Transfer Gratis Terbaik Barcelona Sepanjang Sejarah, Ada Nama Pemain Keturunan Indonesia

Transfer Gratis Terbaik Barcelona Sepanjang Sejarah, Ada Nama Pemain Keturunan Indonesia

Giovanni van Bronckhorst Bergabung dengan Barcelona dari Arsenal dengan status pinjaman pada tahun 2003 sebelum menyelesaikan transfer gratis pada musim berikutnya-Tangkapan Layar Instagram@giovannivannronckhorst-

Ia meninggalkan klub meskipun mereka ingin mempertahankannya agar dapat kembali ke Swedia.

Giovanni van Bronckhorst (dari Arsenal)

BACA JUGA:Transfer Real Madrid: 3 Pemain Masuk, 2 Bek Senior Terdepak, Schlotterbeck Merapat ke Bernabeu?

BACA JUGA:Daftar Lengkap Pemain Muslim di LaLiga 2025/2026, Real Madrid Mendominasi

Giovanni van Bronckhorst awalnya bergabung dengan Barcelona dari Arsenal dengan status pinjaman pada tahun 2003 sebelum menyelesaikan transfer gratis pada musim berikutnya.

Pemain asal Belanda ini datang sebagai gelandang tetapi unggul dalam peran bek kiri di bawah Frank Rijkaard dan memenangkan lima trofi dalam empat tahun termasuk dua gelar liga berturut-turut.

Giovanni van Bronckhorst sendiri memiliki darah Indonesia yang berasal dari kedua orang tuanya, terutama dari wilayah Maluku. 

Legenda sepak bola Belanda ini secara terbuka mengakui dan membanggakan asal-usul keturunannya dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam autobiografinya.

Van Bronckhorst juga memenangkan Liga Champions tetapi kembali ke klub masa kecilnya, Feyenoord, dengan status bebas transfer pada tahun 2007.

BACA JUGA:Girona Comeback Dramatis! Barcelona Tumbang 2-1, Penalti Lamine Yamal Gagal

BACA JUGA:Lamine Yamal Ditawar Rp5,9 Triliun, Barcelona Galau Pecahkan Rekor Transfer Dunia

Luis Enrique (dari Real Madrid)

Bisa dibilang sebagai transfer gratis terbaik sekaligus paling kontroversial klub, penyerang asal Spanyol, Luis Enrique, bergabung pada tahun 1996 dari rival abadi Real Madrid.

Kemudian mengklaim bahwa ia tidak pernah merasa dihargai oleh para pendukung mereka.

Enrique mencetak 109 gol dalam 300 pertandingan di semua kompetisi selama delapan musim bersama klub tersebut, memenangkan tujuh trofi sebelum pensiun pada tahun 2004 karena cedera.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: