Komisi I DPR Dave Laksono Desak Transparansi Kasus Teror Air Keras Aktivis KontraS

Komisi I DPR Dave Laksono Desak Transparansi Kasus Teror Air Keras Aktivis KontraS

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, belum lama ini-Anisha-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Tabir gelap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mulai tersingkap.

Empat oknum prajurit TNI yang diduga kuat menjadi otak sekaligus eksekutor serangan brutal tersebut resmi diamankan. Langkah ini pun mendapat pengawalan ketat dari Senayan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang mencederai nilai-pilar demokrasi tersebut.

BACA JUGA:Anggota Komisi IV DPR Saran Uang Pensiun Seumur Hidup Pejabat Dialihkan ke Sektor Pendidikan

Ia menegaskan bahwa aksi kekerasan terhadap pembela HAM tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum.

“Tindakan ini tidak hanya melukai fisik korban, tetapi juga mencederai nilai-nilai demokrasi yang menjadi fondasi bangsa. Kami meminta TNI menindaklanjuti kasus ini secara tegas, transparan, dan sesuai hukum yang berlaku,” ujar Dave saat dikonfirmasi, Kamis (19/3).

Danpuspom TNI, Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto, mengungkapkan fakta mengejutkan dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3).

Keempat pelaku yang diamankan ternyata berasal dari satuan elit Denma BAIS TNI dengan latar belakang Matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

Keempat oknum tersebut yaitu Kapten NDB, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

“Keempat terduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma BAIS TNI. Saat ini sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Puspom TNI,” tegas Mayjen Yusri.

BACA JUGA:Mabes TNI Telusuri Dugaan Target Lain dalam Kasus Penyiraman Aktivis KontraS

Guna memastikan proses hukum berjalan tanpa intervensi, pihak Puspom TNI memutuskan untuk menitipkan penahanan para tersangka di fasilitas khusus milik Pomdam Jaya.

“Untuk tempat penahanannya, akan kita titipkan di Pomdam Jaya. Di sana terdapat fasilitas tahanan Super Security Maximum. Kami pastikan proses ini berjalan akuntabel,” tambah Danpuspom TNI.

Langkah cepat institusi TNI dalam mengamankan anggotanya sendiri mendapat apresiasi dari Komisi I DPR. Dave Laksono menilai pengakuan keterlibatan prajurit secara terbuka merupakan sinyal positif bagi penegakan disiplin militer.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: