Perburuan Dimulai! Pramono Perintahkan Seluruh Wali Kota Basmi Ikan Sapu-sapu

Perburuan Dimulai! Pramono Perintahkan Seluruh Wali Kota Basmi Ikan Sapu-sapu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan seluruh Wali Kota untuk membasmi ikan sapu-sapu. -Cahyono-

JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan seluruh Wali Kota Administrasi untuk membasmi ikan sapu-sapu di sungai wilayahnya masing-masing.

Menurut Pramono, ikan sapu-sapu yang bermigrasi dari Amerika Selatan tersebut berdampak buruk terhadap ekosistem sungai.

Selain itu, tanggul-tanggul sungai yang menjadi sarang ikan sapu-sapu juga mengalami kerusakan.

BACA JUGA:Seloroh Prabowo Saat Ucapkan Hari Kosmonaut untuk Putin: Banyak Anak Indonesia Diberi Nama Yuri Gagarin

"Saya akan minta seluruh wali kota untuk menangani ini (ikan sapu-sapu) karena memang dampaknya sudah terasa. Mereka merusak apa tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana," ujar Pramono di Jakarta Timur pada Selasa, 14 Maret 2026.

Pramono mengatakan, pembasmian ikan sapu-sapu di Kali Cideng tepatnya depan Plaza Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat, 10 April 2026, dapat menjadi pemantik bagi wilayah lain untuk melakukan hal serupa.

"Penanganan ikan sapu-sapu yang dilakukan di depan Plaza Indonesia itu sebagai contoh role model penanganan nanti di tempat lain," pungkasnya.

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) menangkap ikan sapu-sapu di kali Cideng.

Adapun dalam perburuan ikan sapu-sapu di kali depan Palaza Indonesia tersebut, total sebanyak 40 ekor yang berhasil dijaring.

BACA JUGA:Sedot Wisatawan, Pramono Kaji Pengembangan Trem di Kota Tua

Ikan sapu-sapu itu selanjutnya akan dimusnahkan dengan cara dipatahkan tubuhnya kemudian dikubur.

"Ikan ini sangat berbahaya karena memakan semua racun yang ada di kali. Saya mengimbau kepada warga jangan mengkonsumsi ikan sapu-sapu," kara Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin.

Sementara Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok mengatakan, ikan sapu-sapu mengandung Salmoella serta E.Coli juga residu logam berat yang melebihi batas pencemaran.

Pada kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu, dikerahkan 100 personel gabungan seperti, Sudin Sumber Daya Air, Satpol PP, Lingkungan Hidup, PPSU serta Gulkarmat. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: