Ayatollah Khamenei yang tewas di serangan hari pertama IsAm itu dinilai tidak beda dengan ayahnya. Garis keras. Apalagi istri dan anaknya ikut tewas di serangan udara ke kediaman Khamenei.
Sebenarnya di Iran sendiri belum ada keputusan siapa kandidat pengganti Khamenei. Di sana ada mekanisme tersendiri. Mojtaba masih berumur 56 tahun. Masih ada Ayatollah AlirezaArafi yang lebih senior. Dan masih banyak lagi.
Dua hari lalu IsAm mengebom satu bangunan di Teheran. Dikira di situ sedang berkumpul para ayatollah: rapat penggantian pemimpin tertinggi. Dikira sekali bom bisa menewaskan satu lapisan elite ayatollah di Iran. Kali ini info intelijen IsAm iti salah: yang dibom itu bangunan kosong. Pun Mojtaba tidak di situ.
Ibarat tinju, Trump menilai Mojtaba adalah petinju kelas ringan. Yang dicari Trump adalah ayatollah "kelas Delcy".
Anda sudah tahu siapa Delcy: boneka dari Venezuela. Namanyi Delcy Rodriguez. Amerika mengangkatnyi menjadi presiden sementara Venezuela –setelah Trump menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Delcy adalah wanita yang melejit. Latar belakang pendidikannyi hukum. Setelah jadi politikus, dia diangkat Presiden Hugo Chavez jadi menteri kominfo. Lalu diangkat Madurojadi menteri keuangan. Sebentar kemudian jadi menteri ekonomi. Tidak lama pula jadi wakil presiden. Lalu jadi presiden sementara.
Kini Delcy lagi jomblo. Setelah cerai dengan bintang film terkenal di sana, dia hidup bersama ''domestik partner''-nyi: Yusuf Abou Nassif. ''Domestik partner'' adalah istilah diplomatik kenegaraan untuk menyebut kumpul kebo. Yang istimewa: Delcy adalah pengikut guru spiritual India, Sai Baba.
Trump lagi mencari orang seperti itu untuk Iran. Alangkah sulitnya.
Mungkin juga Trump sudah dapat laporan intelijen bahwa di antara ayatollah di Iran banyakjuga yang punya garis berbeda. Ada juga yang bergaris lentur.
Pun sejak zaman Ayatollah Rukhullah Khomeini –pendahulu Khamenei–- yang lentur seperti itu sudah ada. Tapi tersingkir. Bahkan ada yang tersingkir secara tragis.
Demikian juga di tingkat eksekutifnya. Banyak tokoh seideologi dengan Ayatullah RukhullahKhomeini yang akhirnya tersingkir.
Anda tentu masih ingat nama tokoh Bani Sadr. Ia adalah tangan kanan Khomeini sendiri. Sama-sama berjuang sejak masih di pengasingan: di Paris. Sama-sama pulang ke Iran setelah perjuangan mereka berhasil menumbangkan maharaja Reza Pahlevi.
Bani Sadr ingin Iran maju –dengan tetap menganut ideologi Khomeini. Tapi pergolakan antara garis keras dan garis lentur membuat Bani Sadr berubah status: dari tangan kanan menjadi tangan kiri Khomeini. Lalu tangan itu dipotong pakai pisau revolusi sampai ke pangkal lengannya. Sampai buntung.
Di mana pun tidak sedikit sebuah revolusi justru memotong tangannya sendiri. Termasuk di Indonesia. Bung Karno, memotong tangan revolusi kemerdekaan kita: Sutan Sjahrir. Ia dimasukkan penjara sampai meninggalnya. Padahal justru Sjahrir-lah yang meyakinkan para pemuda kala itu agar Bung Karno saja yang jadi presiden –meskipun para pemuda sendiri– lebih ingin Sjahrir yang jadi presiden.
Trump berkeyakinan tidak semua ayatollah satu garis. Apalagi sudah terlalu lama Iran ''menderita'' akibat blokade Barat yang amat ketat. Kata ''menderita'' itu tentu saja tidak tepat. Di Iran saya lihat tidak ada orang yang sangat miskin --meski tidak ada juga yang sangat kaya.
Di jalan-jalan raya tidak terlihat mobil jelek, reyot, dan mobil tua. Tapi juga tidak terlihat mobil mewah. Saya tidak melihat ada Mercy atau kelas BMW di jalan-jalan umum. Mobilnya didominasi mobil kelas menengah.
Pun rumah-rumah tangga. Semua rumah di Iran dapat aliran gas yang murah. Gas dari sentral distribusi. Pakai jaringan pipa. Tidak ada gas melon 3 kg yang wira-wiri tanpa henti.
Tapi Iran juga tidak bisa menjadi negara makmur yang maju –akibat blokade. Padahal Iran punya potensi bisa makmur semakmur-makmurnya dan maju semaju-majunya. SDM mereka unggul. Sumber gas mereka termasuk terbesar di dunia. Iran bisa menjadi negara Islam yang jaya.
Kini kembali ke Iran sendiri: mau pilih jalan yang mana. Atau jangan-jangan Iran masih menyimpan senjata yang mematikan –meski rasanya mustahil tidak terdeteksi oleh intelijen Amerika.
Pun kalau Amerika sudah lebih realistis belum tentu Israel bersetuju dengan pilihan Amerika itu. Israel lebih ingin Iran hancur sehancur-hancurnya.
Tapi Amerika tidak mungkin meneruskan perang kalau Iran sudah dalam keadaan sangat lemah dalam persenjataan. Memaksakan perubahan ideologi tidak mudah. Apalagi tidak mungkin melakukan perang darat --untuk menguasai Iran.
Kelihatannya Trump juga sudah merasa sulit mengandalkan suku Kurdi untuk memulai perang teritorial. Terlalu kecil kekuatan mereka untuk bertempur secara darat --bila pun dapat dukungan senjata dari Amerika.
Iran bukan Venezuela. Delcy memang bisa jadi boneka di Venezuela tapi orang Parsibukanlah bangsa boneka.(Dahkan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 6 Maret 2026: Serangan Fajar
Warok Ponorogo
Breaking News Pabrik petrokimia di cilegon banten menyatakan kondisi force majeur, akibat penutupan jalur logistik bahan baku naptha yang melalui selat hortmuz. Ya, chandra asri kesulitan bahan baku utama naptha yang diolah lanjut menjadi bahan kimia industri, plastik, komponen otomotif, kemasan makanan. Permasalahannya adalah dari sisi tensga kerja dan investasi danantaradi pabrik ini. Sebagaimana diberitakan, danantara mengalirkan modal karena peran vital dari industri petrokimia, dimana chandra asri boleh dibilang gajahnya industri ini. Persoalan menjadi pelik, modal danantara yang ditanam di pabrik ini berasal dari keuntungan dividen BUMN utamanya bank bank plat merahnya. Kalo sampe kolap, terus investasi danantara nasibnya gimana ? Ini ibaratnya petir menyambar danantra
Dahlan Batubara
Ada karikatur beredar di youtube berisi seorang jenderal AS diwawancara reporter: JENDERAL: AS menyerang Iran karena Iran punya senjata nuklir. REPOTER: Mengapa tidak sekalian saja serang Russia? JENDERAL: You gila, Rusia itu punya senjata nuklir. You mau bunuh diri?
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Catur nggak selalu pion mati duluan. Apalagi kalau kita lawan orsng yang baru bisa catur. Pion masih banyak, raja sudah tewas kena skakmat.
Liáng - βιολί ζήτα
iseng-iseng saja (ada yang membangunkan tidur saya, untuk segera beraksi..... wkwkwkwkwk.....) sepertinya ada "serangan fajar"..... éh..... maksudnya "serangan pagi, di Nusantara" mengenai perblokiran apaan tuh..... wkwkwkwkwk..... ** Selalu waspada modus penipuan yang mengatasnamakan BNI terkait program Rejeki wondr by BNI dan promo lainnya. ** Pastikan untuk tidak asal klik link, email atau dokumen yang tidak dikenal, dan jaga kerahasiaan data pribadi. ** Nasabah dapat menghubungi akun resmi Media Sosial BNI, WA BNI 0811-588-1946, BNI Call 1500046 dan email [email protected]. gitu aja koq répot..... lha wong BNI sudah memberikan penjelasan sejelas-jelasnya untuk hal-hal yang belum jelas koq..... lha itu 2 orang di bawah sana ngapain riweuh teu puguh..... toh tidak ada seorang pun di ruang komentar ini yang bertanya mengenai hal tersebut..... lagian..... who are you ?? on whose behalf are you suddenly giving such information, and for what purpose ?? wkwkwkwkwk.....
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SERANGAN FADJAR ITU MAHAL BIAYA DAN MAHAL KURBAN.. Teknologi perang memang sudah seperti film. Tinggal tekan tombol. Rudal meluncur. Drone berputar. Target hilang dari peta. Tidak perlu lagi sepatu tentara kotor lumpur. Tidak perlu lagi tenda basah di pegunungan. Seolah perang cukup dari ruang ber-AC. Tapi sejarah sering membantah kesombongan teknologi. Amerika sudah merasakannya di Vietnam. Rusia juga merasakannya di Afghanistan dulu. Rudal bisa menghancurkan gedung. Tapi tidak otomatis bisa memerintah rakyat di dalam gedung itu. Karena itu serangan darat selalu kembali muncul di bab terakhir perang. Ide memakai Kurdi juga bukan hal baru. Di Irak dan Suriah mereka pernah jadi sekutu yang efektif. Tapi Kurdi juga terkenal sulit disatukan. Mereka punya banyak faksi. Kadang lebih rajin berdebat antar Kurdi daripada melawan musuh bersama. Amerika tentu tahu itu. Maka yang disiapkan bukan hanya senjata. Tapi juga uang yang banyak. Bagi Amerika yang penting adalah melakukan politik pecah belah. Alias divide et impera. Persis Belanda. Bagi Indonesia pelajarannya sederhana. Persatuan itu mahal. Tapi jauh lebih murah daripada harga sebuah perang. Kalau kita kompak, tidak ada yang bisa membeli “serangan darat”. Paling-paling yang terjadi hanya serangan fajar. Itu pun menjelang pemilu.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DISMorning - HARI INI: "Tiongkok Tak Terlalu Peduli Perang di Timur Tengah".. Pak Dahlan gabung acara DISMorning dari Suzhou, Tiongkok. Beliau berbincang santai dengan host Sasa dan tim redaksi. Suzhou kini sudah berubah total. Dulu lebih miskin dari Jakarta, sekarang jadi raksasa industri. Pak Dahlan bercerita soal "Singapura 2", proyek kawasan industri yang kini jadi hutan beton mirip Sudirman. Kemajuan di sana didorong lokasi emas di antara Shanghai, Nanjing, dan Hangzhou. Ditambah lagi akses Sungai Yangtze yang luar biasa lebar. Pelabuhan dan galangan kapal tumbuh subur. Menariknya, banyak jejak pengusaha Indonesia di sana, mulai dari pabrik kertas hingga gedung pencakar langit di Shanghai. Soal perang di Timur Tengah, warga Tiongkok rupanya santai saja. Mereka tidak heboh. Fokusnya cuma satu: cari uang dan memajukan ekonomi. Pemerintahnya pun fokus sedia infrastruktur tanpa gangguan preman atau pungli. Strategi mereka cerdik. Kalau diserang di satu titik, mereka balas di tempat lain secara asimetris. Etos kerjanya gila-gilaan karena persaingan ketat. Tidak ada istilah satu kerja, dua lainnya merokok sambil menonton. Semua harus produktif agar tidak tersingkir. Sasa menutup diskusi dengan janji membedah budaya anak muda Tiongkok di sesi berikutnya. Obrolan pagi yang sangat bergizi. Dan gratis.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SUZOHU: VENESIA DARI TIMUR.. Suzhou itu cantiknya bukan main. Lokasinya di Provinsi Jiangsu, bertetangga dekat dengan Shanghai. Penduduknya lebih dari 12 juta jiwa. Luasnya hanya sekitar 0,09% dari total wilayah Tiongkok. Kecil-kecil cabai rawit. Kontribusi ekonominya dahsyat, menyumbang sekitar 2% dari PDB nasional Tiongkok. Kota ini adalah mesin uang yang efisien. Orangnya halus dan pekerja keras. Soal cewek Suzhou, mereka legendaris. Kulitnya putih bersih, bicaranya lembut seperti irama musik. Kalau soal skor cantik, nilainya solid di angka 9 dari 10. Ada pepatah Tiongkok kuno: di atas ada surga, di bawah ada Suzhou dan Hangzhou. Begitulah cara mereka memuja keindahan orang-orangnya. Wisata paling menarik tentu taman-taman klasiknya. Humble Administrator's Garden wajib dikunjungi. Kanal-kanal airnya bikin Suzhou dijuluki Venesiadari Timur. Anda bisa naik perahu sambil melihat bangunan kuno yang terawat. Tapi jangan salah, di balik kanal tua itu, industri teknologi tinggi mengepung dari segala penjuru. Kota ini berhasil memadukan sejarah ribuan tahun dengan kecanggihan masa depan. Benar-benar bikin betah. Wajib dikumjungi calon dan para kepala daerah yang ingin wilayahnya maju..
Sadewa 19
Ternyata kita masih sangat jauh tertinggal dari Iran. Negara yg selama ini di embargo US, bisa membuat rudal yg begitu presisi. Meluncur ribuan kilometer, tepat sasaran. Sedangkan BANSOS kita yg jaraknya hanya sekelurahan saja sering tidak tepat sasarannya.
riansyah harun
Serangan fajar itu memang ampuh untuk mengalahkan musuh. Apalagi di saat saat seperti itu. Di mana lagi puncak puncaknya rasa mengantuk. Namun di satu negara, yang besar itu, serangan fajar malah di tunggu, dengan sangat antusias sekali. Dan ternyata, serangan fajar itupun amat ampuh, apalagi kalau pihak lawan, amunisinya kurang atau hanya pas pasan. Sudah rugi menyerang, namun tetap kalah. Kalah oleh yang punya amunisi lebih tebal.
Ciga Sama
Dulu serangan fajar itu bunyinya gagah. Menyerbu penjajah ketika matahari belajar terbit. Ada keberanian, ada risiko, ada bau mesiu yang membuat dada terasa bannga. Sekarang istilahnya sama, tapi baunya lain. Bukan mesiu, melainkan amplop. Bukan keberanian, melainkan perhitungan. Kini artinya menyodorkan sogokan agar suara berpindah tangan sebelum mata benar-benar terbuka. Dan tunggu saja. Bahasa kita ini luwes sekali. Nanti serangan fajar bisa saja berubah rupa menjadi menu katering. Diantar pagi-pagi, sebelum orang masuk bilik suara. Walaupun hari itu diliburkan, akan tetap diantar. Alasannya tentu mulia: demi gizi. Demokrasi kenyang, rakyat kenyang, akal sehat yang puasa.
Kurniawan Roziq
Untung kita hidup penuh bersyukur, diminta Freeport kita kasih , diminta Morowali kita kasih , disuruh ngikut dewan perdamaian yg diketuai tukang bikin perang kita nurut
Milyarder Setia
Kurdi kalo mau jadi kendaraan Amerika untuk menyerang rezim akan sangat berat resikonya buat mereka. Itu akan dianggap oleh pemerintah Iran sebagai pemberontakan untuk memerdekakan diri. Nah siapapun rezim pemerintahannya pasti akan dihabisi. Kurdi merdeka tidak, resiko ditindas jauh lebih besar. Repot kan. Kenapa Amerika dan Israel nyerang Iran? 1. Donald Trump dan Netanyahu sedang tidak populer dalam negerinya sebelum ini. Jajak pendapat menunjukkannya. Mereka perlu perang ini untuk menaikkan kepopulerannya. Ada pemilu Oktober di Israel dan pemilu November di Amerika. Republik n partai Netanyahu di Israel harus menang. Buat Trump untuk menghilangkan resiko di impeachment. Bagi Netanyahu, kalah berarti pengadilan bagi kasus hukumnya berlanjut. 2. Mengganggu ekonomi besar dunia, China. Dengan perang, Amerika sekaligus menggebuk China dan Rusia. Ketidakpastian dan terhambatnya pasokan energi akan menaikkan resiko bagi dua negara musuh Amerika tersebut. 3. Seolah-olah AS-Israel menyebut bahwa Iran mengancam dengan program senjata nuklir. #pengamatkacangan #pengamatamatir
siti asiyah
Sudah dua bulan ini dikabupaten saya mayoritas warga lagi membahas korupsi pengisian jabatan pearangkat desa.Mayoritas kadesnya terlibat, begitupun mayoritas camatnya.Mayoritas yang lulus ujian perangkat desa-pun melakukan suap untuk memastikan dilantik dan menerima SK.Opini yang berkembang, mayoritas warga percaya bahwa suap menyuap adalah hal biasa ( terjadi ) dalam pengangkatan perangkat desa.Mayoritas warga justru tidak percaya jika ada pejabat yang disidang di pengadilan menyatakan tidak menerima suap, sebab mayoritas kades sudah mengaku didepanhakim memberikan sejumlah uang : untuk forkopimcam, oknum wartawan, lsm dan media.Ternyatadikabupaten saya yang minoritas adalah integritas.Mungkin juga hal ini sama dengan para penyelenggara pemerintahan di negara para perusuh semua.
Ciga Sama
Malu, barangkali itulah yang kini singgah di wajah Trump. Ia menyeru penggulingan, tetapi jalanan tetap lengang. Seruannya seperti jatuh di ruang kosong. Barangkali karena blunder sendiri. Bom yang jatuh di Sekolah Dasar—berubah menjadi ladang duka bagi rakyat Iran. Seratus lebih anak kecil pergi terlalu cepat. Dalam keadaan begitu, siapa pula yang ingin turun berdemo? Duka tidak melahirkan keributan. Ia melahirkan kesunyian yang rapat—dan persatuan yang keras.Rakyat Iran seperti satu komando: berkabung, lalu mengutuk. Dan ketika dunia terasa pelit kecaman, duka itu pelan-pelan berubah menjadi tekad untuk membalas AmIs, dengan cara yang mereka anggap pantas.
Eko Darwiyanto
Heran. Berapa dolar Amerika mengalir ke disway. === Abah ambil posisi di barisan Trump === Sangat ingi nmenghabisi Iran. === Saya bersaksi untuk itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 76
Silahkan login untuk berkomentar