Serangan Israel ke Lebanon Makin Brutal, Inggris Tak Tinggal Diam!
Inggris paling gencar berharap Lebanon ikut masuk daftar perjanjian gencatan senjata dari Israel. --Unicef
JAKARTA, DISWAY.ID - Inggris paling gencar berharap Lebanon ikut masuk daftar perjanjian gencatan senjata dari Israel.
Pasalnya, Israel menggempur Lebanon dengan brutal.
Gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai menunjukkan keretakan karena ketiga pihak tidak sepakat mengenai apakah Lebanon termasuk dalam perjanjian tersebut.
BACA JUGA:Lebanon Darurat! Serangan Brutal Israel Langgar Janji Gencatan Senjata, Iran Sebut Pembantaian
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, tiba di Uni Emirat Arab (UEA), berharap mempertahankan gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta membuka kembali Selat Hormuz untuk perdagangan maritim dilansir dari Deutsche Welle.
Setelah bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Jeddah pada Rabu, Starmer dijadwalkan bertemu Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk pembicaraan lanjutan.
Ia menyambut baik gencatan senjata dua minggu tersebut, tetapi mengingatkan bahwa situasinya masih “tahap awal.”
BACA JUGA:MHM Kecam Keras Penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh Menteri Keamanan Nasional Israel
Sementara itu di London, menteri dalam negeri (foreign secretary) Inggris menyerukan agar Lebanon dimasukkan dalam gencatan senjata.
“Kami ingin melihat gencatan senjata diperluas ke Lebanon,” kata Yvette Cooper kepada Sky News di Inggris.
“Saya sangat khawatir dengan meningkatnya serangan yang kita lihat dari Israel di Lebanon kemarin,” ucapnya.
BACA JUGA:Pedagang Kaki Lima Resah! Harga Plastik Terus Naik Imbas Konflik Israel-AS dan Iran
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa perjanjian dengan Iran tidak mencakup operasi Israel terhadap Hezbollah di Lebanon, namun ada kesalahpahaman yang wajar dari pihak Iran yang mengira sebaliknya.
Kebingungan ini tampaknya membuat Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu sebagai balasan atas serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: